Annyeong.. udah lama ga buka blog yg satu
ini, hehehe..
Ditulisan kali ini gue ingin berbagi
tentang beberapa hal yg gue rangkum menurut versi gue sendiri. Sesuai dgn
judulnya, “versi gue”. Mungkin ada beberapa hal yang tertulis dibawah ini,
sesuatu yg gue sendiri belum pantas untuk menyampaikannya, akan tetapi, gue
hanya berpikir secara sederhana bahwa tak perlu menunggu menjadi hebat untuk
menyampaikan, bayangkan jika semua orang berpikir bahwa dirinya haruslah hebat
barulah bisa menyampaikan sedikit nasehat, maka dunia ini akan kacau lantaran
tidak ada yg akan saling mengingatkan. Jika tulisan ini dapat menyadarkan kita
tentang sesuatu yg kurang benar (amin),
maka harapannya ketika gue salah, akan selalu ada yg menyadarkan juga. Okeh,
versi gue dimulai ya..
1.
Pemantasan Diri
Gue percaya Allah memberikan cobaan
kepada umatnya tidak pernah melebihi batas kemampuan umatnya. Apapun cobaan
tersebut, pastilah hambanya pantas menerimanya. Begitu juga dengan nikmat-Nya.
Allah memberikan nikmatnya didunia tidak
akan pernah melebihi kemampuan dan kepantasan umat-Nya. Jika kita berharap
sesuatu yang besar, maka “besar”kan dulu diri kita. Itulah yg dimaksud dengan
pemantasan diri. Karena Allah maha adil, maka siapa yg menjalani proses
pemantasan dengan sebaik-baiknya, maka ia juga akan mendapatkan yang pantas
sesuai dengan usahanya. Jadi, proses pemantasan diri sangatlah penting. Ini
juga termasuk didalamnya urusan jodoh.
2.
Dewasa
Terlihat tenang diluar tidak selalu
menjamin kedewasaan seseorang. Pembawaan yg tenang, kalem, berbicara
seperlunya, dan sejenisnya bukanlah sebuah pertanda bahwa ia memiliki
kematangan sikap alias dewasa. Menurut gue,
dewasa atau tidaknya seseorang dapat dinilai dari bagaimana cara dia
menyikapi setiap permasalahan. Bagaimana dia memandang setiap hal yg
menyakitkan dari sudut pandang yg indah, salah satunya adalah dari sikap selalu
berprasangka baik. Walaupun keseharian dia “unyu-unyu”, bawel, “beringas”,
bahkan over aktif sekalipun, belum tentu dia kekanak-kanakan. Bisa jadi saat
mengahadapi masalah, dia jauh lebih berkepala dingin dan memandang tak hanya
dari satu sisi keegoisan
3.
Cuek
Ada beberapa orang didunia ini yang
kurang pandai mengungkapkan perasaannya. Orang-orang seperti ini terkadang
terlihat cuek. Namun, percayalah bahwa ia sebenarnya tak kalah peka dan tak
kalah halus hatinya dari orang-orang kebanyakan, hanya saja ia sering merasa
bingung bagaimana cara mengungkapkan apa yg ia rasakan, hingga pada akhirnya
orang-orang terburu untuk kecewa padanya. Dan pada akhirnya, saat orang lain
menunjukkan kekecewaannya, ntah dengan mengucilkan, membenci, atau bahkan
meninggalkannya, ia hanya bisa terdiam, tak berbuat apa-apa. Lagi-lagi bukan
karena dia tak peduli, tapi tentu saja karena dia tak tau bagaimana cara
mengungkapkannya *tarik nafas*
4.
Mendramatisir
Mendramatisir atau penjelasan gampangnya
adalah lebay. Contoh mendramatisir keadaan adalah mengeluh dan panik.
Kebanyakan mendramatisir ini terjadi saat kita menghadapi masalah. Terkadang
masalahnya sepele, namun lantaran panik dan suka mengeluh akhirnya semua
terlihat begitu rumit. Yang seperti ini seratus persen merugikan, mendramatisir
tidak pada tempatnya. Tetapi, mendramatisir juga ada manfaatnya loh, contohnya
adalah mendramatisir untuk selalu dekat dengan Allah. Misalnya, saat kita sedang
diuji, mendramatisirnya adalah dengan berfikir bahwa ini adalah sebentuk cinta
Allah, langkah kecil Allah untuk membuat kita dekat dan lebih dekat pada-Nya. Maka mendramatisir
yang paling bermanfaat adalah sering-sering mengadu pada-Nya didalam doa-doa. Percayalah
bahwa pendengar masalah terbaik adalah Allah, maka teman curhat terbaik adalah
Allah.
5.
