Selasa, 31 Januari 2012

Kenapa nulis blog?
Sebenernya saat bikin blog ini, gue cuma sekedar iseng aja. Kebetulan semenjak masuk kampus, gue disuruh nulis seratus impian, dan salah satu impian gue adalah ini, punya blog yang aktif. Kebetulan juga gue suka nulis, apalagi kalo hati lagi ga enak buat senyum. Alhasil mumpung sekarang lagi libur satu bulan dan kebetulan lagi ada modem yang nganggur dirumah, ya Alhamdulillah mimpi yang satu itu bisa terwujud. Semalem gue baru nonton kambing jantannya Raditya Dika. Iya itu emang telat banget tapi tetep ga ngurangin esensinya. Dari situ gue bener bener pengen terus ngelola blog ini. Gue sadar kalo tulisan tulisan di blog gue ga ada yang baca. Atau bahkan parahnya yang ngebuka blog gue aja ga ada walaupun alamat blog ini gue cantumin di fb sama twitter. Tapi ga masalah, blog gue dibaca terus ada yang suka, itu cuma sebuah efek samping, lebih sukur lagi kalo bisa kayak Raditya Dika atau penulis penulis lainnya, tapi tujuan gue sederhana aja, gue pengen punya jejak. Minimal sebagai hiburan saat gue udah tua nanti. Pasti nanti lucu ngebaca tulisan tulisan diblog ini. Disini akan ada sedikit gambaran tentang betapa labilnya jiwa muda gue, betapa melankolisnya kepribadian gue, betapa kuatnya jiwa pembrontak gue, betapa dahsyatnya semangat semangat gue, dan suatu saat hal yang gue tangisin sekarang adalah sesuatu yang bakalan gue ketawain dimasa tua sambil bilang “kok dulu gue bego banget ya”.
Dibalik tujuan itu , pasti ada manfaat tersiratnya. Salah satunya melatih gaya menulis. Semenjak SMA, gue ngerasa udah nemuin gaya menulis gue, hanya terkadang masih ngerasa belum terasah dengan baik. Harapannya dengan pematangan gaya menulis ini, suatu saat mimpi gue buat nerbitin buku bisa kewujud. Bisa jadi kayak Andrea Hirata amin deh.
Mungkin blog ini hanya hal kecil dan masih sangat jauh dari tujuan utama gue. Mungkin isinya ga bener bener bermanfaat seperti tujuan hidup gue. Gue sadar, diri ini, langkah ini, blog ini, masih jauh dari kata bermanfaat. Tapi semoga hal kecil, cerita cerita kecil tentang kelabilan  gue bisa diambil hikmahnya. Oya, mumpung belum terlalu jauh, gue mau minta maaf kalo nantinya ada pihak pihak yang merasa tersinggung apalagi tersakiti. Ga ada niat buat kearah sana. Apa yang gue tulis, itulah kejujuran hati gue yang paling dalam, itulah sudut pandang gue tentang hidup. Ga ada niat untuk menyakiti siapa siapa bahkan tujuan sebenarnya adalah harapan harapan diatas. Sebuah kalimat dari dunia yang sempat Allah anugerahkan buat hidup gue “ Siap Cerdas Semangat Bermanfaat yaa” kata “Semangat”nya gue tambahin sendiri karena kata ini punya maknaan yang dalam, multifungsional seperti sebuah senyuman dan dapat diterima semua orang dalam keadaan apapun.  Oke sekian dulu, dari tanah kelahiran tulisan ini dibuat, semoga maknanya tersampaikan sampai kepelosok dunia.
Koba, 30 Januari 2012

Senin, 30 Januari 2012

"Allah, jadikan aku hambamu yang cukup pintar untuk melihat semua keputusan-Mu pada hidupku dari sudut pandang yang indah"

Minggu, 29 Januari 2012


Ku Kira Akulah Orang yang Paling Mengerti
Ku kira akulah orang yang paling mengerti
Tapi ternyata aku satu satunya orang yang tak mengerti
Bahkan ketika senja telah datang
Aku tetap satu satunya orang yang masih berdiri ditempat yang sama
Mencoba mengerti tapi tak pernah mengerti.
Ku kira selama ini aku melindungi
         Ternyata aku hanya lah orang yang selalu dilindungi
         Saat pegangan itu terlepas pun aku hanya dapat meronta dalam isak hati.
Ku kira kaulah orang yang mengerti
Tapi sama seperti pagi dahulu, aku tak mengerti bahwa kau tak mengerti.
Ku kira kita telah sama mengerti
Tapi ternyata hanya akulah yang tak mengerti
Bahkan ketika senja telah datang
Aku tetap yakin kau mengerti padahal akulah orang yang tak mengerti bahwa kau tak mengerti.
Kukira selama ini aku melindungimu
Tapi ternyata aku lah yang selalu kau lindungi
Bahkan saat pegangan itu terlepas
Aku tetap berharap kau lindungi tanpa pernah bertindak melindungimu.
Ku kira kita telah sama melindungi
Tapi ternyata akulah satu satunya orang yang tak pernah melindungi
Bahkan saat senja datang
Aku tetaplah orang yang tak pernah mengerti bahwa aku tak akan bisa lagi melindungi.
“ kata kata yang tak pernah terucap, semua perasaan yang terlewatkan, emosi emosi yang tak tersampaikan, baiknya jika semua bisa kujelaskan hanya dengan menatapmu disepanjang senja, kan ku relakan semua senjaku bersamamu”

Rabu, 25 Januari 2012

Menulis Sebelum Lupa

Sedari SD, kita  selalu dibiasakan untuk menulis. saya ingat dulu guru SD saya selalu menyuruh kami  menulis ulang kalimat-kalimat yang ada dibuku pelajaran atau minimal menulis apa yang ia tulis dipapan tulis. Kebiasaan ini dengan suka rela saya tekuni sampai kelas 6 SD. Namun saat saya SMP, saya mulai merasa bahwa semua ini sia-sia. Untuk apa menulis sesuatu yang secara jelas sudah tercantum di dalam buku, maka semenjak SMP saya berpikir lebih efisien untuk sekedar mendengarkan penjelasan guru tetapi tetap menuliskan hal-hal yang memang tidak disajikan dibuku pelajaran. Namun saat menginjak SMA, saya tidak lagi merasa catatan itu perlu, saya lebih mempercayakan semua hal yang saya dengar pada otak saya untuk merekam semuanya. Padahal cara ini tidak murni 100% berhasil karena ternyata otak manusia, khususnya otak saya ,menemukan kesulitan dalam mengingat kata-kata yang sulit, misalnya seperti istilah-istilah asing. Saat saya kuliah, saya dianjurkan untuk menuliskan semua  mimpi-mimpi  saya. “Tuliskan seratus impianmu dan tempatkan ditempat yang bisa kamu lihat setiap waktu”. Dulu saya pernah melakukan hal ini, namun hanya sebuah impian. Impian ini selalu saya tulis dimana pun, dibuku pelajaran, buku catatan, diary, kertas bungkus makanan, diatas meja belajar, dipohon,  bahkan di buku pinjaman   perpustakaan. “OSN, BISA, PASTI BISA, HARUS BISA”. Efeknya apa? Setiap kali membaca tulisan ini, seluruh darah saya seperti berkumpul dikepala, se-lemas, se-ngantuk, se-lapar,bahkan se-galau  apapun saya saat itu, saya tidak akan berhenti berjuang untuk mimpi itu. Bahkan saat membacanya, rasanya seluruh sel-sel tubuh meneriakkan kalimat itu, sampai membuat mata berkaca-kaca. Ini serius bukan sebuah ke-lebay-an. Ini lah dahsyatnya kekuatan sebuah tekad, membuat dirimu kuat berkali-kali lipat dan tekad ini butuh yang namanya pengisian ulang. Nah tulisan mimpi itulah yang selalu membangkitkannya. Selalu mengingatkan bahwa ada sebuah impian yang harus diwujudkan, yang selalu menjadi cambuk saat saya mulai 3M (Menunda, Mengeluh, Menyalahkan).
Selanjutnya setelah sedikit saya amati, ternyata dengan menulis banyak mengantarkan orang pada puncak kesuksesan, minimal menghantarkanmu pada ajang-ajang berkelas nasional. Bahkan seorang mahasiswa pun diwajibkan menuliskan penelitiannya dalam bentuk skripsi, tesis atau disertasi. Itu artinya sebuah tulisan memegang peranan penting. Saya ingat, sejak dulu saya sering mengaku suka menulis, tapi pada kenyataannya saya jarang menulis. Alasannya mudah “ga ad ide, ga tau mau nulis apa, ga punya bahan tulisan” atau kebiasaan saya lagi, saya punya ide, sudah penuh dikepala, tapi begitu sulit untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan, padahal saya mengaku suka menulis. Kesulitan yang ditemui saat menulis memang beragam, ada teman saya yang bisa menulis apa yang dia pikirkan dengan cepat, tapi kalimatnya amburadul, tidak ada keterkaitan satu dengan yang lainnya, ada yang bisa menuliskannya dengan bagus diawal tapi mampet sampai tengah alias endingnya ga ada, nah kalau saya sendiri, saya sulit untuk memulai sebuah tulisan, bingung harus menulisnya dari sebelah mana, tapi saat saya telah menemukan awalan yang baik, maka berikutnya lancar dan mengalir dengan mudah. Namun permasalahan umum yang terjadi adalah persoalan ide. Banyak dari kita yang berdalih “belum dapet ide” untuk menunda menulis. Padahal ide menulis harus dicari, bukan ditunggu. Dimana mencarinya? Seorang penulis yang baik adalah pembaca yang rakus. Kalimat itu benar adanya. Bahan tulisan bisa didapatkan dengan mudah dari hobi kita membaca. Kebanyakan orang yang suka membaca memiliki bahasa tulisan yang bagus juga. Selanjutnya bahasa tulisan ini dapat dibentuk dari pengalaman menulis. Seorang master sastra yang saya hormati, guru saya sewaktu SMA, mengatakan bahwa setiap penulis memilki gaya menulis sendiri. Gaya ini akan kita temukan saat kita telah melahirkan banyak karya, ntah dua, lima, sepuluh, seratus, atau seterusnya dan satu lagi kalimat beliau yang membuat saya tidak pernah minder dalam menulis “ tidak ada tulisan yang salah” artinya tulis aja semau lo, mau nulis puisi? Boleh, nulis cerpen? Boleh? Essay, novel? Hayuuu.. Tidak ada yang berhak untuk mengatakan tulisan itu salah. karena tulisan adalah bentuk ekspresi perasaan manusia. Ia adalah salah satu bahasa kejujuran dari hati manusia. Namun kalimat “tidak ada tulisan yang salah” jangan disalahartikan bahwa kita boleh menghina SAR, menulis hal yang tidak sepantasnya didalam tulisan. Kata “salah” disini lebih dimaksudkan dalam “bentuk” tulisan tersebut, apakah ia pantas disebut karya sastra, bukan dari segi kelayakan dibacanya oleh masyarakat umum.
Satu lagi manfaat yang saya temui dari menulis. Tulisan membuat hal yang rumit terlihat lebih sederhana. Misalnya saat saya sedang dihadapkan dengan suatu permasalahan hidup, seperti ada ribuan beban yang menyesakkan hati, maka salah satu cara untuk mengerti semua permasalahan ini dengan menuliskannya. Dari tulisan itu biasanya saya akan menemukan sebuah solusi. Karena saat  mulai menulis, saat itu hati saya akan mulai jujur, mulai menyingkirkan ego dan gengsi. Mungkin gampangnya seperti ini, sebuah soal kalkulus yang rumit bisa lebih mudah dicari pemecahannya dengan mencoret-coret disebuah kertas ketimbang memikirkannya hanya diotak saja.
Pada akhirnya, semua  harus dimulai, tulislah semua hal yang menurutmu perlu ditulis. Tulislah sebelum lupa, bahkan ide menulis pun perlu dituliskan sebelum kamu lupa. Siap semangat bermanfaat yaa…

Senin, 23 Januari 2012

Untuk yang Begitu Berharga

Dulu kita pernah berpeluh bersama
Mengejar mimpi dan saling mendekap erat saat satu diantara kita meragu
Dulu kita bermandi peluh dan air mata bersama
Iya airmata kepedihan, iya air mata kebahagiaan
Bahkan kita mengawali semuanya ini dengan air mata
Dan tentu saja kita terpaksa mengakhirinya dengan air mata juga
Karena masa berjalan dan berganti,
 karena mimpi kita satu persatu pun Ia jawab
Dan kita berjalan terpisah dengan janji sebuah kesuksesan bersama
Aku ingat dengan jelas
Malam itu kita berusaha tertawa, menunjukan senyum terakhir untuk tempat tercinta ini, tempat yang dulu begitu menyebalkan, tempat yang seperti sangkar, namun inilah tempat yang mendewasakan kita
Malam itu, kita membuat semuanya seperti lelucon, hanya sekadar untuk menutupi kepedihan hati, karena kita sadar mungkin ini momen terakhir untuk kita
Aku ingat pagi hari saat satu persatu dari kita pamit, doa doa penuh pengharapan kita hanturkan, pelukan penuh haru dan semangat menjadi momen terakhir saat itu
Walaupun tak kita katakan dengan lisan, tapi ku yakin hati kita berjanji, dimana pun kita berada, kita adalah keluarga
Iya kan sobat?
Ribuan terima kasih tak kan cukup untuk pendewasaan yang kalian ajarkan
Terima kasih telah mebuatku tertawa saat menangis
Terima kasih telah membuatku menangis saat tertawa
Terima kasih telah memelukku saat aku ketakutan
Terima kasih selalu mengingat hari spesialku
Terima kasih telah menemani masa-masa tumbuhku
Terima kasih telah mengajariku banyak hal
Terima kasih untuk semua yang tak kan pernah bisa kujabarkan satu persatu
Aku bersyukur atas anugerah kesempatan yang Allah berikan
Aku bersyukur atas keluarga kedua yang Allah berikan
Terus berkarya, berpeluh, dan bermimpi sobat
Suatu saat kita akan bercengkrama seperti dulu, dibawah indahnya langit malam Pemali, menyaksikan metorid yang bergesekan dengan atmosfir bumi, namun bukan lagi sebuah impian yang akan kita sampaikan, tapi segenggam mimpi yang telah kita capai selama kita terpisah jauh..
Dulu kita pernah berpeluh dan bermimpi
Sekarang pun begitu
Apa mimpi terbaikmu saat ini sobat?
Aku mendoakan dan merindukan kalian disetiap waktu

My second family : KELABANG BO’

Sabtu, 21 Januari 2012

sebuah cerita

ini tentang sebuah cerita yang halamannya begitu tipis
sampulnya begitu menarik,
awal sampai tengahnya begitu membuat tersipu malu,
ujungnya begitu fleksibel, mengharukan menurutku, entah menurutmu..
ini tentang cerita yang sederhana dari sebuah sisi hati, tapi begitu rumit pada sisi hati yang lain,
sebuah cerita yang memaksamu belajar tentang keikhlasan,
sebuah ceritta tentang betapa sayangnya tuhan pada hambanya.
sebuah cerita yang terkadang membuatmu mencoret-coret disetiap lembar kertas putih yang kau temui,coretan yang ketika kau tilik, makna inti nya selalu sama,
sebuah cerita yang membuatmu sulit tertidur, menyesakkan dada disetiap pagi kau terbangun, membuat mu memandang kosong kedinding kamar, terkadang tersenyum sendiri, tapi selalu diiringi dengan sekaan air mata,
cerita yang hanya kau sendiri yang mengenang, cerita yang membuatmu merasa menjadi sosok paling bodoh dan autis sedunia, cerita yang kau sendiri pun tak pernah tau harus dibawa kemana.
tapi cerita inilah yang kemudian membawamu pada-Nya, yang mengenalkanmu pada orang orang yang menakjubkan, yang membekalimu banyak hal, yang mungkin sekarang kau pilih untuk menutupnya dan memasrahkan semua pada-Nya

Jumat, 20 Januari 2012

belajar

tanpa rasa sakit, manusia tak kan meraih apa". karena rasa sakit mengajari kita banyak hal, karena rasa sakit adalah sebuah proses pembentukan pondasi yang sangat kokoh..
rasa sakit mengajari kita sebuah keikhlasan, mengajari kita untuk menengok sekeliling, mengajari kita tentang kedewasaan..
maka jangan pernah berfikir sempit, bahwa hidupmu hanya ia, bahwa hidupmu hanya itu, dunia sangat luas kawan, banyak misteri yang menunggu untuk dikuak, selama nafas masih berhembus, kita akan terus merasakan hal" yang menakjubkan, masih akan terus belajar, masih akan terus tertawa dan menangis, pasti akan terus bertemu dengan banyak orang yang akan menyentuh hatimu,
selagi masih sempat, selagi pintu itu belum tuhan tutup, maka berjuanglah, bukan untuk siapa", tapi untuk dirimu sendiri, karena hidup adalh perjuangan, temukan tujuanmu, dan perjuangkan..