Kadang, cinta yg terucap dimulut tak benar sepenuhnya bermakna cinta. Kadang ia hanya semacam 'hal berbeda' yg harus byk disugesti agar tetap beda. Kadang, kata cinta yg kita ucapkan hanya sebentuk sugesti agar ia terlihat seperti cinta, agar kita berpikir kita sedang dalam cinta. Justru, terkadang cinta itu adalah ia yg tak pernah bibir mampu ucapkan. Justru ia adalah sesuatu yg telinga tak pernah dengarkan. Tak pernah terucap dan tak jua terdengar secara simbolis, namun ia tersimpan dalam dilipatan-lipatan paling dasar. Terjaga rapi, berkilau tanpa debu, terukir begitu apik, "CINTA"
Tidak ada komentar :
Posting Komentar