Minggu, 19 Agustus 2012

Versi Gue

Annyeong.. udah lama ga buka blog yg satu ini, hehehe..
Ditulisan kali ini gue ingin berbagi tentang beberapa hal yg gue rangkum menurut versi gue sendiri. Sesuai dgn judulnya, “versi gue”. Mungkin ada beberapa hal yang tertulis dibawah ini, sesuatu yg gue sendiri belum pantas untuk menyampaikannya, akan tetapi, gue hanya berpikir secara sederhana bahwa tak perlu menunggu menjadi hebat untuk menyampaikan, bayangkan jika semua orang berpikir bahwa dirinya haruslah hebat barulah bisa menyampaikan sedikit nasehat, maka dunia ini akan kacau lantaran tidak ada yg akan saling mengingatkan. Jika tulisan ini dapat menyadarkan kita tentang sesuatu  yg kurang benar (amin), maka harapannya ketika gue salah, akan selalu ada yg menyadarkan juga. Okeh, versi gue dimulai ya..
1.       Pemantasan Diri
Gue percaya Allah memberikan cobaan kepada umatnya tidak pernah melebihi batas kemampuan umatnya. Apapun cobaan tersebut, pastilah hambanya pantas menerimanya. Begitu juga dengan nikmat-Nya. Allah memberikan nikmatnya  didunia tidak akan pernah melebihi kemampuan dan kepantasan umat-Nya. Jika kita berharap sesuatu yang besar, maka “besar”kan dulu diri kita. Itulah yg dimaksud dengan pemantasan diri. Karena Allah maha adil, maka siapa yg menjalani proses pemantasan dengan sebaik-baiknya, maka ia juga akan mendapatkan yang pantas sesuai dengan usahanya. Jadi, proses pemantasan diri sangatlah penting. Ini juga termasuk didalamnya urusan jodoh.
2.       Dewasa
Terlihat tenang diluar tidak selalu menjamin kedewasaan seseorang. Pembawaan yg tenang, kalem, berbicara seperlunya, dan sejenisnya bukanlah sebuah pertanda bahwa ia memiliki kematangan sikap alias dewasa. Menurut gue,  dewasa atau tidaknya seseorang dapat dinilai dari bagaimana cara dia menyikapi setiap permasalahan. Bagaimana dia memandang setiap hal yg menyakitkan dari sudut pandang yg indah, salah satunya adalah dari sikap selalu berprasangka baik. Walaupun keseharian dia “unyu-unyu”, bawel, “beringas”, bahkan over aktif sekalipun, belum tentu dia kekanak-kanakan. Bisa jadi saat mengahadapi masalah, dia jauh lebih berkepala dingin dan memandang tak hanya dari satu sisi keegoisan
3.       Cuek
Ada beberapa orang didunia ini yang kurang pandai mengungkapkan perasaannya. Orang-orang seperti ini terkadang terlihat cuek. Namun, percayalah bahwa ia sebenarnya tak kalah peka dan tak kalah halus hatinya dari orang-orang kebanyakan, hanya saja ia sering merasa bingung bagaimana cara mengungkapkan apa yg ia rasakan, hingga pada akhirnya orang-orang terburu untuk kecewa padanya. Dan pada akhirnya, saat orang lain menunjukkan kekecewaannya, ntah dengan mengucilkan, membenci, atau bahkan meninggalkannya, ia hanya bisa terdiam, tak berbuat apa-apa. Lagi-lagi bukan karena dia tak peduli, tapi tentu saja karena dia tak tau bagaimana cara mengungkapkannya *tarik nafas*
4.       Mendramatisir
Mendramatisir atau penjelasan gampangnya adalah lebay. Contoh mendramatisir keadaan adalah mengeluh dan panik. Kebanyakan mendramatisir ini terjadi saat kita menghadapi masalah. Terkadang masalahnya sepele, namun lantaran panik dan suka mengeluh akhirnya semua terlihat begitu rumit. Yang seperti ini seratus persen merugikan, mendramatisir tidak pada tempatnya. Tetapi, mendramatisir juga ada manfaatnya loh, contohnya adalah mendramatisir untuk selalu dekat dengan Allah. Misalnya, saat kita sedang diuji, mendramatisirnya adalah dengan berfikir bahwa ini adalah sebentuk cinta Allah, langkah kecil Allah untuk membuat kita dekat  dan lebih dekat pada-Nya. Maka mendramatisir yang paling bermanfaat adalah sering-sering mengadu pada-Nya didalam doa-doa. Percayalah bahwa pendengar masalah terbaik adalah Allah, maka teman curhat terbaik adalah Allah.
5.       Pacaran
Menurut gue, pacaran itu terlalu beresiko. Salah satu resikonya adalah berpisah dengan seseorang yang kita sayang. Simpel aja, sesuatu yg ada awalnya, pasti ada akhirnya.  Akhirnya ini kita tak pernah tau apakah itu indah atau malah kebalikannya. Selain itu, pacaran menutup jalan bagi sang jodoh yg memang udh ditakdirkan dari sebelum kita terlahir untuk mendekat kepada kita.  Tentu saja, seseorang yang kita pacari sekarang belum tentu ia yang Allah takdirkan. Jadinya kan kasihan sama jodoh kita yang sesungguhnya jika sekarang kita ber-yayang-an dengan orang lain. Kalaupun ia adalah jodoh kita yang sesungguhnya, maka pacaran adalah seperti memakan kaldu sup sebelum sup itu dimasak. Maka jalan teraman adalah menikah, tentu saja ini untuk yg udah siap. Kalo belum siap gimana? Marilah kita bersama-sama memantaskan diri terlebih dahulu. Mempersiapkan diri untuk dapat mempersembahkan yang terbaik. Untuk menikah sendiri, belum bisa gue bahas, belum pengalaman soalnya, hehehe.
6.       Keras kepala
Menurut gue keras kepala itu tidak selalu identik dengan tipe orang yang sulit diubah sudut pandangnya. terkadang beberapa orang yang sudut pandangnya sulit diubah sering menggunakan logikanya terlalu banyak. Jadi saat kita beragumen terhadapnya dan tidak “kena” dilogikanya, maka ia tak kan pernah menerima argumen tersebut. Salah satu cara untuk mengubah sudut pandangnya adalah memberikan argumen serta bukti yang masuk ke logikanya. Jadi, bukan karena ia keras kepala, tetapi cara kita menyampaikannyalah yang belum benar.
7.       Orang jahat
Gue percaya bahwa tidak ada orang jahat didunia ini. Tidak ada orang yang benar-benar ingin menyakiti kita. Ketika kita merasa tersakiti oleh seseorang, percayalah bahwa ia sebenarnya pun tak bermaksud begitu, hanya saja terkadang tabrakan kepentingan sering kali terjadi. Maka keegoisan lebih sering dimunculkan sehingga ada pihak-pihak yang terluka. Pelajarannya adalah kita ga boleh mengabaikan hal-hal kecil dibalik kisah sempurna rancangan kita. Tidak ada salahnya menempatkan perasaan orang lain sebagai bahan pertimbangan.
8.       Rapor
Gue salah satu orang yang ga setuju kalo kemampuan seseorang dinilai dari seberapa tinggi nilai rapornya. Walaupun rapor tertulis menggunakan angka, tapi nilai rapor itu adalah sebuah pandangan subjektif. Nilai rapor itu, selain bergantung dari kemampuan sang siswa, juga bergantung pada kemurahan hati sang guru, sistem disekolah, dan lain-lain. Oleh karena itu, jika nilai rapor dijadikan sebuah patokan untuk menentukan sesorang lulus atau tidaknya disebuah universitas, gue kurang setuju. Tes tertulis yang jujur itu lebih baik.
9.       Komik
Komik bukan hanya sebuah media penghibur semata. Ada banyak manfaat dikomik. Salah satu yang gue rasain adalah komik sebagai charger semangat. Misalnya, komik naruto. Tokoh naruto yang digambarkan adalah seorang anak yang penuh semangat dan bercita-cita tinggi. naruto tak pernah berkata bahwa ia ingin menjadi ‘seperti’ hokage-hokage terdahulu. Tapi ia selalu berkata bahwa ia ingin ‘melampaui’ hokage-hokage terdahulu. Ia digambarkan dengan penuh semangat, percaya diri, dan ceria. Ia adalah tokoh yang menginspirasi. Kebanyakan komik-komik memiliki alur cerita tentang perjuangan mencapai sebuah impian, cerita-cerita yang dikemas dengan unik inilah charger semangat yg benar-benar ampuh.
10.   Bintang
Buat gue bintang itu romantis. Berbicara tentang bintang dibawah cahaya bintang itu romantis. Baiklah, yang satu ini ga penting. Jadi ga gue lanjutin sebelum semakin ngaco,hahaha
11.   Bunga dan boneka
Sepengamatan gue, setiap wanita kebanyakan suka dengan dua benda ini. Walaupun wanita tersebut tomboy, tapi bukan menutup kemungkinan bahwa ia menyukai dua hal tersebut. hal ini lebih disebabkan oleh halusnya hati sang wanita sehingga ia cenderung menyukai sesuatu yang lucu dan menyimbolkan keromantisan.

Ga kerasa, hari udah berganti sekarang, versi gue kali ini disudahi dulu ya. Dari tanah kelahiran tulisan ini dibuat, semoga maknanya tersampaikan hingga kesudut dunia..
Koba, 16 Agustus 2012.. dini hari ^^

Tidak ada komentar :

Posting Komentar