Minggu, 22 Desember 2013

Cerudik (5)

Didunia ini, orang hebat hanya terbentuk karena dua alasan, pertama ia bekerja keras, yang kedua dia licik.

Antara orang yang bekerja keras dan orang yang licik, 80% yang kutemukan adalah mereka yang licik.

Lalu orang yang biasa saja, tak bekerja keras tak juga tega pada nurani untuk berbuat licik, maka ia hanya berada pada zona standar.

Orang yg bekerja keras, kadang ia juga kalah dari mereka yang licik.

Licik yang terasah bahkan ketika gelar sebagai pelajar, yang seyogyanya belajar, masih tersandang
Licik yang menjadi kebiasaan dan disepelekan,
Licik yang kemudian melekat dan menjadi kewajaran,
Licik yang tak bisa lagi ditinggalkan lantaran ia telah wajar

Maka, tak heran jika kau menemukan petinggi-petinggi kita yang notabene berpendidikan tinggi namun bertingkah licik. Jika kau merasa kesal dengannya, itu artinya suatu saat kau juga harus kesal pada dirimu sendiri ketika kelicikan kecil yang kau lakukan sekarang telah menjadi hal wajar hingga kelicikan besar tak juga terasa licik bagimu. Suatu saat kau juga harus merasa kesal pada dirimu yang terus mempertahankan kelicikan, bahkan meningkatkannya ketaraf yang lebih tinggi. Hal yang kecil akan terasa hilang ketika kita telah terbiasa, dan hal yang besar akan terasa kecil ketika kita juga telah terbiasa. Maka suatu saat kau pun harus merasa kesal atas kematian nuranimu.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar