aku ingin jatuh cinta, sekali lagi, dengan cara tak biasa
sepertinya aku telah jatuh cinta,
pada impian dan janji dibulan september pada tahun selanjutnya
atau pada rumah kayu yang kita impikan pada coletehan ringan sebelum magrib tiba
atau bahkan pada impianmu yang sempat membuatku mengnga-nga
sepertinya aku kembali jatuh cinta
pada rahasia-rahasia yang kau ciptakan
pada rencana-rencana yang tak kau umbarkan
pada cara kau mengemasnya hingga membuatku gemas
ah, sepertinya aku telah benar jatuh cinta
pada ketinggian yang semakin tinggi hingga tak dapat ku daki
pada jarak yang semakin jauh hingga semakin tak mampu kudekati, atau
pada sinar yang semakin kemilau kemudian menyilaukan
sungguh, aku benar ingin jatuh cinta, sekali lagi, dengan cara yang berbeda
Rabu, 20 November 2013
Senin, 11 November 2013
ngeracau (2)
#perkembangan catatan bergantung umur
Pas masih SD : pulang sekolah langsung ngerjain PR dan menyiapkan buku-buku catatan, latihan, dan PR untuk esok harinya
Pas masih SMP : malam hari memastikan bahwa besok tidak ada PR dan menyiapkan buku-buku catatan untuk sekolah besok
Pas udah SMA : terburu-buru memasukkan buku catatan ke dalam tas sebelum berangkat sekolah dan menyalin jawaban PR teman pas udah nyampe kelas
Pas udah kuliah : pergi kuliah tanpa membawa buku, jika mendesak harus mencatat, colek teman sebelah "eh, minta kertas dong sama pinjem pulpennya juga"
#jomblo *kenapa harus dihubung-hubungkan?*
- pembahasan 1
Gue: masa pas genus entar, gua bakalan jadi penganten?
temen gue: What? jadi penganten?
Gue: *nanggung sambil monyongin bibir*
temen gue: yaudahlah di, gpp, itung-itung beramal sebelum lu lulus, lagian kan lu juga jomblo?
Gue : apa hubungannya dah?
temen gue: ada dong, nih ya misalnya temen-temen gue pada ga mau jadi penganten, soalnya mereka malu diliatin sama cowok mereka atau gebetan mereka. nah, elu, cowok ga punya, gebetan juga ga punya. jadi ga ada yang mesti lu maluin, bahkan lu melakukan hal yang malu-maluin pun ga apa-apa, ga ada yg peduli ini.
Gue : -____-
-pembahasan 2
temen 1: gue gendutan banget nih sejak di IPB, naik mulu berat badannya
temen 2: iya, gue juga gendutan tau
temen 3 : wah, gua malah tetep, ga naek ga juga turun, ideal lah
gue : gue malahan tambah kurus loh
temen 3 : wahhh itu mah bisa jadi karena banyak pikiran, kurang istirahat dan alone
gue : elon? *muka ga ngerti, maklum bahasa inggris pas-pasan*
temen 1: alone = sendiri
gue : *langsung ngeh* eh kok ga ada sinyal ya? *pura-pura nyari sinyal hp*
Pas masih SD : pulang sekolah langsung ngerjain PR dan menyiapkan buku-buku catatan, latihan, dan PR untuk esok harinya
Pas masih SMP : malam hari memastikan bahwa besok tidak ada PR dan menyiapkan buku-buku catatan untuk sekolah besok
Pas udah SMA : terburu-buru memasukkan buku catatan ke dalam tas sebelum berangkat sekolah dan menyalin jawaban PR teman pas udah nyampe kelas
Pas udah kuliah : pergi kuliah tanpa membawa buku, jika mendesak harus mencatat, colek teman sebelah "eh, minta kertas dong sama pinjem pulpennya juga"
#jomblo *kenapa harus dihubung-hubungkan?*
- pembahasan 1
Gue: masa pas genus entar, gua bakalan jadi penganten?
temen gue: What? jadi penganten?
Gue: *nanggung sambil monyongin bibir*
temen gue: yaudahlah di, gpp, itung-itung beramal sebelum lu lulus, lagian kan lu juga jomblo?
Gue : apa hubungannya dah?
temen gue: ada dong, nih ya misalnya temen-temen gue pada ga mau jadi penganten, soalnya mereka malu diliatin sama cowok mereka atau gebetan mereka. nah, elu, cowok ga punya, gebetan juga ga punya. jadi ga ada yang mesti lu maluin, bahkan lu melakukan hal yang malu-maluin pun ga apa-apa, ga ada yg peduli ini.
Gue : -____-
-pembahasan 2
temen 1: gue gendutan banget nih sejak di IPB, naik mulu berat badannya
temen 2: iya, gue juga gendutan tau
temen 3 : wah, gua malah tetep, ga naek ga juga turun, ideal lah
gue : gue malahan tambah kurus loh
temen 3 : wahhh itu mah bisa jadi karena banyak pikiran, kurang istirahat dan alone
gue : elon? *muka ga ngerti, maklum bahasa inggris pas-pasan*
temen 1: alone = sendiri
gue : *langsung ngeh* eh kok ga ada sinyal ya? *pura-pura nyari sinyal hp*
Label:
cerudik
Minggu, 10 November 2013
Masih
Sejenak aku pernah berfikir bahwa ini akan segera berakhir. Iya, diawal aku pernah begitu percaya diri bahwa semua akan segera berakhir. Aku membaca tanda-tanda kemudian menerka-nerka bahwa atmosfer ini akan berubah 180 derajat. iya, atmosfer ini akan berbeda dari biasanya.
lama aku menunggu, masa-masa terlewati begitu saja. terkadang aku melayang, terkadang hanya berjalan menyusuri setiap detik-detik waktu yang harus kita lewati.
sampai hari kemarin aku masih berfikir atmosfer ini akan segera berubah. tapi hanya sampai hari kemarin karena hari ini aku benar-benar tersadar bahwa ini tidak akan mudah. ini tidak akan mudah, dan tidak akan berlalu dalam waktu yang sebentar. dan tak pula akan berakhir dengan kepastian seperti yang pernah ku bayangkan.
ini, tak akan berakhir dengan mudah. ia akan berjalan tanpa kepastian. tak ada kepastian tentang waktu, tidak pula kepastian tentang "iya atau tidak". ah iya, bukannya memang semestinya begitu? ia adalah sebentuk rahasia Dia, tentang waktu dan tentang yang mana.
diwaktu kemarin aku sempat berpikir "ini adalah saatnya aku untuk keluar dari rumah ini", tapi ternyata aku masih harus tinggal lebih lama. tinggal lebih lama dan berbenah lebih banyak.
"Allah, untuk hal-hal yang tak dapat kujangkau, kupercayakan semua pada-Mu"
lama aku menunggu, masa-masa terlewati begitu saja. terkadang aku melayang, terkadang hanya berjalan menyusuri setiap detik-detik waktu yang harus kita lewati.
sampai hari kemarin aku masih berfikir atmosfer ini akan segera berubah. tapi hanya sampai hari kemarin karena hari ini aku benar-benar tersadar bahwa ini tidak akan mudah. ini tidak akan mudah, dan tidak akan berlalu dalam waktu yang sebentar. dan tak pula akan berakhir dengan kepastian seperti yang pernah ku bayangkan.
ini, tak akan berakhir dengan mudah. ia akan berjalan tanpa kepastian. tak ada kepastian tentang waktu, tidak pula kepastian tentang "iya atau tidak". ah iya, bukannya memang semestinya begitu? ia adalah sebentuk rahasia Dia, tentang waktu dan tentang yang mana.
diwaktu kemarin aku sempat berpikir "ini adalah saatnya aku untuk keluar dari rumah ini", tapi ternyata aku masih harus tinggal lebih lama. tinggal lebih lama dan berbenah lebih banyak.
"Allah, untuk hal-hal yang tak dapat kujangkau, kupercayakan semua pada-Mu"
Label:
path
Minggu, 03 November 2013
Cerudik (3)
ini hanya tentang cerudik yang terlalu random, yang diluapkan oleh alam hanya pada hitungan hari ke tiga november atau yang dirasa terlalu mendesak dan menjejali otak kecil berhati sempit.
##
lelucon. sesuatu yang lucu dan kita gemari sebagai obat dari setiap kesunyian atau sebagai penyedap dalam kebersamaan. lelucon, aku menyukainya, kau pun begitu kan? iya, kita sama menyukainya hingga terkadang kita lupa pada setiap batasan yang ada. kau tau? setiap orang menyimpan bagian-bagian tersensitif dari hatinya. iya aku paham, kita terlalu sulit untuk mengerti setiap bagian tersensitif dari setiap orang, tapi bukankah rahasia yang hanya ia ceritakan padamu adalah bagian tersensitif dari hatinya? apalagi jika ia menceritakannya padamu dalam tangis sedu sedan. aku rasa siapa pun pasti paham betapa sensitifnya bagian itu. lalu, apakah pantas jika itu dijadikan lelucon? apakah pantas kau angkat kepermukaan ketika ia dengan setengah matinya mengubur ke kedalaman terdalam? kau tau, ada bagian yang terasa sakit disini saat ini dan sayangnya tak bisa kuungkapkan dengan baik. sudahlah, semoga jadi pelajaran untuk diriku kedepannya
##
kau tau, aku kebingungan pada permen yang kau sodorkan padaku. ini permen apa? dalam hati aku bertanya. aku baru saja hendak membalik-baliknya lantaran penasaran dan jiwa kekanak-kanakan ku pun mendorongnya. iya, tentu saja anak-anak suka permen. tapi tunggu dulu, aku tau dari awal permen ini bukan lagi punya mu. tapi punya dia. lalu kenapa kau sodorkan padaku? dan ekspresimu, terlalu tulus untuk seukuran pencuri yang bersedekah. ah iya, waktu itu aku sempat kebingungan, tapi untunglah kemudian aku memutuskan untuk menolaknya. iya syukurlah aku mampu untuk menjernihkan setiap hasrat dan menjadi tegas kala itu. iya syukurlah. aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu, iya ini untukmu. permen yang kau miliki itu cuma satu, dan ia takkan cukup jika dihisap oleh dua mulut. maka tak perlu kau tawarkan pada orang lain jika permenmu itu telah kau berikan pada yang lain. jika kau tetap melakukannya, kau hanya akan membuat keduanya merasa tak puas dan tak bahagia".
##
lelucon. sesuatu yang lucu dan kita gemari sebagai obat dari setiap kesunyian atau sebagai penyedap dalam kebersamaan. lelucon, aku menyukainya, kau pun begitu kan? iya, kita sama menyukainya hingga terkadang kita lupa pada setiap batasan yang ada. kau tau? setiap orang menyimpan bagian-bagian tersensitif dari hatinya. iya aku paham, kita terlalu sulit untuk mengerti setiap bagian tersensitif dari setiap orang, tapi bukankah rahasia yang hanya ia ceritakan padamu adalah bagian tersensitif dari hatinya? apalagi jika ia menceritakannya padamu dalam tangis sedu sedan. aku rasa siapa pun pasti paham betapa sensitifnya bagian itu. lalu, apakah pantas jika itu dijadikan lelucon? apakah pantas kau angkat kepermukaan ketika ia dengan setengah matinya mengubur ke kedalaman terdalam? kau tau, ada bagian yang terasa sakit disini saat ini dan sayangnya tak bisa kuungkapkan dengan baik. sudahlah, semoga jadi pelajaran untuk diriku kedepannya
##
kau tau, aku kebingungan pada permen yang kau sodorkan padaku. ini permen apa? dalam hati aku bertanya. aku baru saja hendak membalik-baliknya lantaran penasaran dan jiwa kekanak-kanakan ku pun mendorongnya. iya, tentu saja anak-anak suka permen. tapi tunggu dulu, aku tau dari awal permen ini bukan lagi punya mu. tapi punya dia. lalu kenapa kau sodorkan padaku? dan ekspresimu, terlalu tulus untuk seukuran pencuri yang bersedekah. ah iya, waktu itu aku sempat kebingungan, tapi untunglah kemudian aku memutuskan untuk menolaknya. iya syukurlah aku mampu untuk menjernihkan setiap hasrat dan menjadi tegas kala itu. iya syukurlah. aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu, iya ini untukmu. permen yang kau miliki itu cuma satu, dan ia takkan cukup jika dihisap oleh dua mulut. maka tak perlu kau tawarkan pada orang lain jika permenmu itu telah kau berikan pada yang lain. jika kau tetap melakukannya, kau hanya akan membuat keduanya merasa tak puas dan tak bahagia".
Label:
cerudik
Langganan:
Postingan
(
Atom
)