ini hanya tentang cerudik yang terlalu random, yang diluapkan oleh alam hanya pada hitungan hari ke tiga november atau yang dirasa terlalu mendesak dan menjejali otak kecil berhati sempit.
##
lelucon. sesuatu yang lucu dan kita gemari sebagai obat dari setiap kesunyian atau sebagai penyedap dalam kebersamaan. lelucon, aku menyukainya, kau pun begitu kan? iya, kita sama menyukainya hingga terkadang kita lupa pada setiap batasan yang ada. kau tau? setiap orang menyimpan bagian-bagian tersensitif dari hatinya. iya aku paham, kita terlalu sulit untuk mengerti setiap bagian tersensitif dari setiap orang, tapi bukankah rahasia yang hanya ia ceritakan padamu adalah bagian tersensitif dari hatinya? apalagi jika ia menceritakannya padamu dalam tangis sedu sedan. aku rasa siapa pun pasti paham betapa sensitifnya bagian itu. lalu, apakah pantas jika itu dijadikan lelucon? apakah pantas kau angkat kepermukaan ketika ia dengan setengah matinya mengubur ke kedalaman terdalam? kau tau, ada bagian yang terasa sakit disini saat ini dan sayangnya tak bisa kuungkapkan dengan baik. sudahlah, semoga jadi pelajaran untuk diriku kedepannya
##
kau tau, aku kebingungan pada permen yang kau sodorkan padaku. ini permen apa? dalam hati aku bertanya. aku baru saja hendak membalik-baliknya lantaran penasaran dan jiwa kekanak-kanakan ku pun mendorongnya. iya, tentu saja anak-anak suka permen. tapi tunggu dulu, aku tau dari awal permen ini bukan lagi punya mu. tapi punya dia. lalu kenapa kau sodorkan padaku? dan ekspresimu, terlalu tulus untuk seukuran pencuri yang bersedekah. ah iya, waktu itu aku sempat kebingungan, tapi untunglah kemudian aku memutuskan untuk menolaknya. iya syukurlah aku mampu untuk menjernihkan setiap hasrat dan menjadi tegas kala itu. iya syukurlah. aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu, iya ini untukmu. permen yang kau miliki itu cuma satu, dan ia takkan cukup jika dihisap oleh dua mulut. maka tak perlu kau tawarkan pada orang lain jika permenmu itu telah kau berikan pada yang lain. jika kau tetap melakukannya, kau hanya akan membuat keduanya merasa tak puas dan tak bahagia".
Tidak ada komentar :
Posting Komentar