Minggu, 13 Oktober 2013

Maaf

merasa nyaman dengan seorang sahabat laki-laki bukan berarti telah jatuh cinta kan? sering bersama sahabat laki-laki bukan berarti ingin memilikinya kan?

 belakangan rasanya, punya sahabat laki-laki semakin sulit. iya, semakin sulit. ada saja rintangannya. kalau sahabatnya jomblo, rintangannya rasa yang berubah dari sahabat jadi cinta. nah kalau yang punya pacar, rintangannya ya di cemburui sang pacar.

mungkin, karena sudah lumayan sering terjebak dalam permasalahan dimana pada akhirnya saya harus menjauhi sahabat laki-laki saya, kali ini saya cukup sedih. 

sebenarnya saya tak asal berteman dekat dengan anak cowok. saya pilih-pilih. bukan karena apa-apa, tapi saya menghindari perasaan mereka yang berubah ke saya ketika saya sudah mulai berteman dekat. saya bukan ke geeran, tapi pertemanan dekat memang berpotensi untuk menumbuhkan rasa-rasa suka. jadi, saya pilih-pilih untuk berteman dekat. bagaimana saya memilih? saya mencoba mencari cowok-cowok yang sekiranya alim dan bisa menjaga dirinya dari godaan pacaran, atau cowok-cowok yg pada dasarnya dia eassy going ( cerah ceria ke semua cewek), atau cowok yang punya pacar. kenapa cowok yg punya pacar? karena dalam pikiran saya, cowok yg udah punya pacar sudah fokus ke satu wanita dan ga akan lirik-lirik cewek lain.

tapi belakangan kenyataannya semakin buruk. tidak, bukan belakangan, tpi sedari dulu pun permasalahan seperti ini selalu ada. sahabat saya yang jomblo tiba-tiba suka dan membuat persahabatn tidak lagi nyaman atau terjadi kecemburuan dari pacar sahabat saya yang ga jomblo.

kadang sya berfikir, salah saya dimana ya? jangan-jangan saya terlalu genit jadi cewek? jangan-jangan saya tidak pintar menempatkan diri?

kenapa begitu sulit ya buat punya temen cowok yang bener-bener murni temenan. padahal saya cuma mau temenan loh, berteman aja.

duh, mbak, saya mah orang nya begini aja. saya mah tertawa kesemua cowok, saya juga nebeng pulang kuliah hampir kesemua temen cowok saya, saya juga biasa ledek-ledekan sama mereka. dan mereka pun, biasa ngebully dengan nada nge goda saya, ya intinya mah bercanda doang. ga ada yang serius. saya tetep tau batasannya kok.

saya sering berinteraksi dengan dia bukan berarti saya suka. saya dan dia tertawa bareng dan merasa nyaman dalam berteman, bukan berarti kita saling sayang. saya mah memang begini orangnya, sya senang berteman dan berbagi tawa dengan siapa saja, dan milih dekat dengan beberapa orang, tapi bukan dekat dalam arti PDKT, bukan. diantara sekian banyak cowok yang ada disekitar saya, saya hanya memilih membuka hati untuk satu orang. saya hanya meng-iya kan tawaran nonton film dari satu orang, saya hanya bersedia diajak makan sama satu orang, dan saya hanya rutin membalas sms dari satu orang. dan orang itu bukan pacar mbak. bukan.

saya juga wanita mbak, saya pahaaammm sekali perasaan sesama wanita. saya memang tidak punya pacar, tapi bukan berarti saya mau merebut pacar orang lain. saya mah murni dari lubuk hati yang paling dalem cuma pengen berteman sama pacarnya mbak.

aaahhh rasanya benar-benar berjuta ya. sudah saya harus mulai menjauhi teman saya, ditambah lagi pandangan-pandangan miring tentang saya mulai bermunculan. rasanya benar-benar ga enak saat ada orang yang baru pertama kali ketemu saya, sudah langsung menampakkan sikap tidak suka sama saya cuma gara-gara masalah ini. padahal dia pun orang luar yang pada dasarnya ga paham sama permasalahan yang sebenernya terjadi.

ya sudah lah, maafin saya. maaf maaf maaf, saya memang salah. iya, saya juga berperan dalam kesalahan pada masalah ini. dan maaf saya juga belum benar-benar dewasa untuk menyikapinya. semoga kedepannya bisa jadi proses intropeksi lagi untuk diri saya pribadi.

saya jujur, cuma kasihan sama sahabat saya. saya bener-bener tau bagaimana dia sayangnya sama mbak. tapi gara-gara saya, kalian jadi begini. maafin saya.






Tidak ada komentar :

Posting Komentar