Kamis, 06 Juni 2013

sebait rindu



Hanya tentang sebait rindu yang ditorekan pada mata basah berkaca-kaca
Tentang hati, asa, khayalan atau masa kelam yg terlewati  tanpa kesempurnaan

Ah cinta, merasuk hanya pada satu bait
Menghias hampir separuh sajak
Akhir yg menggantung tanpa banyak kata terungkap
Namun rasa, layaknya bulan purnama dilangit gelap
Bahkan sang bintang pun begitu takut menampakan dirinya


Ranum, kita..
Seranum cinta pertama yang ditulis gadis desa
Namun persimpangan jalan selalu ada didepan mata
Hingga matang tak selalu lekat pada batang


Dan cinta, lagi-lagi cinta..
Ia merasuki banyak malam, menghiasi mata-mata kecil didalam dada
Hingga penuh sesak tanpa ada lubang bernafas yg melegakan


Maka, doa rindu didua pertiga malam
Sayup-sayup di kerendahan hati
Diantara gamangnya hati yang lemah


Andai ia sesederhana rasa lapar yang teobati dengan segenggam nasi
Atau rasa dahaga pada tegukan pertama
Andai

namun cinta, bahwa ia menjamahmu dalam kerendahan hati tak ternilai harganya
maka doa rindu di dua pertiga malam
yang kulantunkan dalam segala kepasrahan
pada sebuah persimpangan jalan


bismillah..

Tidak ada komentar :

Posting Komentar