Sabtu, 22 Desember 2012

seperti hari ini dan hari hari kemarin

Kita adalah dua wanita yang begitu kikuk. Kau dan aku, begitu kikuk saat-saat kita berhadapan dengan orang-orang yang kita sayang. Begitu kikuk saat kita mulai berhadapan dengan yang namanya persaan. Seperti hari ini, dan hari-hari sebelum ini. Kekikukan kita yang terkadang menyusahkan, namun terkadang menimbulkan banyak kesan mendalam.

Hari ini hari ibu. Hari untuk mengapresiasikan jasa-jasamu, kata mereka. Jutaan anak didunia merayakan hari ibu untuk malaikatnya. Jutaan anak mengucapkan dan mengekspresikan hari ibu. Tapi aku? Hari ini aku hanya terdiam menyimak dengan sejuta pandangan dan pikiran yang hanya terarah padamu. Aku merasakannya ibu, namun kekikukan yang kuwarisi darimu membuat aku kesulitan mengutarakan apa yang aku rasakan ^^

Maaf begitu keras kepala 

Gadis kecilmu ini memang selalu keras kepala, tak bisa dibantah, berjiwa kritis, tapi anehnya ia tak pintar mengungkapkan perasaannya. Aku ingat bagaimana tanggapanmu saat aku bersikeras untuk berpisah lagi dengan mu. Menuntut ilmu di pulau orang, meninggalkanmu lagi. Tapi kali ini tanah yang ingin kutempuh adalah tanah yang begitu jauh. Tanah yang selama ini kau dengar ditelevisi rawan dengan orang jahat. Tanah yang tak ada satupun sanak saudara kita, tanah yang bahkan kau sendiripun belum pernah menginjaknya, apalagi gadis kecilmu ini. Gadis kecilmu yang baru selesai bangku SMAnya  Saat itu kau menyatakan harapanmu padaku agar aku tak pergi terlalu jauh. “kuliah saja dibangka. Ambil akademi kebidanan. Jadi bidan disini.” Kau mengatakan itu dengan hati-hati. Tapi tanpa perlu waktu lama, kau menyerah juga. Terpaksa meridhoi keinginanku karena tentu saja kau satu-satunya orang yang paling paham betapa keras kepalanya gadis kecilmu. Sejak kecil, Gadis kecilmu ini memang tak neko-neko. Ia jarang meminta apalagi merongrong, namun ketika ia telah berkata “iya”, kau tau bahwa saat itu sangat sulit untuk menolaknya. Aku ingat dulu saat begitu repotnya kau ketika aku mulai merajuk saat kata “iya” ku kau tentang. Aku menolak makan, mengurung diri dikamar, tak mau berbicara pada siapapun, bahkan pada dirimu. Gadis kecilmu yang telah menunjukan keras kepalanya bahkan ketika masih hijau. Alhasil, kau harus menguatkan dirimu saat melepaskan kepergianku sendirian. Iya sendirian, tanpa seorang kerabat atau temanpun yang kau kenal. Tanpa bisa mengantarnya ketempat persinggahan disana. Tanpa tau dialamat mana harus kau cari ketika terjadi sesuatu pada gadis kecilmu. Melepaskan gadis kecilmu yang sebelumnya bahkan tidak pernah pergi keluar rumah sendirian ketika hari mulai gelap.

Maaf banyak membuatmu khawatir..

Aku ingat betapa terkejutnya aku saat tergopoh-gopoh kau merangkulku sambil menangis. Aku membuatmu khawatir. Hari sudah beranjak larut, tapi gadis kecilmu yang kabarnya akan pulang dari perantauan belum nampak batang hidungnya dirumah. Handphoneku tak bisa kau hubungi. Sementara jakarta adalah tanah yang begitu tak tergambarkan untukmu. Hampir larut tapi ia belum tiba dirumah. Ahh,, betapa aku membuatmu khawatir.

Maaf lebih sering tak berada disisimu

Waktu tumbuhku lebih banyak ku habiskan dengan temanku ketimbang dirimu. Bukan kau tak mau, tapi aku. Ketika kuutarakan niatku untuk bersekolah di SMA Pemali yang jauh darimu, lagi-lagi kau harus mendukungnya. Sebuah SMA dengan kehidupan asramanya. Sebuah SMA yang kau tau adalah SMA dengan kelas unggulan, tempat putra-putri terbaik bangka belitung berkumpul. Itu masa pertama ku berpisah denganmu. Saat hari dimana kau mengantarkanku keasrama, kita sangat kikuk saat berpisah. Tak ada tangisan haru seperti rekan-rekan yang lainnya. Aku biasa saja, kau pun begitu. Tapi rasanya ada kesunyian yang menyeruak saat kulihat mobilmu berjalan menjauh. Dan kau tau, malamnya aku tak bisa berhenti menangis, dan hari-hari berikutnya terasa berjalan begitu lambat. Masa-masa SMA, masa-masa tumbuh kembang yang lebih banyak kuhabiskan dengan teman-temanku, ketimbang dirimu.

Kita begitu kikuk

Kita selalu saja tak bisa mengungkapkan perasaan kita dengan benar. Terkadang saat rindu membuncah, aku menangis saat mendengar suaramu ditelpon. Saat itu terjadi, tanggapanmu selalu sama “ kau ngapo put? Kau sakit? Pening kepala yo? Sudah minum paracetamol?” ahh,, beginilah kita,,sangat kikuk

Saat hijau gadis kecilmu

Puput, itu panggilan kecilmu untukku. Saat ku tanya kenapa aku dipanggil puput, kau hanya tertawa kecil dan mengeluarkan alasan yang tak bisa kupahami. “Karena adikmu bernama pipit” itu saja alasannya. Karena memang sedari kecil kami seperti anak kembar. Padahal usia kami terpaut dua tahun. Tapi pertumbuhan pipit begitu cepat hingga terkadang banyak orang salah mengira bahwa ia adalah kakakku. Jadilah kami anak kembar, puput dan pipit. Kau pun sering mendandani kami seperti anak kembar. Baju dengan motif yang sama, model kunciran yang sama, sepatu yang sama,payung yang sama, boneka yang sama, ahh hampir semuanya sama. 

Terima kasih telah bangga kepadaku

Dulu aku begitu malu saat kau mulai menjadikanku sebagai bahan obrolan diantara teman-temanmu. “anakku yang bersekolah disekolah unggulan, anakku yang menang lomba ini, menang lomba itu, anakku yang kuliah di IPB, anak yang begini, anakku yang begitu” cerita yang sama yang kau ulangi berkali-kali kepada setiap orang. Ah aku malu ibu. Sungguh, gadis kecilmu ini bukan apa-apa. Tapi aku bahagia, usahaku membuatmu bangga, usahaku membuatmu bahagia.

Ada satu pesanmu yang selalu kuingat

Dulu setiap malam aku akan duduk didekatmu dan mulai bercerita tentang bagaimana hariku hari itu. setiap kali aku bercerita tentang kelakuan nakal temanku, kau selalu menasehati “puput dak boleh gitu yo, nakal tu namonyo” atau ketika aku bercerita bahwa hari ini ada anak yang menjahatiku, kau selalu menasehatiku “biarlah orang jahat samo kito, yang penting kito dak jahat samo orang”. Nasehat terakhir ini, nasehat yang merepotkanku. Misalnya, ketika aku mulai protes pada mereka yang bertindak sewenang-wenang padamu, kau selalu menggunakan nasehat itu untuk tidak membenarkan kelakuanku. Sesuatu yang saat itu tak bisa ku pahami. Tapi kemudian perlahan, nasehat itu dapat kupahami bahkan terakar dihatiku. Nasehat itu yang membuatku dapat memandang suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda. 

Seperti hari ini dan hari-hari sebelum ini

Kita berdua sangat kikuk. aku sangat kikuk. maaf tak bisa merangkaikan kata-kata indah untuk merayakan harimu. Maaf tak bisa bersikap romantis seperti anak-anak pada umumnya. Maaf tak bisa mengatakan bahwa aku mencintaimu. Walau tak pernah ku ucapkan, tapi rasa itu tak perlu kau ragukan. Jika harus kukatakan satu-satunya alasan untuk berdiri tegak, itu adalah dirimu. Jika harus kukatakan alasanku berkeras kepala meninggalkanmu, itu adalah untuk dirimu.

Seperti hari ini dan hari-hari selanjutnya

sekarang gadis kecilmu sudah hampir berumur 21 tahun. ia telah menapaki usia yang menyimpan banyak sekali perubahan. kau pun semakin menua, 56 tahun. Kumohon, tetaplah sehat dan tersenyum seperti biasa. Kau harus datang kebogor dan menyaksikan gadis kecilmu diwisuda. Kau harus mencicipi gaji pertamanya. Kau harus melihat karirnya berkembang. Kau harus ikut menyeleksi laki-laki yang memintanya menjadi istri. Kau harus mendampinginya duduk dipelaminan. Kau harus mencerewetinya saat gadis kecilmu hamil (seperti dulu kau melakukan itu ke kakak). Kau harus menemaninya melahirkan. Kau harus membantunya memandikan cucumu. Kau harus ada disetiap momen-momen pentingnya. Kau harus merasakan hasil jerih payahnya selama ini, karena semua itu untukmu. Karena semua tujuan ini adalah kebahagiaan dirimu.
 
Selamat hari ibu. Aku mencintaimu.



20122012


Hai hai, udh lama ga nge-blog^^
Ada beberapa cerita yang akan dirangkum dihari ini. Berhubung hari ini tanggalnya lagi bagus, 20/12/2012, hahaha..
1.       Tentang tanggal bagus
Belakangan tanggal bagus jadi perhatian kami. kami? atau memang justru gw yg baru tersadar bahwa setiap tahunnya akan bermunculan tanggal-tanggal bagus? Gw sendiri mulai meratiin tanggal bagus semenjak temen sekontrakan gw menyatakan impiannya untuk tanggal bagus. impiannya sederhana, pengen punya pacar. Kelamaan jomblo kali ya,hihihi. Bercanda ya jeng :P sebenernya ini impian yang lumrah aja, soalnya emng banyak kok kaum pria yg memanfaatkan momen tanggal bagus ini untuk menjalin cintanya. Salah satunya temen sekelas gw sendiri. Mas Eko sama Mbak Tami,hehehe. Dan kami kaum-kaum jomblo pun pada akhirnya sering bercanda tentang tanggal bagus ini. Misalnya saat 12.12.12 “eh 12.12.12 udh mau habis nih, masa ga ada yg mau nembak gw” atau “12.12.12, pengen punya pacar ih”. Tapi ini Cuma becandaan loh, ga beneran ngebet pengen punya pacar cuma gara-gara lagi tanggal bagus. enelan deh :P

2.       Bukan Razia, Uji Emisi Gratis
Judul diatas adalah kalimat yang dicetak di baliho biar kegiatan kami hari ini lancar. Yup, hari ini adalah hari ketiga kami, sebagian mahasiswa SIL , terlibat dalam prosedur teknis pembuatan baku mutu kualitas udara di Bogor. prosedur teknis ini dibagi menjadi dua jenis, uji emisi sama trafic counting. Kedua data ini nantinya akan disatukan untuk menentukan baku mutu kualitas udara bogor. gimana prosedur jelasnya gw juga kurang paham, tapi berdasarkan kuliah yang didapat dari pak arif, data-data dari uji emisi ini akan digunakan untuk menentukan faktor emisi kendaraan, konsumsi dan jenis BBM, serta kecepatan rata-rata. Sedangkan data dari trafic counting adalah berupa jumlah mobil yang melewati titik pengujian tersebut. trafic counting sendiri dilaksanakan dari pukul 06.00 pagi sampe pukul 21.00 malam. Pihak-pihak yang terlibat cukup banyak. Yg pertama ada dari BPLH,BKPP, dinas Perhubungan, Polisi, Bengkel-Bengkel (Nissan, Honda, Toyota), serta Mahasiswa. Dan sungguh kebanggaan bagi kami anak SIL atas kepercayaan pihak terkait untuk menyertakan kami pada kegiatan ini. Maklum, ini untuk pertama kalinya mahasiswa dilibatkan.
Pengujian pada hari pertama dan kedua mengalami sedikit hambatan, sehingga data yang terkumpul tidak memnuhi target (data yang terkumpul 700an dengan target 1000), alhasil di hari terakhir tersebut kami harus mengejar target awal (1500 kendaraan). Awal-awal berkutat dengan data-data yang harus dikumpulkan, gw sendiri agak kebingungan. Data yang harus dikumpulkan lumayan banyak dengan waktu sesingkat-singkatnya (sekitar 1 menit utk 1 kendaraan). Sempet berdebat sedikit juga sama Aris, hehehe maaf ya ris. Tapi seiiring dengan terbiasanya kami, alhamdulillah semua berjalan lancar dan target tepenuhi, target waktu yang malahan terlampaui loh. Ada banyak pengalaman dan ilmu di tanggal ini. Misalnya saja, nilai lamda dari pembakaran menunjukan mesin tersebut hemat bahan bakar atau tidak. Biasanya lamda yang berkisar antara 0.9 hingga 1 dikategorikan hemat bahan bakar. Tapi kalo diatas satu, itu tandanya mesin tersebut boros, nah kalo kurang dari 0,9 artinya miskin bahan bakar. Terus tentang mesin injeksi dan karburator. Kalo injeksi, pencampuran bahan bakar dilakukan secara injeksi baru kemudian di salurkan ke karburator, nah kalo sistem karburator sendiri pencampuran bahan bakar langsung terjadi dikarburator. Disini juga terjadi pencampuran udara. Kalo dari segi emisi, sistem injeksi lebih bagus. selain itu perawatan sistem injeksi juga lebih mudah, bisa dicolok kekomputer katanya (ini menurut penuturan mas” dari Nissan).
Ada cerita-cerita seru juga sih tadi. Ada pengacara yang malah marah-marah saat diberhentiin sama pak polisi. Sampe-sampe dia bilang pengen nuntut kami. ada juga kakek-kakek yang ga terima kalo mobilnya ga lulus uji emisi, tapi ada juga kakek” yang menyemangati kami “wah bagus, rasa nasionalismenya tinggi” begitu katanya. Dari kisah setengah hari ini rasanya sedikit mendapatkan gambaran tentang dunia kerja. Tentu saja semua harus dipersiapkan dengan matang, ya ilmu, ya mental, ya pengalaman. Sepulang dari uji emisi dijalan pajajaran, gw malah hujan-hujanan sama bang demos. Hari ini menyenangkan, meskipun harus izin kuliah seharian. 

3.       Ketelen mesin ATM
Kalo baca judulnya pasti ngirain kartu ATM gw ketelen sama mesin ATM. Ketelennya emang bener, tapi objeknya bukan kartu ATM. Kemaren sore, saat uang lagi seret”nya (maklum tanggal tua), gw ke ATM, narik uang pecahan 20 ribuan. Awalnya semua lancar. Namun, pada akhirnya kartu ATM gw keluar, tapi uangnya ga keluar. Pas dicek, saldonya berkurang *tarik nafas banget itu* bapak-bapak satpam disitu cuma bilang “untuk komplain, besok datang ke costumer cervis sambil bawain ATM, KTP, sama buku tabungan”. Akhirnya terpaksa gw Cuma narik uang 20.000 buat makan *gigit jari*. Insya Allah besok ngurusin ke banknya deh

Sabtu, 08 Desember 2012

amanah...


