Kali ini dan kali kemarin, persis begini
pun sama seperti tahun sebelum ini, masih begini.
datang kemudian hilang. hilang kemudian datang
berulang-ulang menimbulkan tanya, dan berulang-ulang menimbulkan buah pikiran
datang kemudian hilang, dan hilang kemudian datang.
diluar sana semua membisik, entah nada nasehat atau malah nada menyesat. entahlah, antara nasehat dan menyesat, aku tak jelas rupa untukmu layak yg mana.
tapi di suatu sore, aku berpikir berulang-ulang
pun hingga malam menjelang, aku memutuskan tidur lebih cepat. bukan karena mengantuk, namun tak tahan lantaran hati berisik sesorean suntuk. Sejak sore hingga malam, aku berharap suara handphone ku akan berisik, namun nyatanya hati ku yg malah berisik.
aku hanya ingin bertanya, tidak bermaksud menghakimi, tak pula bermaksud menekan. Aku ingin bertanya, agar tak lagi penasaran, agar tak lagi banyak sangkaan, bahkan agar tak lagi patah dan tumbuh dengan pengulangan.
Aku hanya ingin tau, aku benar hanya ingin tau.
Ah, apa yg ku pikirkan? sedang apa aku ini? Aku berhenti sejenak
kemudian, aku kembali mengulangi, berpikir dengan penasaran.
lalu aku kembali bertanya "apa yg ku lakukan? sedang apa aku ini?"
kemudian skenario mengulang.
hingga lelah rasanya.
"ah sudah biasa, aku tak heran lagi padanya"
iya benar, "sudah biasa, aku tak heran lagi padamu"
iya, aku tak heran lagi padamu.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar