Minggu, 08 Desember 2013

Untukmu, Nyonya Cho



Hey kau, hahaha.. iya aku tau ini bukan lagi tanggal 7 Desember, ini 7 Desember lewat 2 jam!! Mianhae,, aku memang berencana mau menuliskan sesuatu yg romantis (ceileee) pada mu, tapi sampai tadi malam, aku masih kebingungan mau menuliskan apa (halah halah...). kau ingat, dulu sewaktu aku tingkat 2, aku pernah menjanjikan pada mu untuk mengirimimu sebuah surat, tapi sampai aku tingkat 4, surat itu belum pernah aku kirimkan. Jadi, anggap saja tulisan ini sebagai pengganti janjiku waktu itu padamu.

Kau, kau sedang apa sekarang? Tertidur dengan Capi mu? Atau malah sedang berkutat dengan lepi dengan pulpen di telinga? Dan penjepit baju di rambut? Hahaha, aku belajar banyak kebiasaan aneh darimu. Kebiasaan aneh yg sebagian menulariku dan kerap kali ku terapkan. 

Awalnya aku kebingungan mau menuliskan apa. Tapi ternyata sekarang tiba-tiba wajahmu hadir begitu saja di ruangan ini dan membuatku, eheemmm kangen hahaha. Dan cerita tentang mu pun bergulir (deng-deng-deng-deng)

Apa kau ingat sebuah kisah di balik persahabatan kita? Jika harus ku jabarkan dengan satu kata alasan kita menjadi sahabat adalah karena “TERPAKSA’”. Benar bukan? Dulu, sewaktu kelas 10, kelas 11, kita tak pernah berteman. Satu asrama, tapi tak pernah benar-benar berteman. Kau dengan temanmu, dan aku dengan temanku. Mungkin kita hanya sekedar tau dan kenal, tapi tak berniat untuk saling mengenali lebih jauh. Tapi apa mau dikata,  ketika kelas 11 akan segera berakhir dan kita harus merombak kembali pasangan kamar. Kita adalah salah dua dari beberapa orang yang belum mendapatkan pasangan teman sekamar. Dan kita adalah salah dua dari berbeberapa orang yang merasa “terancam” dan khawatir akan hal tersebut. Sehingga, muncullah suatu ide untuk cari aman. Cari aman dengan mengajak salah satu dari yang tersisa untuk jadi teman sekamar, dan pilihan mu adalah aku, dan pilihan ku adalah kau. aku tak bisa menjabarkan kondisi ini dnegan lengkap karena suatu alasan, dan aku yakin kau pun tau itu, hahaha. Tapi aku juga yakin kau mengingat kondisi senyum terpaksa yang kita buat-buat ketika membicarakan kamar kita berdua nanti. Sebuah kamar, bekas kamar pengawas, yang selama ini jarang ditempati serta terkenal dengan cerita-cerita miringnya. Alhasil, kita berdua banyak menghibur diri. Tapi memang pada dasarnya kita berdua adalah dua orang yang KONYOL, kamar mistik ini berubah 180 derajat. Selama 3 tahun diasrama, ini lah kamar ternyaman, terhangat, terseru, terkonyol, ter-girl, tersemena-mena, ter-SUJU, tergoncang-ganjing, dan tersemangat buatku. Dengan tiga orang partner kita dikamar sebelah (kika, nuyul, pela), kita menggoncang-ganjingkan kehidupan tingkat akhir di SMA, huahaha (ini apa sih -___- )

Menurutku ini agak aneh. Aku benar-benar mengingat bagaimana rasanya menjadi teman sekamarmu di minggu-minggu awal. Kita yang tak pernah akrab, kita yang mengenal keburukan satu sama lain melalui pengamatan dari luar dan kemudian merasa saling tidka cocok, dan kita yang HARUS menjadi teman akrab selama satu tahun kemudian. Seminggu awal, aku mencoba untuk menjadi “baik” denganmu, namun memang pada dasarnya aku bukan orang baik, yang ada malah di seminggu awal aku menjadi orang “konyol” denganmu. Dan parahnya, kekonyolan ini kau sambut baik dan kita lanjutkan sampai detik ini!!