      Sungguh, ingin sekali, merasakan kembali atmosfer seperti setahun atau dua tahun silam. Berkeringat, berpeluh, berpusing, menghabiskan waktu dan disibukkan dengan sesuatu yang bernama ‘amanah’. Mengurangi waktu tidur, memundurkan waktu nge-laporan, menunda untuk bergosip atau tidur-tiduran untuk sesuatu yang bernama ‘amanah’. Iya, sesuatu yg bernama ‘amanah’ dimana tak sepeserpun kita dihargai dengan rupiah, tapi nilai kepuasaan yang tiada terkira saat tujuan kita bersama tercapai.

      Hanya untuk sekedar berkata ‘iya’. Berat sekali rasanya. Bukankah ‘iya’ adalah pertanda kita siap dengan segala konsekuensinya? Bukankah ‘iya’ pertanda kesediaan yang menimbulkan sejuta harapan yang harus diwujudkan? Bukankah kata ‘iya’ adalah sebuah amanah yang harus diemban, dan bukankah amanah itu sesuatu yang akan Ia mintakan pertanggungjawaban? Sungguh, butuh pertimbangan yang tak sedikit untuk berkata ‘iya’.

       Bukan tak peduli, Bukan. bukan tega sekali, bukan. sungguh bukan. namun ada kondisi yang harus diperjuangkan. Ada sekelumit urusan yang harus diperbaiki. Dan, ada harapan mereka yang begitu besar hingga output pada diri pribadi lebih diprioritaskan.

       Maka, menjadi tak tamak dengan semua ‘jadwal’ ini adalah keputusannya. Jika ada yang lebih mampu dalam segala hal, pilihlah. Insya Allah tujuan dan harapan kalian tak akan pudar sedikitpun. Mohon maaf atas segala kekurangan dan ketakberdayaan^^

Sabtu, 01 Desember 2012

Yang Berkaca Mata


Hari ini, sama seperti hari-hari sebelumnya
Duduk menunggumu menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan
Duduk dengan ear phone bertengger dikedua telinga
Mengayunkan kaki sambil bernyanyi riang
Menunggu mu terlihat oleh kedua mata
Sekadar hanya untuk melihatmu dari kejauhan
Menunggu untuk melihatmu dari kejauhan
Kemudian pulang dan hari berganti menjadi esok

Aku berharap kegiatan menunggu ini akan terus ada
Namun
 Bukan seperti ini lagi
Tapi menunggumu pulang kerumah
Aku  dengan secangkir teh hangat disore hari dan seulas senyum untukmu yang telah halal
Ahh,, malunya ketika ku akui harapanku
Bolehkah aku berjuang untuk memantaskan diriku
Duhai kau yang berkaca mata

 *tulisan ini murni iseng tanpa maksud apa-apa^^

Dosen Pembimbing Skripsi!!!!!!


      Seperti biasa, saya hampir selalu menjadi orang terakhir yang akan menjatuhkan pilihan saat berada pada kondisi harus memilih. Kali ini pun begitu. Hari ini tanggal 29 November 2012, pagi hari yang cerah pukul 06.53. sebagai mahasiswa teknik sipil dan lingkungan IPB semester 5, kami diarahkan untuk mulai memikirkan skripsi dari detik ini dan langkah awal tersebut adalah memilih dosen pembimbing skripsi! Jika berbicara tentang pilih memilih, saya lah orang yang selalu menggalau. Begitu banyak pertimbangan, begitu mudahnya menerima masukan, dan parahnya begitu mudah meng-iya-kan masukan. Pada akhirnya? Kebingungan sendirian, hahaha.

    Subbidang di departemen kami ada empat bagian yakni teknik struktur dan infrastruktur, teknik geomatika, teknik sumber daya air, serta teknik lingkungan. Pada awalnya, saya lebih condong ke teknik struktur karena memang saya lebih suka berpusing ria dengan sekumpulan angka yang memelas untuk dianalisis dari pada berhadapan dengan serentetan kata-kata rumit yang berjubel-jubel. Namun, karena sesuatu dan lain hal yang saya tidak bisa katakan itu apa, akhirnya minat yang satu ini saya putuskan sebaiknya untuk tidak diambil.

      Sejak hampir seminggu yang lalu saya berdiskusi denagn senior, temen sekelas, serta keluarga. Hasilnya? Tambah pusing dan galau. Rumit sekali,hahaha. Namun, pusingnya ini menghasilkan gambaran-gambaran baru dan mengeleminasi beberapa pilihan serta menguatkan pada dua pilihan, yakni teknik geomatika dan teknik sumber daya air.

     Memilih antara teknik geomatika dan sumberdaya air ini cukup membuat jiwa saya berdebat panjang. Riweh ya, iya memang. Dan seperti itulah saya. Sepanjang apapun waktu yang tersedia untuk memutuskan sebuah pilihan, pada akhirnya keputusan itu baru akan saya dapatkan pada detik-detik terakhir. Sebenarnya lebih tepat dikatakan bahwa saya terpaksa menetapkan pilihan lantaran waktu yang sudah tak ada lagi. Dan pada pagi ini, hari terakhir pengumpulan formulir dosen pembimbing skripsi, saya menetapkan sebuah pilihan, TEKNIK GEOMATIKA. Fuuuhhhh,,, lega juga. Saat menuliskan pilihan saya ini, saya berdoa agar Allah memilihkan pilihan yang terbaik menurutnya dan semoga pilihan Allah itu bersesuaian dengan pilihan saya.

     Berada dalam atmosfer semangat yang menggebu untuk mengejar ketertinggalan selama ini. Sadar sekali diri ini bahwa tiga semester terkahir benar-benar kacau balau. Tiga semester telalui, tapi rasanya ksong melompong isi otak,hahaha. Baiklah, sudah saatnya untuk kembali serius pada masa depan. Menyingkirkan hal-hal yang tak terlalu penting untuk difokuskan dan mendapatkan apa yang seharusnya dimiliki seorang calon insinyur. Yipppiii,, apapun hasil pemilihan hari ini, pastilah itu yang terbaik, karena itu, cukup maksimalkan. Bismillah.. teknik geomatika

****

ketika tulisan ini dibuat paginya hingga siang saat nyerahin formulir tersebut ke Ibu peri ( ibu UPT kami) perasaan masih tenang-tenang aja, namun tiba-tiba kegalauan menghampiri. seperti ada ketidakrelaan harus melepaskan Prof Budi dari pilihan. saking galaunya, temen saya sampe bilang saya anak ababil -_- cuma bisa diem pas dia bilang begitu, karena itu memang benar,hahaha

setlah pertempuran hati yang panjang, akhirnya tetep berada pada pilihan yang semula, Pak Yanuar teknik geomatika. ternyata yang milih pak Yanuar banyak banget. sekitar 10 orang yang ketauan, yang ketauan loh. dari sepuluh ini, cuma diambil 4 orang untuk menjadi bimbingan beliau dan dari bersepuuluh itu, saya perempuan satu-satunya. anak-anak cewek dikelas pada ngambil apa ya? bingung juga. 
besoknya,temen-temen yang milih pak yanuar pada nepok jidat sambil bilang " aduuuhhh" pas tau saya juga milih pak yanuar. ga ngerti juga itu maksudnya apa,hahaha..

well, pilihan udh dijatuhin, apapun hasilnya nanti, insya Allah yang terbaik. cukup maksimalin aja deh 

Kamis, 29 November 2012

Tarrraammm...tampilan baru><

lucu kan ya?hahaha.. senengnya ngeliat tampilan baru si 'cerudik seperadik',hehehe

untuk itu tak lupa gw ucapin terima kasih buat Ce yg udah ngajarin ngotak ngatik tampilan blog (maklum yg punya blog tadinya gaptek banget). jeongmal gomawo chingu><

kenapa templatenya naruto? jawabannya cuma satu, karena gw penggemar naruto!! kenpa suka naruto? karena gw 'diracuni' kakak gw sama anime dan manganya hampir setiap hari,hahaha..

postan yang satu ini emanga rada ga jelas.harap maklum^^

insya Allah nanti mau cerita sedikit tentang gimana galaunya hari ini saat nentuin dosen pembimbing skripsi.

SKRIPSI????? WOOOOOWWW... bismillah cepet lulus, cepet kerja, cepet bahagiain orang tua, trus cepet nikah juga,khekhekkhe,,,

Sabtu, 24 November 2012

10 Muharam

Selamat malam, sekarang tanggal 24 November 2012 dini hari atau bertepatan dengan tanggal 10 Muharam^^

Saya punya sedikit cerita yang didapat hari ini dari Mbak Laili tentang Muharam, terutama tanggal 10 Muharam. hari ini , tanggal 10 Muharam kita dianjurkan untuk berpuasa sunah Asyura sebagai tanda syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. puasa tanggal 10 Muharam ini dimulai sejak zaman nabi Musa sebagai bentuk tanda syukur atas terbebasnya nabi musa dan kaumnya dari kezaliman Firaun. jadi dulunya puasa ini telah dilakukan oleh bani israil, namun kemudian Rosulullah kita pun mensunahkan hal tersebut. puasa bulan muharam ini dapat dilakukan dengan 4 opsi, yakni puasa dari tanggal 9 hingga 11 Muharam, 9 dan 10 Muharam, 10 dan 11 Muharam, atau ditanggal 10 Muharamnya saja. keutamaan dari puasa ini adalah dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lewat.

Ada beberapa mitos tentang 10 Muharam (mitos ini hanya bahasa yang saya gunakan karena hal tersebut belum jelas sumbernya^^). 10 Muharam adalah tanggal dimana nabi Ibrahim dilahirkan. selain itu ditanggal ini nabi Nuh As beserta kaumnya juga diselamatkan dari banjir besar dengan perahu jumbonya oleh Allah SWT.

Bulan Muharam sendiri disebut sebagai bulan yang baik setelah bulan Ramadhan untuk berpuasa. selain itu bulan ini juga disebut sebagai  bulannya anak yatim sehingga sangat baik jika temen-temen berniat memperbanyak sedekah kepada anak yatim. Allah juga melarang kita untuk berperang pada bulan Muharam!! bangsa Yahudi paham betul tentang larangan ini, namun sangat memprihatinkan sekali bangsa palestina sekarang sedang (lagi-lagi) menjadi bulan-bulanan mereka. 

dibulan yang baik ini, semoga saya dan kita jadi lebih baik lagi. datar banget ya pengharapannya,hahaha. baiklah, saya sudahi dulu. jangan lupa berpuasa besok yaaa

kamar kontrakan
24 November 2012
00:49

Senin, 19 November 2012

Sedikit Memutar Memori (1)


“Ini bogor, dan ini november. Hujan yang menjadi akrab disetiap sore kita.” Ini status yang saya tulis di fecebook hari ini. Satu komentar muncul, dari kakak perempuan saya “ini gang merpati, dan ini dekat pantai. Angin kencang menjadi akrab dengan kita setiap kali hujan (gak kalah saing)”. Kontan saya tertawa membaca komentarnya. Hujan, kontrakan sepi, dan dingin. Perasaan saya reflek mengalir sangat deras. Dan tentu saja semua tertuju untuk mereka dirumah, ditanah kelahiran saya, gang merpati, Koba, Bangka.

Gang merpati, itu adalah nama gang rumah kami. Sebuah rumah berukuran besar yang dibangun pada tahun 1986 (kalau tidak salah). tak sampai seratus meter dibelakang rumah kami terhampar lautan luas dengan pernak-pernik khas pantai seperti sungai, pohon bakau, pohon kelapa yang menjulang tinggi, pasir putih, serta tumbuhan-tumbuhan pantai yang saya sendiri tidak tahu namanya. Rumah ini dibangun saat bapak dipindah tugaskan ke koba (bapak adalah seorang polisi). Ketika membangun rumah ini, hanya ada sekitar lima rumah disini. Sepi, hutan lebat, seram. Kenapa seram? Ditahun itu, masih banyak penyamun yang berkeliaran dimalam hari. Auman serigala masih sering terdengar. Cekikikan kuntilanak masih sering dijumpai, maklum pohon berukuran besar banyak tumbuh disekitar situ. Gang merpati, koba, belum tersentuh pembangunan apapun.

Keluarga kami pindah dari belinyu ke sungailiat, kemudian ke pangkalpinang dan terakhir menetap di koba. Bapak pun menghabiskan masa jabatannya di koba, dan saya serta seorang kakak dan seorang adik saya dilahirkan di koba. Koba, tempat yang selalu saya rindukan walau dimana pun kaki melangkah. Sesuatu yang selalu saya banggakan dari tanah kelahiran ini adalah langit malamnya yang hitam pekat dengan hiasan jutaan bintang-bintang membentuk konstelasi. Orion di bulan februari dan scorpio disekitaran agustus akan tampak bertengger di atas kepala saat malam mulai menjelang. Tiupan angin laut, deburan ombak, dan gemerisik daun-daun kelapa yang dipermainkan sang angin, perpaduan yang sungguh sempurna. Kalau kau beruntung, kau akan melihat gesekan batu luar angkasa yang mengkilat berapi di atmosfer, yang biasa orang sebut sebagai bintang jatuh. Bangunlah diwaktu subuh, dan menengoklah keluar rumah! Udara dingin dan segar dengan deburan ombak yang tenang. Langit masih tampak gelap dengan bulan yang masih bertengger dan setitik cahaya yang terang di sebelah barat, itu lah dia planet venus. Tak kalah saingnya, kokok ayam dan suara mengaji pak burhan dari mesjid menambah syahdunya waktu subuh ditanah kelahiran saya.

Rumah-rumah di tanah kami dibangun tak saling rapat. Disebelah kanan rumah saya terdapat dua pohon rambutan yang berukuran besar, tiga pohon jambu air, beberapa pohon kelapa, satu  pohon coklat, dan beberapa batang salak. Disebelah kirinya dulu kami (pemuda-pemuda di gang merpati) buatkan sebuah lapangan badminton untuk tempat bermain santai atau malah menjadi lapangan bertanding saat tujuh belas agustusan tiba. Selain itu terdapat juga dua batang rambutan disana. Di depan rumah juga masih terhampar lapangan yang cukup luas untuk arena bermain kami saat kecil. Dibelakang rumah? Jangan ditanya. Bermacam pohon yang sengaja ditanam atau pun yang secara alami ada disana.

Saya jadi ingat, dulu sewaktu kecil, hari minggu pagi adalah hari berkebun kami. Saya, adik, dan abang akan pergi kebelakang rumah untuk berkebun. Kami merumput, menanam cabe, bengkoang, ubi, singkong, semangka, tomat, dan banyak macam. Terkadang kami menyalakan api dan membakar ubi disana. Kami makan dengan wajah berkeringat dan berlepotan terkena arang hitam hasil pembakaran kayu. Kami berkebun sampai matahari mulai naik keatas, merelakan tayangan film kartun di pagi hari minggu. Sepulangnya dari kebun, hidangan makan siang telah tersedia. Terkadang lempah kuning ikan (makanan khas bangka) dengan sambal terasi dan lalapannya, atau malah masakan kepiting bersantan dengan daun singkong.

Bagaimana dengan sore harinya? Jika hujan turun, saya dan adik saya mulai kegirangan. Memasang wajah memelas dan mulai merayu ibu saya agar diperbolehkan mandi air hujan. Sesekali beliau merelakan, sesekali beliau melarang. Jika ia mulai melarang, sebagai gantinya beliau akan memutar tape kami, menyalakan speaker dan mic, mulailah kami berdua akan bernyanyi secara bergantian. Meisyi adalah artis idola kami saat itu. kebiasaan bernyayi ini masih ada sampai saya dewasa. Maaf ya buat temen-temen sekontrakan yang terganggu dengan suara merdu saya, dan anak-anak karate yang tadi malem numpang rapat malah jadi pendengar setia konser kamar saya, hahaha. Lain ceritanya saat ibu merelakan kami bermain air hujan. Kami akan berlari ke ayunan di depan rumah. Terkadang kami membawa serta anak kucing yang kami pelihara untuk main bersama. Kucing kedinginan, kami kedinginan, semua tertawa terbahak. Bermain ayunan ditengah derasnya hujan yang turun. Alhamdulilah, hujan dibangka tak seperti dibogor, sangat jarang terlihat kilatan petir dan suara guntur. Saat hujan tak turun sore itu, kami akan berkumpul dihalaman depan rumah untuk bermain. Banyak macam permainan, main karet, main rumah-rumahan, main petak umpet (kami biasa menyebutnya sembunyi gong), main kelereng, main sepeda, main tamat (saya kurang tau bahasa indonesianya apa), main kejar-kejaran, caklingking, balon, rumah tanah, banyak macam lagi. Terkadang kami berkelahi, menangis, pulang kerumah, namun besoknya bermain bersama lagi.

Jika matahari menjadi terlalu terik, ibu akan melarang kami bermain diluar. Maka sebagai gantinya, saya, abang dan adik saya akan tidur-tiduran diruang tamu sambil membaca komik. Sebuah hobi yang sampai sekarang tak bisa lepas dari saya. Conan, dragon ball, doraemon, sinchan, donal bebek, bebapa komik pertarungan lainnya yang saya sudah lupa judulnya bertebaran disetiap sudut rumah kami. Jika anak-anak kebanyakan diluar sana akrab dengan majalah bobo, saya akrab dengan komik dan beberapa buku SMA kakak saya yang mengambil jurusan kesehatan (hal ini lah yang kemudian membuat saya pernah terobsesi untuk menjadi dokter).

Saat magrib mulai menjelang, kami terburu-buru pergi kemesjid dengan menyandang Alquran. Selepas magrib, kami akan mengaji dirumah pak Asmadi, guru mengaji kami.  Pada mulanya, kami belajar mengaji dirumah. Saat program TPA masuk kemesjid kami, kami dengan girangnya belajar di TPA. Belajar mengaji, hafalan doa dan surat-surat pendek, belajar solat yang benar, menyanyi, menggambar, bermain, sungguh menyenangkan. Kami menyelesaikan TPA sampai kami diwisuda dan selanjutnya melanjutkan mengaji dirumah pak asmadi. Rutinitas mengaji disana setiap malam saya lakukan sampai pada akhirnya saya harus berpisah dari orang tua karena saya mendapatkan beasiswa full untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di pemali, sungailiat. Disana kami diasramakan. Sebuah asrama yang banyak mendidik dan menggojlok mental saya, subhanallah.

Sejak kecil saya dibesarkan bersama kakak laki-laki saya. Kakak perempuan saya saat itu harus menempuh pendidikan di sungailiat sehingga ia sangat jarang dirumah. Namun sesekali saat ia pulang kerumah, saya sangat senang karena ia sering membawakan kami jepitan rambut atau ikat rambut yang lucu-lucu. Ia juga sering mendandani rambut saya yang panjang sebahu. Saat ia ada dirumah, saya selalu pergi sekolah dengan gaya rambut baru yang terkadang membuat sebagian orang dewasa menjadi sangat usil dengan mencubit pipi atau menarik ikatan rambut saya. Atau malah teman laki-laki dikelas yg menjahili saya. Saya ingat dulu sewaktu masih TK, saya selalu bersembunyi dibalik baju ibu saat melewati sebuah rumah. Saya takut bertemu denagn seorang kakak yang sangat suka mencubit pipi dan menarik hidung saya dengan gemasnya sambil memanggil saya susan. Padahal sangat jelas nama saya dian. Dia bilang saya lucu dan cantik seperti boneka susan, saya jadi malu,hahaha.

Ahh,, saya masih ingin bercerita banyak hal. Masa-masa kecil yang indah dan membuat kangen. Alhamdulillah penuh syukur atas karunia keluarga yang begitu hangat dan berkecukupan. Kami memang hidup tak melimpah, saya tak tau apa itu mall, dufan, video game, PS, boneka barbie dengan seperangkat rumahnya, bioskop, atau apalah hiburan orang-orang kota pada umumnya. Saya dibesarkan dengan cara sederhana, ditempat yang sederhana, tapi dengan cinta yang berlimpah.

Gang merpati sekarang memang tak sepenuhnya seperti dulu lagi. Pembangunan dikoba sudah cukup meningkat. Bahkan, kemarin saat saya pulang ke tanah kelahiran, saya sempat bingung menemukan gang merpati kami. Ada banyak perubahan disana. Rumah-rumah sekarang menjadi lebih rapat, ada banyak tetangga-tetangga yang tak saya kenali muka dan namanya. Gang merpati ramai. Auman serigala dan cekikikan kuntilanak berganti dengan dentuman DVD yang dipasang dirumah-rumah. Antara senang dan sedih, ntahlah. Pembangunan memang seprti ini, menyisakan kenangan dan memupuk harapan. Tapi satu hal yang masih selalu saya banggakan dari tanah kelahiran ini, atmosfer malam hari yang benar-benar syahdu. Saya berharap, langit kelam dengan suasana syahdunya masih akan tetap ada sampai nanti saat tangan saya telah digandeng oleh seorang ksatria cahaya ( cieeee,hahaha). Saya ingin menunjukan ini semua padanya. Saya jadi malu lagi ini,hahaha.

Sekarang hujan di bogor telah reda. Tulisan ini saya akhiri dulu.
Kamar kontrakan, dramaga bogor
Hujan, sepi, dingin
18 november 2012, 16:39


Kegalauan di Dua Pertiga Malam


Saat ini tengah malam. saya terbangun dari tidur lantaran belum solat isya. Ternyata temen-temen dirumah masih belum tidur. Sehabis solat, salah satu temen saya agak syok saat dia mengaduk-ngaduk facebooknya dan menemukan kabar seorang kenalannya telah meninggal. “padahal kemaren gue liat dia masih seger, sehat walafiat, ga kenapa-napa”, ujarnya kaget. Saat itu saya terkesiap dan teringat kembali pada hakikatnya maut. Tak kenal kondisi, tak kenal apapun. Jika sudah saatnya, ia akan datang menghampiri. Dan kita ga bisa nawar walau cuma satu detik!! Maut ini pasti datang kesemua yang bernyawa dan sayangnya kita tak pernah bisa memprediksi. Sungguh, ketika Ia kembali mengingatkan akan hakikat manusia ini, seluruh tubuh merinding.

Pertanyaan yang menyertai seketika itu adalah “apa yang akan dibawa nantinya?”. Dan serentetan perenungan menghujani, tentang untuk apa sebenarnya hidup yang saya jalani ini. Setiap pagi terbangun, mandi dan pergi kuliah, belajar dan tertawa, kemudian pulang dan berkutat dengan tugas, saat waktu aktif tubuh telah hampir lewat, mata kembali tertutup untuk menyambut hari esok. Beginilah setiap harinya. Tanpa menemukan arti yang cukup berarti. Waktu-waktu seperti ini terus menerus berlalu hingga tanpa sadar nantinya waktu akan habis *merinding lagi*.

Sebenarnya apa yang dicari dari kisah hidup yang singkat ini? Sering kali kita, khususnya saya sendiri, masih mengahbiskan waktu untuk berpusing-pusing ria dengan urusan hati yang fana atau biasa kita menyebutnya galau. Sering kali termenung bahkan merasa sedih untuk sebuah rasa yang sudah jelas jawabannya. Rasa yang ga halal saat ikatan belum Ia ridhoi!! Dan sepengamatan saya, inilah fenomena generasi kita sekarang, menjadi galau saat urusan hati yang berbicara. Efeknya bahkan membuat banyak hal terbengkalai lantaran disibukkan dengan aksi mengutarakan kegundahan hati di akun-akun sosial (padahal yang digalauin belom tentu baca dan peduli -_-“) sampai aksi bunuh diri (naudzubillah). Galau berhari-hari. Padahal, sekali lagi, tanpa disadari waktu terus berjalan dan akan segera berakhir.

Apa sebenarnya arti dari hidup ini? Sering saya dengar, hidup ini tak lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Mempersiapkan bekal untuk hari akhir. Waktu yang ada, pagi hingga malam kemudian pagi dan malam lagi tak lain dan tak bukan untuk beribadah kepada-Nya. Tentu saja pendangan beribadah ini tak boleh terlalu sempit. Beribadah bukan hanya kegiatan berdoa, solat, membaca alquran dan sejenisnya, namun pergi kuliah, makan, tidur juga merupakan ibadah saat semua itu dilakukan dengan tujuan untuk-Nya. Lalu bagaimana dengan aksi galau. Menurut saya, aksi galau juga ibadah, saat galau tersebut adalah merasa resah hatinya ketika jauh dari ridho-Nya ^^. Untuk galau masalah hati terkhususnya galau pada urusan lawan jenis yang tak halal, tentunya kita sudah tau jawabannya. Semoga kita tak hanya sekedar tau, tapi juga memahami.

Beginilah ke’galau’an malam ini. Ia mengingatkanku di dua pertiga malam ini tentang sebuah kewajiban makhluk ciptaan-Nya. Segala ambisi ambisi dunia, segala kesenangan kesenangan fana, segala harta dan titipannya, segalanya,menjadi tak berguna saat hanya selembar kain kafan yang kita bawa pada akhirnya. Manfaatkan waktu sebaiknya duhai diriku dan sahabatku. Mulailah dari hal kecil. Hanya dari hal kecil, semisalnya solat tepat pada waktunya dan tentu saja mengkhusukannya, ibadah-ibadah sunnah yang mudah (solat duha, tahajud, puasa senin kamis), bersedekah walau hanya seribu rupiah perhari (sama sekali tidak akan membuat kita jatuh miskin),  dan meluruskan setiap niatan dari kegiatan keseharian kita. Dari hal yang sederhana ini namun sering kali kita lalaikan. Dan semoga Allah selalu mengajari dan mengingatkan kita pada kebaikan. Hingga kesempurnaan sebagai seorang muslim dapat kita raih bersama. amin

Semoga bermanfaat sahabat. Dan jangan lupa berpuasa pada hari ini dan esok hari, puasa tanggal 8 dan 9 Djulhijah >0<