“Sebuah pelajaran tanpa rasa sakit tak kan ada artinya, karena manusia tidak akan bisa mendapatkan apapun tanpa mengorbankan sesuatu, tetapi ketika kita mampu mengatasi itu, manusia akan mendapatkan hati baja yang lebih keras daripada apapun (Fullmetal Alchemist 27)”
Rasa sakit mengajari manusia banyak hal. Mulai dari mengajari berempati sampai mengajarimu untuk bangkit kembali. Rasa sakit itu anugerah. Salah satu bukti bahwa yang maha kuasa menyayangimu. Kerena di dalam rasa sakit tersirat sebuah rasa kerinduan Sang Pencipta pada iman kita. Karena rasa sakit adalah batu sandungan yang terkadang begitu ampuh untuk membuat kita menoleh kembali kepada-Nya.
Diantara serentetan langkah hidup kita, terkadang kita lupa pada-Nya. Terkadang kita mengacuhkan-Nya. Maka sebuah bentuk kerinduan-Nya ia wujudkan dengan sebuah batu kecil di antara jalan-jalan kecilmu, agar kau tersadar, agar kau kembali mengingat-Nya, agar kau meminta kembali pertolongan-Nya, agar kau menyertai-Nya dalam perjalananmu. Sebentuk rasa cinta Sang Pencipta pada hamba-Nya. Itulah dia, rasa sakit.
Rasa sakit mengajarimu banyak hal. Ia mempertajam rasa simpati dan empatimu. Ia menghaluskan rasamu. Menundukkan pandanganmu. Mengajarimu untuk sejenak memandang dunia dari sudut pandang yang berbeda. Ia memaksamu untuk belajar keikhlasan dan membuatmu naik kelas ketika kau berhasil melewatinya dan keluar sebagai juara dari setiap kemelutmu.
Rasa sakit terkadang menjauhkanmu dari seorang yang dekat denganmu dan terkadang mendekatkan seorang yang jauh darimu. Ia seperti sebuah proses pengeleminasian bagian mana yang pantas dan tak pantas untukmu. Bagian mana yang punyamu dan bagian mana yang milik orang lain. Sekali lagi, ia memaksamu untuk belajar keikhlasan. Karena Ia begitu memahamimu. Karena Ia mengetahuimu sangat baik. Bahkan lebih baik dari yang kau pahami dan ketahui.
Rasa sakit adalah bukti bahwa Ia tak mengabaikanmu, karena di dalam rasa sakit itu selalu Ia selipkan obatnya. Obat yang membuatmu mampu bertahan, mampu belajar, dan mampu memahami setiap keputusannya dari sudut pandang yang indah. Obat yang membuatmu bangkit dengan kekuatan yang berkali-kali lipat. Obat yang ia titipkan melalui perpanjangan tangan-tangan-Nya yang mungkin selama ini tak pernah kau sangka-sangka.
Bersyukurlah saat Allah menegurmu, dan takutlah saat Allah tidak lagi mempedulikanmu. Sesakit apapun yang kini kau rasakan, sejauh itulah kau telah berjalan dari-Nya. Maka mintalah pertolongan pada-Nya. Maka banyak-banyak bersyukurlah pada-Nya. Maka maknailah rasa sakit dengan sangat indah. Seraplah semua ilmu yang terkandung didalamnya. Hadapilah, berkembanglah, dan jadilah pemenang. Karena dibalik serentetan hentakan memilukan dalam hidupmu akan selalu ada seulas senyum kebahagiaan yang sangat indah.
“Kau harus melepaskan lukanya dimasa lalu, karena itu tidak penting lagi. Satu satunya hal yang penting, kau memilih menjadi apa sekarang (Kungfu Panda)”
Bogor, 7 Maret 2012
Tidak ada komentar :
Posting Komentar