Hey
kau, hahaha.. iya aku tau ini bukan lagi tanggal 7 Desember, ini 7 Desember
lewat 2 jam!! Mianhae,, aku memang berencana mau menuliskan sesuatu yg romantis
(ceileee) pada mu, tapi sampai tadi malam, aku masih kebingungan mau menuliskan
apa (halah halah...). kau ingat, dulu sewaktu aku tingkat 2, aku pernah
menjanjikan pada mu untuk mengirimimu sebuah surat, tapi sampai aku tingkat 4,
surat itu belum pernah aku kirimkan. Jadi, anggap saja tulisan ini sebagai
pengganti janjiku waktu itu padamu.
Kau,
kau sedang apa sekarang? Tertidur dengan Capi mu? Atau malah sedang berkutat
dengan lepi dengan pulpen di telinga? Dan penjepit baju di rambut? Hahaha, aku
belajar banyak kebiasaan aneh darimu. Kebiasaan aneh yg sebagian menulariku dan
kerap kali ku terapkan.
Awalnya
aku kebingungan mau menuliskan apa. Tapi ternyata sekarang tiba-tiba wajahmu
hadir begitu saja di ruangan ini dan membuatku, eheemmm kangen hahaha. Dan cerita
tentang mu pun bergulir (deng-deng-deng-deng)
Apa
kau ingat sebuah kisah di balik persahabatan kita? Jika harus ku jabarkan
dengan satu kata alasan kita menjadi sahabat adalah karena “TERPAKSA’”. Benar bukan?
Dulu, sewaktu kelas 10, kelas 11, kita tak pernah berteman. Satu asrama, tapi
tak pernah benar-benar berteman. Kau dengan temanmu, dan aku dengan temanku. Mungkin
kita hanya sekedar tau dan kenal, tapi tak berniat untuk saling mengenali lebih
jauh. Tapi apa mau dikata, ketika kelas
11 akan segera berakhir dan kita harus merombak kembali pasangan kamar. Kita adalah
salah dua dari beberapa orang yang belum mendapatkan pasangan teman sekamar. Dan
kita adalah salah dua dari berbeberapa orang yang merasa “terancam” dan khawatir
akan hal tersebut. Sehingga, muncullah suatu ide untuk cari aman. Cari aman
dengan mengajak salah satu dari yang tersisa untuk jadi teman sekamar, dan
pilihan mu adalah aku, dan pilihan ku adalah kau. aku tak bisa menjabarkan
kondisi ini dnegan lengkap karena suatu alasan, dan aku yakin kau pun tau itu,
hahaha. Tapi aku juga yakin kau mengingat kondisi senyum terpaksa yang kita
buat-buat ketika membicarakan kamar kita berdua nanti. Sebuah kamar, bekas
kamar pengawas, yang selama ini jarang ditempati serta terkenal dengan
cerita-cerita miringnya. Alhasil, kita berdua banyak menghibur diri. Tapi memang
pada dasarnya kita berdua adalah dua orang yang KONYOL, kamar mistik ini
berubah 180 derajat. Selama 3 tahun diasrama, ini lah kamar ternyaman,
terhangat, terseru, terkonyol, ter-girl, tersemena-mena, ter-SUJU,
tergoncang-ganjing, dan tersemangat buatku. Dengan tiga orang partner kita
dikamar sebelah (kika, nuyul, pela), kita menggoncang-ganjingkan kehidupan
tingkat akhir di SMA, huahaha (ini apa sih -___- )
Menurutku
ini agak aneh. Aku benar-benar mengingat bagaimana rasanya menjadi teman
sekamarmu di minggu-minggu awal. Kita yang tak pernah akrab, kita yang mengenal
keburukan satu sama lain melalui pengamatan dari luar dan kemudian merasa
saling tidka cocok, dan kita yang HARUS menjadi teman akrab selama satu tahun
kemudian. Seminggu awal, aku mencoba untuk menjadi “baik” denganmu, namun
memang pada dasarnya aku bukan orang baik, yang ada malah di seminggu awal aku
menjadi orang “konyol” denganmu. Dan parahnya, kekonyolan ini kau sambut baik dan
kita lanjutkan sampai detik ini!!
