Hallo Hallo :) :) :)
Waaahh blog ini udah berdebu banget kayaknya saking lamaaaanya ga dibuka sama yang punya, maklum maklum yang punya lagi pergi katanya. Pergi yang jauh dan belum pulang pulang :)
Loh loh, kalo yg punya masih pergi dan belom pulang, terus yang nulis ini siapah??
Nah loh, siapa yah? hahaha..
Ini yang nulis yang punya kok, kebetulan aja lagi pulang guenya. Cuma bentaran doang, habis itu pergi lagi. Ntah kemana. Lebih tepatnya, sang pemilik blog lagi pergi namun ingin sekali bisa pulang :( :( :(
Haiii... Pembukaan tulisan ini emang rada abstrak dan ga jelas. Siapa yang pergi, pergi kemana, kenapa tak bisa pulang? Lagi lagi makna kiasan yang cuma dimengerti yang nulis. Dan habis ini kayaknya ketebak deh, tulisan ini pasti aromanya GALAU yang kemudian ditutup dengan kesimpulan SOK BIJAK. Seperti biasa. Hahaha..
Jadi ini beneran tulisan galau? Ga tau lah ya. Suka suka irama hati yang nulis aja :p
Ada yang pengen tau gue lagi dimana sekarang?
Gue lagi berada disuatu tempat yang dulu pernah gue bilang sebagai tempat terbaik untuk hidup, berkeluarga, dan membesarkan anak.
Iyah, itu tempat REAL gue berada sekarang.
Ada yang pengen tau lagi ngapain gue ditempat itu sekarang?
Gue lagi melakoni impian beberapa teman gue.
Iyah, ini mimpi REAL punya beberapa temen gue. BUKAN MIMPI GUE.
Gue pengen tanya dong, Pernahkah kalian berada dalam fase "TIDAK TAU"
Iyah, fase TIDAK TAU. Itu adalah fase dimana kalian tidak tau. Ntah apa, Ntah harus gimana, Ntah kapan, Ntah kenapa. Ntah lah, kalian hanya tidak tau. Dan tiap kali kalian memikirkannya, otak dan hati kalian hanya akan berteriak lantang "GA TAU". Kalian beneran tidak tau.
Pernahkah kalian merasa segala sesuatu serba salah?
Iyah, segala hal terasa salah. Salah aja pokoknya. Dimata kalian, segala hal serba salah. Hal kecil terasa besar. Hal besar kalian remehkan. Serba salah kemudian menyalahkan. Bahkan ketika tak menemukan yang bisa disalahkan, kalian mulai menyalahkan takdir, maka tahap selanjutnya kalian mulai menyalahkan sang penentu takdir.
Dan pernahkah kalian merasa hati kalian begitu lelah? Lelah sekali. Sampai ketika kalian melihat ke arah kalender, kalian baru tersadar bahwa waktu belum lah berlalu begitu lama, namun rasanya kalian telah pergi begitu jauh. Saking lelahnya, hati kalian meminta untuk pulang. Pulang ke beberapa bulan yang lewat.
Namun sayang, kalian tak tau jalan pulang.
Begitu saja, hingga ketika kalian berkaca kalian tak menemukan diri kalian yang dulu. Ntah bayang siapa yang terpantul dicermin. Layu, kusut, menua, tak bercahaya. Ntah siapa ia. Bahkan jiwa kalian pun tak mengenali lagibayang siapa yang terpantul disana.
Bertambahlah rasa ingin pulang.
Pulang kemana? Bagaimana caranya pulang? Hati dan otak kalian hanya menjawab "GA TAU".
Tulisan ini bau-bau nya memang galau, tapi sayangnya kali ini tak ditutup dengan kalimat kalimat sok bijak yang seperti biasanya.
Jika ada yang ingin tau gue lagi dimana sekarang, sekarang gue lagi di suatu tempat yang dulu pernah gue rencanakan menjadi tempat untuk pulang setelah puas berkelana pada impian milik gue. Impian real milik gue.
Senin, 19 Januari 2015
Bersyukur dan berbahagialah
Disuatu siang menjelang sore, di hari yang seharian hujan di
kota hujan, seorang Bapak-bapak penjual air minum isi ulang mengantarkan air
minum isi ulang ke kostan. Selepas uang kembalian ia berikan, ia menyodorkan
selembar kertas berisikan angka-angka soal. Soal aljabar ternyata. Ia bertanya,
cara menyelesaikan soal ini bagaimana, bagaimana dengan jawaban yang ia kerjakan,
benar atau tidak? Pelan-pelan saya jawab pertanyaannya. Singkat sekali sesi
tanya-jawab kali itu. Beliau seperti tak enak hati jika berlama-lama berdiri di
depan pintu kostan dgn secarik kertas agak lembab berisikan soal aljabar
tersebut.
“Takut ganggu waktu nya Mbak, katanya”. Tentu saja saya jawab
“Ga
apa-apa pak”, namun tentu saja sang bapak tak berlama-lama. Sejurus kemudian ia
pergi lantaran pesanan lainnya menunggu untuk diantarkan. Perlahan sesuatu yang
lembut menyentuh hati saya. Saya tersenyum sore itu, di depan pintu kostan,
menatap sang Bapak yang menutup pintu pagar.
“Yang tua saja mau belajar”, pikir
saya. Yang tua saja, yang tidak punya kesempatan saja, masih mau belajar, bagaimana
dengan kita yang muda, kita yang masih Allah berikan kesempatan. Kita yang diberikan kesempatan belajar aljabar (bahkan apa pun) yang mungkin di luar sana
ada yang ingin sekali bisa belajar namun tak ada kesempatan.
Bersyukur lah
kita-kita yang Allah berikan kesempatan. Bersyukurlah kita yang Allah berikan
kesempatan untuk belajar. Berbahagialah kita yang Allah berikan kesempatan untuk belajar.
Bersyukur dan berbahagialah. Semangat belajar.
Label:
path
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