Pacaran
Menurut gue, pacaran itu terlalu
beresiko. Salah satu resikonya adalah berpisah dengan seseorang yang kita
sayang. Simpel aja, sesuatu yg ada awalnya, pasti ada akhirnya. Akhirnya ini kita tak pernah tau apakah itu
indah atau malah kebalikannya. Selain itu, pacaran menutup jalan bagi sang
jodoh yg memang udh ditakdirkan dari sebelum kita terlahir untuk mendekat
kepada kita. Tentu saja, seseorang yang
kita pacari sekarang belum tentu ia yang Allah takdirkan. Jadinya kan kasihan
sama jodoh kita yang sesungguhnya jika sekarang kita ber-yayang-an dengan orang
lain. Kalaupun ia adalah jodoh kita yang sesungguhnya, maka pacaran adalah
seperti memakan kaldu sup sebelum sup itu dimasak. Maka jalan teraman adalah menikah,
tentu saja ini untuk yg udah siap. Kalo belum siap gimana? Marilah kita
bersama-sama memantaskan diri terlebih dahulu. Mempersiapkan diri untuk dapat
mempersembahkan yang terbaik. Untuk menikah sendiri, belum bisa gue bahas,
belum pengalaman soalnya, hehehe.
6.
Keras kepala
Menurut gue keras kepala itu tidak
selalu identik dengan tipe orang yang sulit diubah sudut pandangnya. terkadang
beberapa orang yang sudut pandangnya sulit diubah sering menggunakan logikanya
terlalu banyak. Jadi saat kita beragumen terhadapnya dan tidak “kena”
dilogikanya, maka ia tak kan pernah menerima argumen tersebut. Salah satu cara
untuk mengubah sudut pandangnya adalah memberikan argumen serta bukti yang
masuk ke logikanya. Jadi, bukan karena ia keras kepala, tetapi cara kita
menyampaikannyalah yang belum benar.
7.
Orang jahat
Gue percaya bahwa tidak ada orang jahat
didunia ini. Tidak ada orang yang benar-benar ingin menyakiti kita. Ketika kita
merasa tersakiti oleh seseorang, percayalah bahwa ia sebenarnya pun tak
bermaksud begitu, hanya saja terkadang tabrakan kepentingan sering kali
terjadi. Maka keegoisan lebih sering dimunculkan sehingga ada pihak-pihak yang
terluka. Pelajarannya adalah kita ga boleh mengabaikan hal-hal kecil dibalik
kisah sempurna rancangan kita. Tidak ada salahnya menempatkan perasaan orang
lain sebagai bahan pertimbangan.
8.
Rapor
Gue salah satu orang yang ga setuju kalo
kemampuan seseorang dinilai dari seberapa tinggi nilai rapornya. Walaupun rapor
tertulis menggunakan angka, tapi nilai rapor itu adalah sebuah pandangan
subjektif. Nilai rapor itu, selain bergantung dari kemampuan sang siswa, juga
bergantung pada kemurahan hati sang guru, sistem disekolah, dan lain-lain. Oleh
karena itu, jika nilai rapor dijadikan sebuah patokan untuk menentukan sesorang
lulus atau tidaknya disebuah universitas, gue kurang setuju. Tes tertulis yang
jujur itu lebih baik.
9.
Komik
Komik bukan hanya sebuah media penghibur
semata. Ada banyak manfaat dikomik. Salah satu yang gue rasain adalah komik
sebagai charger semangat. Misalnya, komik naruto. Tokoh naruto yang digambarkan
adalah seorang anak yang penuh semangat dan bercita-cita tinggi. naruto tak
pernah berkata bahwa ia ingin menjadi ‘seperti’ hokage-hokage terdahulu. Tapi
ia selalu berkata bahwa ia ingin ‘melampaui’ hokage-hokage terdahulu. Ia
digambarkan dengan penuh semangat, percaya diri, dan ceria. Ia adalah tokoh
yang menginspirasi. Kebanyakan komik-komik memiliki alur cerita tentang
perjuangan mencapai sebuah impian, cerita-cerita yang dikemas dengan unik
inilah charger semangat yg benar-benar ampuh.
10.
Bintang
Buat gue bintang itu romantis. Berbicara
tentang bintang dibawah cahaya bintang itu romantis. Baiklah, yang satu ini ga
penting. Jadi ga gue lanjutin sebelum semakin ngaco,hahaha
11.
Bunga dan boneka
Sepengamatan gue, setiap wanita
kebanyakan suka dengan dua benda ini. Walaupun wanita tersebut tomboy, tapi
bukan menutup kemungkinan bahwa ia menyukai dua hal tersebut. hal ini lebih
disebabkan oleh halusnya hati sang wanita sehingga ia cenderung menyukai
sesuatu yang lucu dan menyimbolkan keromantisan.
Ga kerasa, hari udah berganti sekarang,
versi gue kali ini disudahi dulu ya. Dari tanah kelahiran tulisan ini dibuat,
semoga maknanya tersampaikan hingga kesudut dunia..
Koba, 16 Agustus 2012.. dini hari ^^
Tidak ada komentar :
Posting Komentar