Hal konyol, hal bodoh, hal-hal yang membuat kita tertawa ngakak ketika mengenangnya sekaligus mengelus sedikit rasa kangen yang tiba-tiba muncul, ah yang sperti itu ada banyak. Mulai dari kebiasaan bbegadang kita dengan segelas kopi dan sebungkus mie instan, kebiasaan kita “nga-ngai” dikarpet sepulang sekolah, kebiasaan kita yang selalu pergi terlambat kesekolah dan terlambat juga untuk makan serta senam serta kumpul di GSG, serta kumpul angkatan, serta (eh kok ini telat semua ya), kebiasaan kita berbagi tentang SUJU, kebiasaan kita pura-pura nelpon dan menjadi istri serta adik kandung dari anak-anak SUJU, kebiasaan kita bercerita tentang komik-komik seru, kebiasaan kau yang menertawaiku saat menyanyikan lagu “Torn” dikamar, kebiasaan kita pinjem-pinjeman baju, kebiasaan kita foto-fotoan di kaca sehabis dan sebelum makan malam, kebiasaan kita dikamar pukul-pukulan dikamar sambil teriak “ku nggak kawan ka agik dak Dek/Yan”, kebiasaanku yang sering tiba-tiba pindah tempat tidur kesampingmu ketika terbangun tengah malam, kebiasaan kita bolos mentoring, kebiasaan kita mengacaukan kamar sebelah, kebiasaan kita berbicara dengan boneka kita yang intinya adalah “kite nggak og bekawan kek Adek/Dian”,  kebiasaan kita yang begini, begitu ada banyak sekali. Bagiku, itu semua seru dan tiada duanya. 

Dari sekian banyak cerita berantem kita, cerita yang paling kuingat adalah yang satu ini. aku lupa kita berantem karena apa, tapi yg pastinya malam itu mati lampu. Aku yang takut gelap terlalu gengsi untuk minta maaf dan meminta tidur seranjang dnegnmu, dan alhasil malam itu aku memberani kan diri tidur sendirian diranjangku. Tapi malam itu, anjing asrama terlalu ribut, dan mataku pun tak mengantuk. Aku tak bisa tidur, dan dari bawah aku mendengar suara grasak-grusukmu. Tapi karena kita berantem, aku tak mencoba memanggilmu, ya itu tadi GENGSI. Ternyata besoknya setelah baikan, kita sama-sama bercerita kalo semalem masing-masing tidak bisa tidur lantaran takut gelap dan semakin takut karena Anjas benar-benar berisik. Seandainya saja malam itu kita baikan, kita pasti tidur nyenyak semalam, memang dasar kita bocah hahaha

Aku juga ingat ketika malam terakhir kita diasrama, kau memelukku dan berkata “ku lom nek pisah kek ka, ku agik nek jadi kawan sekamar ka”. Waktu itu aku terharu, sesuatu yang kita mulai dengan keterpaksaan ternyata menimbulkan banyak efek. Bagaimana tidak, setahun dikamar berdua, ngakak bareng, konyol bareng, jungkir-balik bareng, belajar bareng, sering banget berantem, tidur bareng, naek sepeda bareng, pergi makan bareng, dikelas duduk bareng, bahkan kadang-kadang mandi bareng. istilahnya, buruk seburuk-buruknya seorang Dian, Adek tau, begitu juga sebaliknya. Dna kita, tetap saja selalu konyol dalam menghadapinya. 

Selesai SMA, maaf aku banyak melupaknmu. Diawal masuk kuliah, aku sempat tak menghubungimu, kita kehilangan komunikasi. Tapi, suatu ketika saat aku dirundung masalah, saat itu tingkat 2 awal, itulah awal aku menjalin komunikasi lagi dneganmu. Saat itu aku benar-benar kelimpungan dnegan permaslaahn hati yang ku alami. Aku punya banyak teman disini. Aku punya banyak tempat untuk bercerita segala masalahku, aku punya banyak teman yang bersedia berbagi nasihatnya dneganku, tapi dari sekian banyak itu tak ada satupun yang “ngena” dihatiku. Segala nasihat mereka mental, segalanya tak sesuai. Namun ketika ku ceritakan masalahku padamu, kau hanya tertawa enteng sembari mensihatiku, menasihati dnegan konyol (seperti biasa) tapi benar-benar menjadi sebuah titik balik dari keterpurukan seorang Dian. Hanya sebuah kalimat sederhana melalui SMS yang kemudiaan memacu kembali semangat dan keyakinanku. Aku benar-benar berterima kasih saat itu dan saat itu juga aku sadar bahwa dari sekian banyak teman, kau lah yang paling mengenalku dan kau lah teman yang paling ternyaman. Sejak saat itulah aku menjadi sering “menempelimu”, hahaha. Semoga kau tidak bosan denganku.

Ah, aku bercerita banyak dan agak ga jelas, mianhae.. 

Kau, saat ini telah memasuki usia Eyeshield, 21. Cieee, hahaha. Dan saat ini kau pun telah masuk kedunia baru yang lebih penuh tantangan dan membanting mental. Maaf aku tak banyak mengambil peran untuk menyemangatimu, maaf juga hanya bisa menitipkan doa atas langkah panjang setelah wisudamu, maaf tak pernah hadir di momen-momen bersejarahmu, maaf tak pernah ada disaat kau kesulitan. Aku hanya bisa berdoa untukmu, untuk usia barumu, untuk hidup barumu, untk langkah awalmu. Aku tau, masa mu sekarang bukan masa yang mudah, tapi aku juga yakin, 3 tahun mu menimba ilmu itu telah cukup untuk mendewasakan dan menyiapkan mentalmu untuk masa ini. aku percaya padamu, dan percaya pada-Nya. Bahwa keringat yang kau teteskan bertahun-tahun ini akan Ia jawab dengan sebaik-baiknya.

Kita, bukan lagi anak kecil yang harus selalu dipeluk ketika menangis, kita bukan lagi anak ingusan yang pikirannya hanya berkutat pada SUJU dan komik, kita bukan lagi anak kemarin sore yang hanya berpikir tentang capek dan segala keluhan-keluhan, tapi kita adalah calon orang dewasa pemberani yang selalu bangkit meskipun lelah terjatuh dan selalu belajar meskipun banyak salah. 

Selamat Ulang Tahun Cintaaa,, aku berdoa yang terbaik untukmu. Semoga karirmu lancar, semoga jodohmu yang terbaik dan dekat, semoga umurmu barokah, semoga ilmumu bermanfaat, semoga semakin dewasa, semoga semakin kuat dan berani, semoga semakin dekat dengan-Nya, semoga semakin sayang orang tua, dan semoga selalu Allah berikan yang terbaik.

Terima kasih atas segala hal dan mohon maaf atas segala kekurangan. Temanmu ini memang sedikit kaku, tidak hanya kaku di badannya, tapi juga kaku di sikapnya. Temanmu ini juga keras kepala, terkadang menyebalkan, cuek, tidak perhatian dan tidak pengertian. Terima kasih telah menjadi teman terbaik dan teman ternyaman untukku, aku sedikit bangga bahwa aku punya sahabat, haha. 
Meski dalam keadaan apapun, jangan pernah berpikir bahwa kau sendriian. Kau harus selalu ingat bahwa kau memiliki seorang teman, yang meskipun sibuk dengan segala hal yang berhubungan dengan insinyurnya, tapi ia selalu bersedia mendengarkan segala masalahmu. 

Tetap cerah ceria semangat!!

Selamat ulang tahun istrinya Cho Kyuhyun >0< 

Saengil Chukae Hamnida.... doa terbaik untukmu..


Teman jauhmu,
Dian Puspa, Istrinya Lee Dong Hae >0<

Tidak ada komentar :

Posting Komentar