Cukup bingung untuk menjawab sebuah pertanyaan yang diawali dengan kata “mengapa”. Tentu saja ini ga disetiap moment, tapi terkadang, sering malah buat gue sendiri, pertanyaan yang diawali kata mengapa bikin gue bingung dan ga nyaman. Kenapa bingung? Bisa karena jawabannya emang ga tau, tapi lebih sering karena jawabannya terlalu banyak yang memenuhi otak. Tentu saja jawaban ini terkadang ada yang bermutu, terkadang sekadar salah satu bentuk keisengan, terkadang saling berkaitan jadi bisa dipadukan, atau terkadang bertolak belakang alias yang punya jawaban juga bingung yang bener yang mana. Kenapa ga nyaman? Ini terutama buat mereka mereka yang percaya dirinya kurang nih, ga nyaman lantaran agak khawatir kalo kalo jawabannya kurang, bisa kurang lengkap, kurang berkenan, atau malah kurang ajar. Dan ini yang terjadi pada diri gue sekarang. Gue diminta menjawab sebuah pertanyaan “mengapa?”. Alhasil adalah sekarang, gue duduk bersemedi di tempat tidur dengan lepi dipangkuan, berusaha menemukan jawaban dan merangkaikan katanya menjadi indah menurut versi gue tapi belum menemukan sebuah titik terang sampai detik ini. Bahkan sekarang gue malahan lebih berminat untuk cerita tentang si pretty, kucing kostan yang pamornya melebihi gue.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar