Umur tak ada yang tau. Siapa sih yang tau umur. Yang sehat
wal-afiat saja satu detik kemudian bisa menginggal begitu saja. Siapa manuasia
yang bisa nebak? Siapa manusia yang bisa nolak? Tak ada. Toh kita ini
kepemilikan Allah, maka terserah Allah saja. Terserah Dia saja mau kapan, mau
dimana, mau bagaimana. Terserah Allah saja.
Akhir 2014. Penghujung 2014, kami banyak kehilangan. Bahkan penghujung
2014 belum berakhir, keluarga besar kami kehilangan banyak hal. Beruntut,
bertubi-tubi. Belum 40 hari Ibu meninggal, Bibi menyusul. Belum 40 hari Bibi
meninggal, Mbah menyusul. Bahkan 2014 belum berakhir, kami telah banyak
kehilangan.
Ah tak tau apa yang harus kukatakan. Sejak 6 September pun
ada banyak hal yang tak mampu kukatakan, apalagi sekarang.
Sejak September 2014 menangis menjadi hal yang biasa di
keluarga kami. Tak ada lagi yang malu untuk menangis, semua orang tak ada lagi
yang sanggup untuk tak menangis. Kami hanya manangis, menangis, dan menangis. Menangis
dengan wajar, berusaha menangis dengan wajar. Apalagi? Tak ada reaksi perasaan
yang pantas selain menangis, seolah semua sadar jika kami meluapkan perasaan
dengan ‘berkomentar’ satu sama lain, maka kata-kata ‘meratapi keputusan Allah’
akan keluar. Kami hanya takut kata-kata kami akan melemahkan yang lainnya. Maka
pada akhirnya kami hanya menangis sembari diam.
“Padahal baru saja semalam mikirin Mbah, baru saja semalam
mikirin bagaimana perasaan Mbah jika suatu saat nanti menghadapi sakaratul
maut, dan pagi ini kabar datang begitu saja.
“Selamat jalan Mamak, Bik Halimah, Mbah. Semoga Allah
menempatkan kalian di tempat terbaik di sisi-Nya, mengampuni dosa kalian,
menjauhkan kalian dari siksa kubur dan sisa api neraka, semoga Allah senantiasa
menjaga dan menyayangi kalian. Selamat jalan, semoga suatu saat nanti Allah
mengizinkan keluarga besar kita berkumpul kembali di surga-Nya. Dan juga semoga Allah selalu memberikan kekuatan bagi kami yang kalian tinggalkan. Amin, Allahumma
amin.
6 September, 28 September, 6 November 2014
Tidak ada komentar :
Posting Komentar