Hal
konyol, hal bodoh, hal-hal yang membuat kita tertawa ngakak ketika mengenangnya
sekaligus mengelus sedikit rasa kangen yang tiba-tiba muncul, ah yang sperti
itu ada banyak. Mulai dari kebiasaan bbegadang kita dengan segelas kopi dan
sebungkus mie instan, kebiasaan kita “nga-ngai” dikarpet sepulang sekolah,
kebiasaan kita yang selalu pergi terlambat kesekolah dan terlambat juga untuk
makan serta senam serta kumpul di GSG, serta kumpul angkatan, serta (eh kok ini
telat semua ya), kebiasaan kita berbagi tentang SUJU, kebiasaan kita pura-pura
nelpon dan menjadi istri serta adik kandung dari anak-anak SUJU, kebiasaan kita
bercerita tentang komik-komik seru, kebiasaan kau yang menertawaiku saat
menyanyikan lagu “Torn” dikamar, kebiasaan kita pinjem-pinjeman baju, kebiasaan
kita foto-fotoan di kaca sehabis dan sebelum makan malam, kebiasaan kita dikamar
pukul-pukulan dikamar sambil teriak “ku nggak kawan ka agik dak Dek/Yan”,
kebiasaanku yang sering tiba-tiba pindah tempat tidur kesampingmu ketika
terbangun tengah malam, kebiasaan kita bolos mentoring, kebiasaan kita mengacaukan
kamar sebelah, kebiasaan kita berbicara dengan boneka kita yang intinya adalah “kite
nggak og bekawan kek Adek/Dian”, kebiasaan
kita yang begini, begitu ada banyak sekali. Bagiku, itu semua seru dan tiada
duanya.
Dari
sekian banyak cerita berantem kita, cerita yang paling kuingat adalah yang satu
ini. aku lupa kita berantem karena apa, tapi yg pastinya malam itu mati lampu. Aku
yang takut gelap terlalu gengsi untuk minta maaf dan meminta tidur seranjang
dnegnmu, dan alhasil malam itu aku memberani kan diri tidur sendirian
diranjangku. Tapi malam itu, anjing asrama terlalu ribut, dan mataku pun tak
mengantuk. Aku tak bisa tidur, dan dari bawah aku mendengar suara
grasak-grusukmu. Tapi karena kita berantem, aku tak mencoba memanggilmu, ya itu
tadi GENGSI. Ternyata besoknya setelah baikan, kita sama-sama bercerita kalo
semalem masing-masing tidak bisa tidur lantaran takut gelap dan semakin takut
karena Anjas benar-benar berisik. Seandainya saja malam itu kita baikan, kita
pasti tidur nyenyak semalam, memang dasar kita bocah hahaha
Aku
juga ingat ketika malam terakhir kita diasrama, kau memelukku dan berkata “ku
lom nek pisah kek ka, ku agik nek jadi kawan sekamar ka”. Waktu itu aku
terharu, sesuatu yang kita mulai dengan keterpaksaan ternyata menimbulkan
banyak efek. Bagaimana tidak, setahun dikamar berdua, ngakak bareng, konyol
bareng, jungkir-balik bareng, belajar bareng, sering banget berantem, tidur
bareng, naek sepeda bareng, pergi makan bareng, dikelas duduk bareng, bahkan
kadang-kadang mandi bareng. istilahnya, buruk seburuk-buruknya seorang Dian,
Adek tau, begitu juga sebaliknya. Dna kita, tetap saja selalu konyol dalam
menghadapinya.
Selesai
SMA, maaf aku banyak melupaknmu. Diawal masuk kuliah, aku sempat tak
menghubungimu, kita kehilangan komunikasi. Tapi, suatu ketika saat aku
dirundung masalah, saat itu tingkat 2 awal, itulah awal aku menjalin komunikasi
lagi dneganmu. Saat itu aku benar-benar kelimpungan dnegan permaslaahn hati
yang ku alami. Aku punya banyak teman disini. Aku punya banyak tempat untuk
bercerita segala masalahku, aku punya banyak teman yang bersedia berbagi
nasihatnya dneganku, tapi dari sekian banyak itu tak ada satupun yang “ngena” dihatiku.
Segala nasihat mereka mental, segalanya tak sesuai. Namun ketika ku ceritakan
masalahku padamu, kau hanya tertawa enteng sembari mensihatiku, menasihati
dnegan konyol (seperti biasa) tapi benar-benar menjadi sebuah titik balik dari
keterpurukan seorang Dian. Hanya sebuah kalimat sederhana melalui SMS yang
kemudiaan memacu kembali semangat dan keyakinanku. Aku benar-benar berterima
kasih saat itu dan saat itu juga aku sadar bahwa dari sekian banyak teman, kau
lah yang paling mengenalku dan kau lah teman yang paling ternyaman. Sejak saat
itulah aku menjadi sering “menempelimu”, hahaha. Semoga kau tidak bosan
denganku.
Ah,
aku bercerita banyak dan agak ga jelas, mianhae..
Kau,
saat ini telah memasuki usia Eyeshield, 21. Cieee, hahaha. Dan saat ini kau pun
telah masuk kedunia baru yang lebih penuh tantangan dan membanting mental. Maaf
aku tak banyak mengambil peran untuk menyemangatimu, maaf juga hanya bisa
menitipkan doa atas langkah panjang setelah wisudamu, maaf tak pernah hadir di
momen-momen bersejarahmu, maaf tak pernah ada disaat kau kesulitan. Aku hanya
bisa berdoa untukmu, untuk usia barumu, untuk hidup barumu, untk langkah
awalmu. Aku tau, masa mu sekarang bukan masa yang mudah, tapi aku juga yakin, 3
tahun mu menimba ilmu itu telah cukup untuk mendewasakan dan menyiapkan
mentalmu untuk masa ini. aku percaya padamu, dan percaya pada-Nya. Bahwa keringat
yang kau teteskan bertahun-tahun ini akan Ia jawab dengan sebaik-baiknya.
Kita,
bukan lagi anak kecil yang harus selalu dipeluk ketika menangis, kita bukan
lagi anak ingusan yang pikirannya hanya berkutat pada SUJU dan komik, kita
bukan lagi anak kemarin sore yang hanya berpikir tentang capek dan segala
keluhan-keluhan, tapi kita adalah calon orang dewasa pemberani yang selalu
bangkit meskipun lelah terjatuh dan selalu belajar meskipun banyak salah.
Selamat
Ulang Tahun Cintaaa,, aku berdoa yang terbaik untukmu. Semoga karirmu lancar,
semoga jodohmu yang terbaik dan dekat, semoga umurmu barokah, semoga ilmumu
bermanfaat, semoga semakin dewasa, semoga semakin kuat dan berani, semoga
semakin dekat dengan-Nya, semoga semakin sayang orang tua, dan semoga selalu
Allah berikan yang terbaik.
Terima
kasih atas segala hal dan mohon maaf atas segala kekurangan. Temanmu ini memang sedikit kaku, tidak hanya kaku di badannya, tapi juga kaku di sikapnya. Temanmu ini juga keras kepala, terkadang menyebalkan, cuek, tidak perhatian dan tidak pengertian. Terima kasih telah
menjadi teman terbaik dan teman ternyaman untukku, aku sedikit bangga bahwa aku
punya sahabat, haha.
Meski
dalam keadaan apapun, jangan pernah berpikir bahwa kau sendriian. Kau harus
selalu ingat bahwa kau memiliki seorang teman, yang meskipun sibuk dengan
segala hal yang berhubungan dengan insinyurnya, tapi ia selalu bersedia
mendengarkan segala masalahmu.
Tetap
cerah ceria semangat!!
Selamat
ulang tahun istrinya Cho Kyuhyun >0<
Saengil
Chukae Hamnida.... doa terbaik untukmu..
Teman
jauhmu,
Dian
Puspa, Istrinya Lee Dong Hae >0<

Tidak ada komentar :
Posting Komentar