Jangan salah memaknai apa yang salah dan apa yang benar.
Mungkin ini memang tulisan tentang tema yg sudah sangat basi. BASI. Bertahun-tahun, begitu banyak jumlah hari, tapi diri masih tak kunjung mengerti, tapi diri masih saja begitu betah berlama-lama berfikir hingga otak dan seluruh jiwa berontak.
Jangan salah memaknai apa yang salah dan apa yang benar. Hidup, kita pasti memilih. Memilih menurut apa yg kita yakini benar dan efek dari setiap pilihan begitu beragam, namun kemungkinannya hanya dua hal, kita merasa benar atau merasa salah.
Takdir itu mengikuti pilihan. Ketika kau memilih A, maka takdir akan menyesuaikan dengan A, begitu juga dengan B, C dan sebagainya. Takdir mengikuti pilihan, bukankah itu berarti kata 'seandainya' terlalu jahat untuk kita ucapkan? Kata 'seandainya' tidak layak untuk kita ucapkan. Takdir yang mengikuti pilihan, entah perasaan seperti apa yang menyertainya, pada akhirnya ia akan bermuara pada satu tujuan, kebaikan. Tentu saja jika pilihan itu didasarkan pada kebijaksanaan yang berorientasi pada Dia yang maha segala.
Yang benar tidak selalu terasa menyenangkan dan tentu saja tak selamanya menyakitkan. Yang salah, walaupun menyenangkan tapi pada akhirnya ia akan menyakitkan. Jadi jangan pernah salah memaknai apa yang salah dan yang benar.
Pilihan apa yang pernah kita ambil, pilihan yang saat itu kita percayai dan niatkan dengan orientasi pada Nya, Insya Allah ia adalah yang benar. Masalah seberapa banyak rasa sakit dan air mata yang mengiringi, itu bukan penghalang pada keyakinan, tapi ia adalah lika-liku yang akan mengajari kekuatan dan ketegaran lebih banyak. Masalah takdir apa yang menyertai, jika pilihan berorientasi pada Nya, percayalah semua bermuara pada kebaikan. Karena ia mengerti dirimu begitu banyak. Bahkan bertemu pada siapapun hari ini, Allah telah menentukan, apalagi persoalan hidup dengan siapa kita nanti.
Terkadang, disetiap pilihan ada keraguan. Disetiap pilihan ada penyesalan. Dan disetiap pilihan terkadang kita berbicara "seandainya". Tapi jika itu diniatkan untuk taat pada Nya, jangan pernah takut, Ia maha tahu. Ia tak pernah tidur dan sangat adil. Jadi apapun itu, maafkan dirimu dan terima kenyataan, karena itulah yang kita sebut sebagai kuat. Dan jangan pernah salah memaknai hal yang benar dan hal yang salah. Pegang teguh hal yang benar, sesakit apapun. Pada akhirnya, mau seperti apa dirimu, tanganmu yang memperjuangkan.
Kita berencana banyak hal. Kita menyusun strategi dengan sangat jitu. Tapi pada akhirnya, Allah selalu punya rencana untuk hidup kita. Maka pilihan ini, akan saya perjuangkan.
"Saya yakin pilihan saya benar, karena niat saya Insya Allah benar. Apapun hasil akhirnya, saya serahkan pada Allah"
Tidak ada komentar :
Posting Komentar