Minggu, 29 Desember 2013

Hidup Sanling

Dian : Malam apa malam ini?
Dian 1, 2, 3 : Malam mingguuuuu
Dian : Sedang apa kita sekarang?
Dian 1, 2, 3 : Kencaannnn
Dian : Kencan sama siapa kita?
Dian 3: Kencan sama siapa? sama apa mungkin yan.
Dian : Oke maaf dikoreksi. Kencan sama apa kita malam ini?
Dian 1, 2, 3: Kencan sama bars screen, grit chamber, comminutor, bak ekualisasi, primary sedimentasi, RBC, clarifier, disinfeksi, sludge thickener, sludge digester dan sludge dewatering
Dian : Dan, bagaimana kondisi kejiwaan kita malam ini?
Dian 1, 2, 3 : *tarik nafas bareng-bareng* oke teriak bareng-bareng yaaa, 1, 2, 3...BAHAGIAAAAAA
Dian : Eitttt ga boleh bohong loh
Dian 1, 2, 3: oke baiklah, kondisi kita sekarang adalaaaaah......KERITIIINGGGGGG -_______-
Dian : Mau tidur sekarang?
Dian 1, 2, 3: Mauuuuu...
Dian : GA BOLEH TIDUR SEKARANG.TITIK. Mari kita lanjutkan kencan kita, huahahaha...


Hidup sanling, Hidup sanling...


Minggu, 22 Desember 2013

Kangen

Bogor, hujan seharian. Dan tiba-tiba kangen.. Gara-gara buka timeline, trus baca ini
Kangen  ngeliat bintang. Kangen dengan 'atmosfer' ketika berlama-lama menatap bintang. Atmosfer ketenangan, kekaguman, senyum yang tiba-tiba merekah begitu saja. Perasaan yang tiba-tiba menjadi damai hanya dengan menatap bintang. Kangen sekali.

Sayangnya, Bogor tak memiliki langit malam yang indah.

 Bangka, aku merindukan langit malamnya.

Cerudik (5)

Didunia ini, orang hebat hanya terbentuk karena dua alasan, pertama ia bekerja keras, yang kedua dia licik.

Antara orang yang bekerja keras dan orang yang licik, 80% yang kutemukan adalah mereka yang licik.

Lalu orang yang biasa saja, tak bekerja keras tak juga tega pada nurani untuk berbuat licik, maka ia hanya berada pada zona standar.

Orang yg bekerja keras, kadang ia juga kalah dari mereka yang licik.

Licik yang terasah bahkan ketika gelar sebagai pelajar, yang seyogyanya belajar, masih tersandang
Licik yang menjadi kebiasaan dan disepelekan,
Licik yang kemudian melekat dan menjadi kewajaran,
Licik yang tak bisa lagi ditinggalkan lantaran ia telah wajar

Maka, tak heran jika kau menemukan petinggi-petinggi kita yang notabene berpendidikan tinggi namun bertingkah licik. Jika kau merasa kesal dengannya, itu artinya suatu saat kau juga harus kesal pada dirimu sendiri ketika kelicikan kecil yang kau lakukan sekarang telah menjadi hal wajar hingga kelicikan besar tak juga terasa licik bagimu. Suatu saat kau juga harus merasa kesal pada dirimu yang terus mempertahankan kelicikan, bahkan meningkatkannya ketaraf yang lebih tinggi. Hal yang kecil akan terasa hilang ketika kita telah terbiasa, dan hal yang besar akan terasa kecil ketika kita juga telah terbiasa. Maka suatu saat kau pun harus merasa kesal atas kematian nuranimu.


Sabtu, 21 Desember 2013

Copas (sebagai pengingat diri)

dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.
Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)
Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”
Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.
Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.
Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).
Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!
Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)
Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)
Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)
“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).
Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)
“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)
Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.
Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)
Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)
Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)
Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)
Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. “Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.” (Shahihul Jami’, nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, “Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir.” (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.
Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.” (Al-Israa’:53)
Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)
Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.
Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)
Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.” (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).
Aku, ingin menata semua dari awal lagi.
segala kekhawatiran ini, aku ingin mengelusnya dengan perhatian dan perjuangan.

aku akan menata ini dari awal lagi
seperti yang sering ku bilang "jatuh dan bangkit, salah dan belajar"
tak peduli berapa kali pun, jatuh dan bangkit, salah dan belajar.

Meskipun ada banyak pikiran dan anggapan tentang ku, biarlah. Aku, masih mau bangkit dan belajar. tak peduli berapa kali.

Ini janji dipagi hari. bahwa kita, Dian, Tak peduli berapa kali pun, Tak kan pernah menyesali dan membenci diri kita lagi. Jika terjatuh kita akan berdiri. Jika salah kita akan memaafkan kemudian belajar. Sesimpel itu.

Semangat Yan, siapa saja boleh datang dan pergi. Tapi kita harus tetap melangkah maju. Tak peduli sekhawatir apa hatimu hari ini, tanggung jawab tetaplah amanah yang harus diemban dengan penuh perhatian.

Semoga Allah meneguhkan setiap langkah dan menghimpun kita dengan orang-orang positif hingga selalu terjagalah diri kita.

SEMANGAT, HWAITING!

Diam

Diam
Terkadang, ada hal-hal yang sangat ingin kita sampaikan namun tak pernah tersampaikan, lalu doa, adalah sujud yang kita pilih kemudian.

Kita masih saja betah dalam diam,
Diam yang membuat kita aman,
Diam yang menjaga jalur kita,
Dan diam yang perlahan memakan dan menuliskan takdir-takdir yang suatu ketika akan semakin jelas tampaknya

Diamku dan diammu, entah sama atau tidak

Ini diam yang galau

Cerudik (4)

Hari ini sabtu pagi..
Sebenernya tadi jam 3 udah bangun, tapi dengan bodohnya malah ketiduran lagi -____-
aaahhh menyesal sekali, 2 jam waktu hilang begitu saja CUMA untuk tidur.

Tidur, buat gue tidur itu godaan yg PALING BERAT. kalo udah dikamar tuh, kasur sama bed cover selalu menggoda. memanggil-manggil "dian, sini.. sini dian, aku akan menghangatkan dan memberikanmu kenyamanan" dan gue yang kedinginan dan terkadang kesepian (apa sih yan -_-) akhirnya 100% tergoda. Alhasil kehidupan perkuliahan gue berhasil terkacaukan gara-gara gue HOBI TIDUR. Aigooo,, Gimana ga kacau coba, udah dikelas suka ngantuk, kalo ga ngantuk juga bawaannya ngobrol mulu. kalo dikasih tugas sama dosen buat dikerjain dirumah, dirumah yah juga tidur mulu. Eh pas ujian, malemnya cuma belajar beberapa jam gara-gara tidur. Ya gimana itu IPK kagak meluncur bebas kedalem tanah? Dan skrng, "kebutuhan" pd SANLING pun berbenturan dengan kebutuhan pd tidur. Padahal, ada nasihat yang bilang "Ketika kamu tertidur, 1000 orang diluar sana sedang berjuang dengan masa depannya". Yan, Dyn, Dyn, Dyn,.. mau sampe kapan tertidur di dalam dunia drama yg kau karang sendiri? Hidup selengek-an tanpa ada keseriusan, jangan berharap tentang kenyamanan dimasa depan. Hei, calon insinyur, sadarlah, memangnya insinyur itu mudah? Yah kalo ga mudah, seriusin dong! (ceritanya pagi-pagi marah-marah :p)

belakangan bogor dingin sekali ya. Yap, dan itu berarti alergi dingin gue kambuh berulang-ulang setiap pagi. Ini nih pas lagi ngetik ini, alerginya lagi kambuh nih. Padahal udah berkostum jaket, celana panjang, kaos kaki. Tapi masih aja. Emang cuma bed cover yang bisa menghangatkan (*elus-elus bed cover) Ehhh tuh kan tergoda utk tidur lagi -____-

ngomong-ngomong tentang dingin, belakangan gue jadi sering denger orang ngomentariin diri gue dengan kata "dingin". Saya? saya dingin ya? menurut pemirsa gimana? saya dingin ga?
Dian 1 : biar gue aja yang jawab. kamu ga dingin kok yan, kamu tuh hangat, apalagi kalo lagi senyum, hangat banget
Dian 3 : hangat? hangatt dari mana? senyum aja keliatan kagak ikhlas. udah raut muka serem plus dingin, senyum juga ga bisa. kagak ada ramah-ramahnya, kalo ngakak mah iya si dian bisa.
Dian 1 : tapi, dian  kan enak diajak ngomong
Dian 3 : enak dari mana? suka jutek gitu kok. suka marah-marah juga, suka ceng-cengin orang lain juga, suka belagu lagi
Dian 1 : Jadi intinya si dian dingin?
Dian 3 : *diem* sebenernya ga juga sih, meskipun dia ga pinter senyum, ga pinter beramah tamah, suka jutekin orang, suka cuek juga, tapi sebenernya dian berkelakuan dingin hanya untuk menjaga sesuatu tetap pada aturannya. liat deh, dian dingin dalam hal apa? hal tertentu doang kan? Memang, permasalahan utama dari seorang dian adalah KIKUK. ga bisa berkelakuan "romantis" ke siapapun.
Dian 2 : tumben nih Dian sulung
Dian 3 : Ah engga, tapi tetep aja dian tuh dingin. Dingin yan, Dingiiinnnn...

Selasa, 17 Desember 2013

Psikopat

Temen-temen gue, rada-rada psikopat emang. silahkan di simak percakapan mereka di Grup TERTUTUP SIL IPB berikut

Lu bayangin dong, mencitnya diracunin buat seru-seruan. Kata-katanya itu loh yg bikin ngakak sambil geleng-geleng "waktu itu sisa dua ga kepake jadi diracunin buat seru-seruan", " waktu itu sayang mencitnya dibuang jadi ikut diracunin deh". Astaaggaaa, temen gue psikopat abis, hahaha (peace ya Tama, becanda doang :p). 
Kalo dipikir-pikir aneh juga, jurusan teknik sipil belajar ngeracunin mencit, ngeracunin cacing, sama ngeracunin ikan. kalo anak-anak FPIK (fakultas perikanan) pada belajar gimana budidaya ikan, kesahatan ikan, dsb nah kita malah belajar gimana ngeracunin ikan, haha. jadi beginilah kita, mengamati proses pembunuhan hewan-hewan tak bersalah tersebut utk kemudian dilaporkan dalam bentuk jurnal dan ppt :(


gue, lagi males nulis yg galau-galau sekarang. kayaknya lebih enak mencerudik-i sesuatu yang konyol dan aneh. lebih enjoy, lebih aman. Awalnya gue berpikir blog ini ga akan ada yg mau buka dan baca, meskipun ada followers 3 biji, tapi link blog ini udha gue ubah. dan sepengamatan gue, kalo linknya diubah, postingan-postingan gue yg terbaru ga akan muncul di halaman si followers tsb. jdi gue keliatan kayak ga pernah ngapdet blog lagi gitu. tapi ternyata, gw salah, ternyata di dunia ini masih ada orang yang penasaran tentang gue dan akhirnya menemukan blog ini (gue harus seneng atau sedih ya?). aneh emang, nulis blog tapi ga pengen blognya dibaca. iya itulah gue, ahah. bener sih kalo dipikir-pikir omongan temen gue yg bilang "kalo ga mau tulisan lo dibaca, nulis diary aja sana", tapi gue tetep aja pengen punya blog yg suatu saat ketika gue udah tua gue bisa nostalgila sambil guling-guling malu pas baca blog ini, hahaha. Impian yg aneh emang.

aaahhhh... apa ya? sebenernya ada banyak hal yg pengen ditumpahruahin ke blog ini, Tapiiii,,, sambil menarik nafas panjang kayaknya gue harus bilang sebaiknya tidak. Tidak mengasah perasaan galau itu adalah ide yg baik. mungkin kita emang kesulitan mengatur hati kita, kapan dia mau resah, kapan dia mau sedih, susah ngaturnya. Tapi menurut gue, kita tetap bisa mengatur otak kita utk memikirkan apa. Dari pada memikirkan 2 orang dan seseorang, mending gue mikirin sanling. jika sanling udah berakhir, mending gue mikirin UAS dan tugas lainnya, jika semester 7 udah berakhir mending gue mikirin skripsi.

Hidup harus tetap jalan, ga peduli apapun datang dan pergi kemudian meninggalkan bekas.


Jumat, 13 Desember 2013

Sanling Boss

Lu pernah ga ngerasain ada sesuatu bertumpuk" dikepala yg kemudian membuat kepala terasa sangat berat. Bertumpuk tumpuk, datang lagi, kemudian datang lagi dan semakin menumpuk. Rasanya kepala benar" berat, beberapa detik kemudian hanya pusing yg terasa. Berat dan pusing.

Gw ga tau ini lebay atau apa, tapi itulah efek yg gw rasain dari akibat tugas tugas Sanling gue.

Sanling atau sanitasi lingkungan. Mata kuliah semester 7 di Teknik Sipil dan Lingkungan IPB. Mata kuliah yg bikin lo benar-benar ngerasa bahwa lo anak teknik lingkungan. Mata kuliah  semester 7 yg bikin lo sadar bahwa lo adalah anak semester 7 jurusan TEKNIK.

 Sanling tu ibarat pemanis kehidupan perkuliahan kalo menurut gue. Gimana nggak, kalo selama hidup di SIL lo kuliahnya gtu" aja, tugasnya gtu" aja, ujiannya jg bgitu aja, nah kalo sanling semuanya serba luar biasa. Semua bab di sanling luar biasa, mulai dari limbah padat, sanitasi udara, sanitasi limbah cair, dan pengolahan air bersih. Jika limbah padat menguras tenaga dan waktu, maka limbah cair menguras otak, pikiran, dan waktu.

 Lo tau alasan kenapa sanling tu dewa bgt? Bukan karena tugasnya keluar dari nalar mahasiswa tingkat akhir, tapi karena jumlah tugasnya keluar dari standar kemoral-an seorang dosen dlm memberikan tugas.

Tugas sanling, dari tingkat kesulitan dia susah serta dari tingkat jumlah dia amat sangat banyak sekali. Lo tau, sekali pertemuan seminggu sekali, ada sekitar 3-5 laporan yg harus lo buat. Laporan ini terdiri dari hitungan ala teknik yg ngejelimet dn banyak, pembahsan dn metode yg seperti biasa lo bikin laporan serta gambar teknik. Dan lo harus tau bahwa untuk satu laporan, bukan satu gamtek yg harus lo bikin, tapi minimal tiga. Jadi silahkan lo bayangkan sendiri seperti apa sanling itu.

dan dan dan, kondisi semakin diperparah dgn tambahan tugas" lainnya. Ya iyalah, kan elu semester 7 bukan cuma kuliah 1 matkul dong. Kalo gw sh semester 7 ada 7 matkul. Toksikologi lingkungan yg setiap minggu ada jurnal dan ppt, teknik sumber daya air yg ada laporan jg tiap minggu, dan rekayasa konstruksi kayu serta teknik proteksi konstruksi yg ribet bgt ngitung" nya bener" bikin semester 7 penuh warna.

 Pusing, pusing, pusing. Apalagi kalo hampir segala hal elu yg harus ngatur, tambah pusing dn berat kepala.

 Tapi, untuk banyak mengeluh pun rasanya ga ada gunanya. Cuma menghabiskan waktu dan menambah beban pikiran Yg bisa dilakuin? Lakukan smw prosesnya dan ikhlas. Kalo dipikir", mungkin di luar sana ada orang yg begitu ingin bisa belajar sanitasi lingkungan tapi tak Allah berikan kesempatan. Mungkin diluar sana ada orng yg mau kuliah dn belajar sanitasi lingkungan tapi tidak ada kesempatan, maka gue yg Allah kasih kesempatan seharusnya bersyukur dan melakukan yg terbaik. Iya kan?

Bukankah insinyur itu profesi yg mulia? Dgn ilmunya insinyur memudahkan urusan dan pekerjaan orng lain, dgn ilmunya seorang insinyur bisa menyelamatkan lingkungan serta dunia, dgn ilmunya seorang insinyur mengubah sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin. Mulia bukna? Sesuatu yg semulia itu tak mungkin bisa disandang dgn mudah. Sesuatu yg semulia itu pastilah butuh byk perjuangan, jadi? Tetap semangat heheh

Semangatttt...
 Be an engineer to save the world

Kamis, 12 Desember 2013

Hari Ini Aku Malu



hari ini aku begitu malu
aku seperti orang dungu yang tak mempan ajar
aku seperti orang bebal yang tak mempan nasehat
aku layaknya manusia keras kepala
ah, aku begitu malu, seolah aku tak punya hati untuk perduli, seolah hatiku telah lama mati, atau seolah keputusasaan pada apa yang tak ku genggam menghalalkan penindasan empati
hari ini aku terlalu malu, pada kedunguan, pada kebebalan, pada hati yang seolah mati

ah, aku benar-benar malu.
Kau tau? Aku malu. Kau, kau dimana sekarang? Aku malu, aku sungguh malu. Seseorang berteriak berulang kali padaku, seseorang menghardikku berulang-ulang. Dan tak ada yang dapat kulakukan. 

Kau, kau dimana? Tak bisakah kau datang sekarang? Aku benar-benar malu saat ini. datanglah, sedikit lebih cepat, datanglah sedikit lebih dekat.
Kumohon datanglah, karena hari ini aku benar-benar malu.

payung

bagian manakah yang harus ditakutkan dari ku?
bagian mana yang harus dikhawatirkan dari ku?

payung yang kau genggam, aku tak sama sekali berminat
payung yang kau gengam, aku tak sema sekali tergoda

aku telah lama bermandi hujan kemudian mengeringkannya dengan mentari,
aku juga telah lama tersenyum riang diketeduhan, seorang diri, tanpa pernah mengeluh tentang payung yang tak kunjung kumiliki

aku, meski kebasahan kuyup, meski panas mendehidrasikan, tetap tak pernah mengeluh tentang payung
ah, iya, terkadang aku hanya merasa iri ingin punya payung,
namun bukan mengeluhkan,
aku hanya berharap punya payung, aku ingin punya payung, iya suatu saat nanti
tapi bukan berarti kebasahan dan kepanasan membuatku kalap tentang payung,

aku ingin punya payung, payung yang hanya untukku, payung yang tak hanya membuatku gembira, tapi juga menggembirakan siapa saja yang melihatku dengan payung. payung yang melindungi dan mengamankan,

jadi, ketakutanmu tak berasalasan, kekhawatiranmu tak beralasan

aku, tak setega itu mengambil payungmu untuk melindungiku,
aku jauh lebih memilih kebasahan dan kepanasan daripada melihatmu kebasahan oleh air mata

tak ada yg perlu kau takutkan tentang payungmu, tak ada. percayalah. dan kumohon, hapuskan segala tinta hitam yang kau corengkan pada figura ku, kumohon,,

aku merasa sangat buruk, aku merasa serba salah. sungguh, payungmu sama sekali tak membuatku tergoda, aku tak suka payungmu. percayalah padaku



