Semakin dewasa kita, semakin banyak hal yang akan kita sembunyikan.
Semakin kita tumbuh dewasa, akan semakin banyak hal yang kita simpan sendiri.
Disimpan, disembunyikan, dengan berbagai alasan tentu saja.
Ah tentu saja, apa kau lupa saat kita masih kanak-kanak dulu. Tak perlu usaha yang berarti dari ibumu untuk mengetahui sebab mu menangis hari ini, dengan tersedu-sedu kau akan mengatakannya alasannya dengan nyaring. Tak ada yg kita sembunyikan dikala itu. Hampir tak ada.
Dan lihatlah, diusia mu yang sekarang, berapa banyak hal yang kau simpan sendiri. Mulai dari kesalahan yang kau perbuat dengan alasan "takut" atau "malu" atau bahkan "aku akan mempertanggungjawabkannya sendiri", hal-hal yg membuatmu sedih dengan alasan "tak seharusnya ku umbar itu" atau bahkan rahasia-rahasia orang lain yang kau jaga dengan alasan "sudah sepantasnya lah ku jaga aib teman ku sendiri". Lihat, berapa banyak hal yang mulai kau sembunyikan sekarang.
Pernahkah kau sendirian terpuruk di ruangan tertutup, berusaha keras menyumpal mulutmu agar suara tangis mu tak terdengar ke luar, kemudian meng-gercap-gercap-kan matamu sebisa mungkin agar bekas lelehan tak mudah disadari orang lain, dan kau keluar mencampuri tempat umum dengan tersenyum dan menyapa riang. Seolah kejadian di ruang tertutup tak pernah ada. Kau, menyembunyikan semua nya dengan sangat baik.
Atau pernah kah kau memikirkan semuanya seorang diri. Kau mendengar, kau diberitahu, bukan tentang mu tapi tentang orang lain yang kau "perdulikan" dalam hidup mu, namun dari pada bertanya kau lebih memilih menyimpannya sendiri, memikirkannya sendiri, dan berdoa yang terbaik utk dia yang kau pedulikan. Kau tersenyum dan tertawa seperti tak ada apa-apa. Alasanmu, mungkin ada banyak, tapi yang pasti kau percaya dan berharap yang terbaik untuk nya. Kau menyimpannya dengan sangat baik.
Pernahkah juga kau tercengang pada rahasia seseorang disekitarmu. Bukan dari mulutnya mungkin, bahkan sesuatu yg ia tak tau betul. Tapi kau sadar, jika ia tau, mungkin dampaknya tak baik untuk dia. Maka kau memilih menyimpannya sendiri, tak kau umbar untuk dia tak pula untuk yang lainnya. Kau merahasiakannya seorang diri. Kau merahasiakannya dengan baik.
Jika kau pernah, baik kasus yang kukatakan di atas, atau yang serupa maknanya dengan di atas, maka kukatakan saat ini kau mulai dewasa. Kau mulai dewasa hingga kau mulai banyak menyimpannya sendiri. Kau mempertimbangkan kemudian menahan dirimu sebaik mungkin. Kau mulai menempatkan sesuatu pada tempatnya. Itu artinya kau mulai dewasa.
Semakin kau dewasa, semakin banyak hal yang akan kau simpan sendiri. Sendiri, di hati mu, di otakmu, di dyari-mu, dan dipercakapan dengan Tuhan mu. Sesuatu yang tak bisa, tak layak, atau tak kau anggap perlu disampaikan pada yang lainnya. Dengan berbagai alasan, tapi kau melakukannya. Kau mulai beranjak dewasa Kawan.
Tak usah khawatir, jika kau kelelahan atas segala rahasia yang kau simpan, maksudku jika suatu saat kau merasa lelah, aku punya kabar gembira. Kabar gembra ini tentu saja bukan "kulit manggis sekarang sudah ada ekstraknya" haha. Kabar gembirnya adalah, "jika kau tak mampu mengatakan apa yg bersarang di dirimu ke pada yang lainnya, maka berwudhu dan sujudlah. Yang maha penyanyang akan setia mendengarkan kisah panjangmu. Dan tentu saja kisah ini Ia jaga sebaik-baiknya".
selalu ingat "Innallaha ma'ana". Kita tak pernah sendiri. Tak pernah.
"Gwaenchanha, all is well"