Sabtu, 07 September 2013

Mendung

Terkadang kita brjalan terlalu arogan, hingga sekeliling luput dari perhatian
terkadang kita melangkah terlalu jauh, hingga koridor sudah tak lagi meneetu
dan terkadang kita tanpa sengaja menjadi orang jahat

orang jahat, adalah mereka yang tau bagaimana sakitnya namun mengajarkan sakit yang sama pada saudaranya!

kadang kita tak berhalus rasa, tak berpeka hati, dan parahnya tak belajar banyak dari masa lewat
dan goresan tangan kita menjadi terlalu runcing menggores hati lainnya hingga merah bahkan bernanah

jika dingin telah menyelimuti setiap sudut kamar. jika hujan masih belum menampakkan kejinakkannya, bahkan petir yang masih saja marah-marah tak jelas arah, maka sebatang lilin bukanlah daya. lantaran ia terlalu lemah, lantaran sunyi sepi terlalu banyak menyinggapi

aku berjalan bahkan pada jalan yang tak pernah ku pahami itu apa.
aku mencoba tertawa pada setiap hal, bahkan pada sindiran pedas yang melelehkan air mata.
bahwa masa sunyi sepi sejak bertahun-tahun lalu masih saja menyelimuti bahkan semakin mendramatisir setiap perjalanan hari

sungguh, terkadang aku hampir tak sanggup. tak snaggup menjadi kuat. tak sanggup berpura-pura kuat. seolah air mata menjadi tabu untuk ku jatuhkan didepan siapapun. seolah cerita perih selayaknya cerita hantu yang menakutkan untuk didengar anak-anak kecil dikala malam terlalu gelap

atmosfer hari ini tak bersahabat. ah tidak bukan saja hari ini, tapi sudah sejak kemarin, kemarin, dan kemarin. dan langit terlalu mendung malam ini. iya terlalu mendung.

sampai kapan? entahlah, aku masih saja berjuang menjinakkan segumpal hati.

Bogor, 7 September 2013

Tidak ada komentar :

Posting Komentar