Minggu, 08 Desember 2013

Untukmu, Nyonya Cho



Hey kau, hahaha.. iya aku tau ini bukan lagi tanggal 7 Desember, ini 7 Desember lewat 2 jam!! Mianhae,, aku memang berencana mau menuliskan sesuatu yg romantis (ceileee) pada mu, tapi sampai tadi malam, aku masih kebingungan mau menuliskan apa (halah halah...). kau ingat, dulu sewaktu aku tingkat 2, aku pernah menjanjikan pada mu untuk mengirimimu sebuah surat, tapi sampai aku tingkat 4, surat itu belum pernah aku kirimkan. Jadi, anggap saja tulisan ini sebagai pengganti janjiku waktu itu padamu.

Kau, kau sedang apa sekarang? Tertidur dengan Capi mu? Atau malah sedang berkutat dengan lepi dengan pulpen di telinga? Dan penjepit baju di rambut? Hahaha, aku belajar banyak kebiasaan aneh darimu. Kebiasaan aneh yg sebagian menulariku dan kerap kali ku terapkan. 

Awalnya aku kebingungan mau menuliskan apa. Tapi ternyata sekarang tiba-tiba wajahmu hadir begitu saja di ruangan ini dan membuatku, eheemmm kangen hahaha. Dan cerita tentang mu pun bergulir (deng-deng-deng-deng)

Apa kau ingat sebuah kisah di balik persahabatan kita? Jika harus ku jabarkan dengan satu kata alasan kita menjadi sahabat adalah karena “TERPAKSA’”. Benar bukan? Dulu, sewaktu kelas 10, kelas 11, kita tak pernah berteman. Satu asrama, tapi tak pernah benar-benar berteman. Kau dengan temanmu, dan aku dengan temanku. Mungkin kita hanya sekedar tau dan kenal, tapi tak berniat untuk saling mengenali lebih jauh. Tapi apa mau dikata,  ketika kelas 11 akan segera berakhir dan kita harus merombak kembali pasangan kamar. Kita adalah salah dua dari beberapa orang yang belum mendapatkan pasangan teman sekamar. Dan kita adalah salah dua dari berbeberapa orang yang merasa “terancam” dan khawatir akan hal tersebut. Sehingga, muncullah suatu ide untuk cari aman. Cari aman dengan mengajak salah satu dari yang tersisa untuk jadi teman sekamar, dan pilihan mu adalah aku, dan pilihan ku adalah kau. aku tak bisa menjabarkan kondisi ini dnegan lengkap karena suatu alasan, dan aku yakin kau pun tau itu, hahaha. Tapi aku juga yakin kau mengingat kondisi senyum terpaksa yang kita buat-buat ketika membicarakan kamar kita berdua nanti. Sebuah kamar, bekas kamar pengawas, yang selama ini jarang ditempati serta terkenal dengan cerita-cerita miringnya. Alhasil, kita berdua banyak menghibur diri. Tapi memang pada dasarnya kita berdua adalah dua orang yang KONYOL, kamar mistik ini berubah 180 derajat. Selama 3 tahun diasrama, ini lah kamar ternyaman, terhangat, terseru, terkonyol, ter-girl, tersemena-mena, ter-SUJU, tergoncang-ganjing, dan tersemangat buatku. Dengan tiga orang partner kita dikamar sebelah (kika, nuyul, pela), kita menggoncang-ganjingkan kehidupan tingkat akhir di SMA, huahaha (ini apa sih -___- )

Menurutku ini agak aneh. Aku benar-benar mengingat bagaimana rasanya menjadi teman sekamarmu di minggu-minggu awal. Kita yang tak pernah akrab, kita yang mengenal keburukan satu sama lain melalui pengamatan dari luar dan kemudian merasa saling tidka cocok, dan kita yang HARUS menjadi teman akrab selama satu tahun kemudian. Seminggu awal, aku mencoba untuk menjadi “baik” denganmu, namun memang pada dasarnya aku bukan orang baik, yang ada malah di seminggu awal aku menjadi orang “konyol” denganmu. Dan parahnya, kekonyolan ini kau sambut baik dan kita lanjutkan sampai detik ini!!

Hal konyol, hal bodoh, hal-hal yang membuat kita tertawa ngakak ketika mengenangnya sekaligus mengelus sedikit rasa kangen yang tiba-tiba muncul, ah yang sperti itu ada banyak. Mulai dari kebiasaan bbegadang kita dengan segelas kopi dan sebungkus mie instan, kebiasaan kita “nga-ngai” dikarpet sepulang sekolah, kebiasaan kita yang selalu pergi terlambat kesekolah dan terlambat juga untuk makan serta senam serta kumpul di GSG, serta kumpul angkatan, serta (eh kok ini telat semua ya), kebiasaan kita berbagi tentang SUJU, kebiasaan kita pura-pura nelpon dan menjadi istri serta adik kandung dari anak-anak SUJU, kebiasaan kita bercerita tentang komik-komik seru, kebiasaan kau yang menertawaiku saat menyanyikan lagu “Torn” dikamar, kebiasaan kita pinjem-pinjeman baju, kebiasaan kita foto-fotoan di kaca sehabis dan sebelum makan malam, kebiasaan kita dikamar pukul-pukulan dikamar sambil teriak “ku nggak kawan ka agik dak Dek/Yan”, kebiasaanku yang sering tiba-tiba pindah tempat tidur kesampingmu ketika terbangun tengah malam, kebiasaan kita bolos mentoring, kebiasaan kita mengacaukan kamar sebelah, kebiasaan kita berbicara dengan boneka kita yang intinya adalah “kite nggak og bekawan kek Adek/Dian”,  kebiasaan kita yang begini, begitu ada banyak sekali. Bagiku, itu semua seru dan tiada duanya. 

Dari sekian banyak cerita berantem kita, cerita yang paling kuingat adalah yang satu ini. aku lupa kita berantem karena apa, tapi yg pastinya malam itu mati lampu. Aku yang takut gelap terlalu gengsi untuk minta maaf dan meminta tidur seranjang dnegnmu, dan alhasil malam itu aku memberani kan diri tidur sendirian diranjangku. Tapi malam itu, anjing asrama terlalu ribut, dan mataku pun tak mengantuk. Aku tak bisa tidur, dan dari bawah aku mendengar suara grasak-grusukmu. Tapi karena kita berantem, aku tak mencoba memanggilmu, ya itu tadi GENGSI. Ternyata besoknya setelah baikan, kita sama-sama bercerita kalo semalem masing-masing tidak bisa tidur lantaran takut gelap dan semakin takut karena Anjas benar-benar berisik. Seandainya saja malam itu kita baikan, kita pasti tidur nyenyak semalam, memang dasar kita bocah hahaha

Aku juga ingat ketika malam terakhir kita diasrama, kau memelukku dan berkata “ku lom nek pisah kek ka, ku agik nek jadi kawan sekamar ka”. Waktu itu aku terharu, sesuatu yang kita mulai dengan keterpaksaan ternyata menimbulkan banyak efek. Bagaimana tidak, setahun dikamar berdua, ngakak bareng, konyol bareng, jungkir-balik bareng, belajar bareng, sering banget berantem, tidur bareng, naek sepeda bareng, pergi makan bareng, dikelas duduk bareng, bahkan kadang-kadang mandi bareng. istilahnya, buruk seburuk-buruknya seorang Dian, Adek tau, begitu juga sebaliknya. Dna kita, tetap saja selalu konyol dalam menghadapinya. 

Selesai SMA, maaf aku banyak melupaknmu. Diawal masuk kuliah, aku sempat tak menghubungimu, kita kehilangan komunikasi. Tapi, suatu ketika saat aku dirundung masalah, saat itu tingkat 2 awal, itulah awal aku menjalin komunikasi lagi dneganmu. Saat itu aku benar-benar kelimpungan dnegan permaslaahn hati yang ku alami. Aku punya banyak teman disini. Aku punya banyak tempat untuk bercerita segala masalahku, aku punya banyak teman yang bersedia berbagi nasihatnya dneganku, tapi dari sekian banyak itu tak ada satupun yang “ngena” dihatiku. Segala nasihat mereka mental, segalanya tak sesuai. Namun ketika ku ceritakan masalahku padamu, kau hanya tertawa enteng sembari mensihatiku, menasihati dnegan konyol (seperti biasa) tapi benar-benar menjadi sebuah titik balik dari keterpurukan seorang Dian. Hanya sebuah kalimat sederhana melalui SMS yang kemudiaan memacu kembali semangat dan keyakinanku. Aku benar-benar berterima kasih saat itu dan saat itu juga aku sadar bahwa dari sekian banyak teman, kau lah yang paling mengenalku dan kau lah teman yang paling ternyaman. Sejak saat itulah aku menjadi sering “menempelimu”, hahaha. Semoga kau tidak bosan denganku.

Ah, aku bercerita banyak dan agak ga jelas, mianhae.. 

Kau, saat ini telah memasuki usia Eyeshield, 21. Cieee, hahaha. Dan saat ini kau pun telah masuk kedunia baru yang lebih penuh tantangan dan membanting mental. Maaf aku tak banyak mengambil peran untuk menyemangatimu, maaf juga hanya bisa menitipkan doa atas langkah panjang setelah wisudamu, maaf tak pernah hadir di momen-momen bersejarahmu, maaf tak pernah ada disaat kau kesulitan. Aku hanya bisa berdoa untukmu, untuk usia barumu, untuk hidup barumu, untk langkah awalmu. Aku tau, masa mu sekarang bukan masa yang mudah, tapi aku juga yakin, 3 tahun mu menimba ilmu itu telah cukup untuk mendewasakan dan menyiapkan mentalmu untuk masa ini. aku percaya padamu, dan percaya pada-Nya. Bahwa keringat yang kau teteskan bertahun-tahun ini akan Ia jawab dengan sebaik-baiknya.

Kita, bukan lagi anak kecil yang harus selalu dipeluk ketika menangis, kita bukan lagi anak ingusan yang pikirannya hanya berkutat pada SUJU dan komik, kita bukan lagi anak kemarin sore yang hanya berpikir tentang capek dan segala keluhan-keluhan, tapi kita adalah calon orang dewasa pemberani yang selalu bangkit meskipun lelah terjatuh dan selalu belajar meskipun banyak salah. 

Selamat Ulang Tahun Cintaaa,, aku berdoa yang terbaik untukmu. Semoga karirmu lancar, semoga jodohmu yang terbaik dan dekat, semoga umurmu barokah, semoga ilmumu bermanfaat, semoga semakin dewasa, semoga semakin kuat dan berani, semoga semakin dekat dengan-Nya, semoga semakin sayang orang tua, dan semoga selalu Allah berikan yang terbaik.

Terima kasih atas segala hal dan mohon maaf atas segala kekurangan. Temanmu ini memang sedikit kaku, tidak hanya kaku di badannya, tapi juga kaku di sikapnya. Temanmu ini juga keras kepala, terkadang menyebalkan, cuek, tidak perhatian dan tidak pengertian. Terima kasih telah menjadi teman terbaik dan teman ternyaman untukku, aku sedikit bangga bahwa aku punya sahabat, haha. 
Meski dalam keadaan apapun, jangan pernah berpikir bahwa kau sendriian. Kau harus selalu ingat bahwa kau memiliki seorang teman, yang meskipun sibuk dengan segala hal yang berhubungan dengan insinyurnya, tapi ia selalu bersedia mendengarkan segala masalahmu. 

Tetap cerah ceria semangat!!

Selamat ulang tahun istrinya Cho Kyuhyun >0< 

Saengil Chukae Hamnida.... doa terbaik untukmu..


Teman jauhmu,
Dian Puspa, Istrinya Lee Dong Hae >0<