Rabu, 15 Februari 2012

Si Pretty


Namanya emang Pretty, tapi kelakuannya ga ada pretty pretty-nya. Dia penghuni lama kostan yang sekarang masih gue tempatin. Tepat tahun dimana dia mulai tinggal disini, gue ga pernah tau dan semua pasti setuju bahwa ga penting juga buat nyari tau. Kenapa tiba tiba blog gue malah ngomongin tentang si Pretty? Mungkin ini adalah salah satu bentuk unek unek gue sabagai anak kostan. Oya, biar pada ga bingung, biar gue perjelas bahwa si Pretty adalah seekor kucing betina. Beberapa bulan yang lalu, si Pretty positif hamil. Dugaan gue sih pejantan yang menghamilinya adalah seekor kucing hitam yang dulu sering berkunjung kekostan gue. Sebenernya gue sendiri ga ada masalah dengan kehamilannya si Pretty, Cuma yang menjadi masalah adalah semenjak perutnya mulai membesar, Pretty mulai agak pikun. Dia menjadi sulit ngebedain yang mana toilet dan yang mana dapur kostan gue. Dan kepikunan ini terjadi hampir setiap hari. oke, ga perlu gue jelasin situasinya, karena semua pasti mengerti betapa dilematisnya kondisi ini. Ini antara kenyamanan dan kebinatangan. Bagaimanapun, Pretty lebih awal menempati kostan ini dibandingin gue dan temen temen yang lain, ditambah lagi, dia lagi hamil sekarang dan setau gue dia sebatang kara. Terlalu ga berkepribinatangan kalo kita mengambil keputusan membuang Pretty, lagian Pretty pasti tau alamat kostan ini, jadi suka ga suka dia bakalan tetep balik lagi kekostan.
Sejauh ini gue belum berhasil menemukan apakah ada hubungan antara kehamilan tua dengan tingkat kepikunan seekor kucing, tapi dari analisa gue, gue menyimpulkan bahwa si Pretty lagi stress lantaran sang pejantan ga pernah muncul lagi. Bisa dibilang dia ditinggal hamil dan gue cukup mengerti kesedihan hati Pretty. Bayangkan, saat kehamilannya sudah begitu besar, pejantan yang ia cintai malah pergi dari sisinya. Kesedihan ini mengakibatkan stress, stress membebani pikiran dan membuat linglung, linglung dapat berujung pada pikun. Begitulah hipotesa gue.
Nah, setelah libur panjang kemarin, pas gue balik lagi kekostan, perutnya Pretty udah kembali mengecil tapi belum rata. Kalau gue teliti teliti lagi, kayaknya Pretty hamil lagi dan kali ini gue ga tau siapakah pelakunya. Dan yang bikin tambah aneh, gue ga ngeliat tanda tanda keberadaan anak anaknya Pretty satu pun.  Bahkan Gue sempat mencurigai Pretty sebagai salah satu sindikat penjual anak kucing. Mungkin keberadaan anak anaknya Pretty kurang begitu penting untuk gue pikirin, hanya saja kondisinya kembali berulang. Pretty hamil dan sang pejantan belum menampakkan diri hingga sekarang. Apakah saat kehamilan tuanya, kepikunan Pretty akan kambuh lagi? Hanya bisa berdoa. Tiba tiba diantara keputusasaan, gue jadi berharap kalo blog gue dibaca sama pejantan yang menghamili Pretty dan dia tergerak hatinya untuk mengunjungi Pretty.
Dari setiap kejadian pasti ada hikmahnya, mungkin ini sedikit hikmah yang dapat kita semua ambil dari kisah hidup seekor Pretty:
-          Buat wanita maupun betina, pinter pinter pilih pria atau pejantan
-          Buat pria maupun pejantan, jangan ninggalin istri istri kalian apalagi saat dia lagi hamil tua. Psikologinya bisa terganggu, tidak hanya bisa berdampak pada kondisi janin, tapi juga kondisi psikologi orang orang disekitarnya
-          Buat semua golongan, kalo pergi dalam kurun waktu yang cukup lama, jangan lupa kasih kabar, kan siapa tau seseorang menunggu kehadiran anda dengan hati was-was
-          Buat anak kostan, ada cukup banyak bahan pertimbangan saat harus menetapkan pilihan pada suatu kostan. Dan salah satunya adalah “apakah dikostan tersebut terdapat seekor kucing yang kondisi psikologisnya terganggu?” jika iya, sebaiknya pikirkan lagi lebih matang!
       Kamar kostan, 15 Februari 2012

Tidak ada komentar :

Posting Komentar