Jumat, 21 Februari 2014

Tere Liye (3)

*Sajak Halte

Dua tiga kali sudah kukatakan,
Tidak akan lama, sebentar saja,
Kendaraan pasti akan berjalan lagi,
Tak bolehlah terlalu lama istirahat meluruskan kaki,
Merentangkan tangan, lantas berseru amboi nikmatnya,

Ini hanya halte sebentar, atau sejenis rest area saja
Jangan tertipu dgn kerlip lampunya,
Apalagi dengan penjaja makanan dan minuman,
Pedagang souvenir, foto-foto, update status, tidak perlu

Maju, maju, maju,
Bus di belakang sudah mendekat,
Bus di depan sudah hilang di kelokan depan,
Semua bergerak maju, mendesak atau terdesak,

Tidak usah mengisi perut penuh-penuh,
Tidak usah membawa bekal dunia berlimpah,
Tidak perlu belerbihan dalam segala urusan,
Ini hanya halte sebentar,
Kita semua pasti dan sedang menuju mudik yg lebih hakiki,
Pulang pada pemberi kehidupan,
Dan sungguh tidak ada lagi tiket pulang-pergi
Kadang, cinta yg terucap dimulut tak benar sepenuhnya bermakna cinta. Kadang ia hanya semacam 'hal berbeda' yg harus byk disugesti agar tetap beda. Kadang, kata cinta yg kita ucapkan hanya sebentuk sugesti agar ia terlihat seperti cinta, agar kita berpikir kita sedang dalam cinta. Justru, terkadang cinta itu adalah ia yg tak pernah bibir mampu ucapkan. Justru ia adalah sesuatu yg telinga tak pernah dengarkan. Tak pernah terucap dan tak jua terdengar secara simbolis, namun ia tersimpan dalam dilipatan-lipatan paling dasar. Terjaga rapi, berkilau tanpa debu, terukir begitu apik, "CINTA"

Minggu, 16 Februari 2014

Tere Liye (2)


Selalu ada kesempatan kedua. Jangan khawatir.

Kesempatan untuk memperbaiki setelah kesalahan.
Kesempatan untuk kembali setelah keliru pergi.
Kesempatan untuk berbelok setelah salah langkah
Kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik setelah tertipu.
Kesempatan untuk berhasil setelah gagal.
Kesempatan untuk bahagia setelah tersakiti.


Selalu ada kesempatan kedua. Tinggal dilengkapi niat yang baik, serta sungguh2 berusaha. 



Selasa, 11 Februari 2014

Nasihat Teh Laili:

"Allah itu tidak pernah bosan, meskipun hambanya sering mengeluh, Allah tetap saja tidak pernah bosan mendengarkan hambanya. Justru Allah senang saat kita meminta padanya"

"Wanita itu adalah makluk yang paling mudah untuk masuk surga, tapi justru penghuni neraka terbanyak adalah wanita. Ada empat hal dapat membuat wanita masuk surga:
1. Menjaga solat
2. Puasa pada bulan Ramadhan
3. Patuh pada suami
4. Melindungi diri sendiri
Keempat hal ini, secara teori dia mudah, namun sebenarnya sangatlah sulit, apalagi poin ke3 dan ke4. 
Melindungi diri salah satunya dengan menjaga aurat. Orang yang menjaga aurat memang belum tentu lebih baik daripada orang yang tidak menjaga aurat. Tapi untuk menjaga aurat tidak perlu menunggu menjadi baik. Masalah siapa yang lebih "baik" antara wanita yang menjaga aurat dan wanita yang tidak menjaga aurat, itu urusan Allah untuk menilai. Yang pasti, menjaga aurat itu wajib. Yang pasti menjaga aurat itu perintah dari Allah"

Tanya : Teh, jika ada seorang wanita telah siap untuk menikah, kemudian datang melamar seorang lelaki yang baik agamanya, apakah lamaran itu harus diterima meskipun sang wanita tidak menyukai laki-laki tersebut?
Teh Laili : Baiknya diterima. Jika memang lelaki itu baik agamanya, baiknya jangan ditolak. Rasa sayang itu akan tumbuh seiring dengan perhatian dan waktu. Jadi, jangan menolak berdasarkan pandangan subjektif sendiri. Jika agamanya baik, sebaiknya diterima saja.

Tanya: Teh, Bagaimana kita bisa tau seseorang itu jodoh kita atau bukan?
Teh Laili : Istikharah itu harus dilakukan sampai menjelang akad dilaksanakan. Biasanya jika berjodoh akan diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah. Meskipun dijauhkan tapi tetap saja akhirnya ketemu, itu artinya jodoh. Namun, jika jalannya tidak diperlancar, misalnya sampe dilarang sama orang tua, wah itu sudah tanda-tanda.