Seperti biasa, saya hampir selalu menjadi orang terakhir
yang akan menjatuhkan pilihan saat berada pada kondisi harus memilih. Kali ini
pun begitu. Hari ini tanggal 29 November 2012, pagi hari yang cerah pukul
06.53. sebagai mahasiswa teknik sipil dan lingkungan IPB semester 5, kami
diarahkan untuk mulai memikirkan skripsi dari detik ini dan langkah awal
tersebut adalah memilih dosen pembimbing skripsi! Jika berbicara tentang pilih
memilih, saya lah orang yang selalu menggalau. Begitu banyak pertimbangan,
begitu mudahnya menerima masukan, dan parahnya begitu mudah meng-iya-kan
masukan. Pada akhirnya? Kebingungan sendirian, hahaha.
Subbidang di departemen kami ada empat bagian yakni teknik
struktur dan infrastruktur, teknik geomatika, teknik sumber daya air, serta
teknik lingkungan. Pada awalnya, saya lebih condong ke teknik struktur karena
memang saya lebih suka berpusing ria dengan sekumpulan angka yang memelas untuk
dianalisis dari pada berhadapan dengan serentetan kata-kata rumit yang
berjubel-jubel. Namun, karena sesuatu dan lain hal yang saya tidak bisa katakan
itu apa, akhirnya minat yang satu ini saya putuskan sebaiknya untuk tidak
diambil.
Sejak hampir seminggu yang lalu saya berdiskusi denagn
senior, temen sekelas, serta keluarga. Hasilnya? Tambah pusing dan galau. Rumit
sekali,hahaha. Namun, pusingnya ini menghasilkan gambaran-gambaran baru dan
mengeleminasi beberapa pilihan serta menguatkan pada dua pilihan, yakni teknik
geomatika dan teknik sumber daya air.
Memilih antara teknik geomatika dan sumberdaya air ini cukup
membuat jiwa saya berdebat panjang. Riweh ya, iya memang. Dan seperti itulah
saya. Sepanjang apapun waktu yang tersedia untuk memutuskan sebuah pilihan,
pada akhirnya keputusan itu baru akan saya dapatkan pada detik-detik terakhir.
Sebenarnya lebih tepat dikatakan bahwa saya terpaksa menetapkan pilihan
lantaran waktu yang sudah tak ada lagi. Dan pada pagi ini, hari terakhir
pengumpulan formulir dosen pembimbing skripsi, saya menetapkan sebuah pilihan,
TEKNIK GEOMATIKA. Fuuuhhhh,,, lega juga. Saat menuliskan pilihan saya ini, saya
berdoa agar Allah memilihkan pilihan yang terbaik menurutnya dan semoga pilihan
Allah itu bersesuaian dengan pilihan saya.
Berada dalam atmosfer semangat yang menggebu untuk mengejar
ketertinggalan selama ini. Sadar sekali diri ini bahwa tiga semester terkahir
benar-benar kacau balau. Tiga semester telalui, tapi rasanya ksong melompong
isi otak,hahaha. Baiklah, sudah saatnya untuk kembali serius pada masa depan.
Menyingkirkan hal-hal yang tak terlalu penting untuk difokuskan dan mendapatkan
apa yang seharusnya dimiliki seorang calon insinyur. Yipppiii,, apapun hasil
pemilihan hari ini, pastilah itu yang terbaik, karena itu, cukup maksimalkan.
Bismillah.. teknik geomatika
****
ketika tulisan ini dibuat paginya hingga siang saat nyerahin formulir tersebut ke Ibu peri ( ibu UPT kami) perasaan masih tenang-tenang aja, namun tiba-tiba kegalauan menghampiri. seperti ada ketidakrelaan harus melepaskan Prof Budi dari pilihan. saking galaunya, temen saya sampe bilang saya anak ababil -_- cuma bisa diem pas dia bilang begitu, karena itu memang benar,hahaha
setlah pertempuran hati yang panjang, akhirnya tetep berada pada pilihan yang semula, Pak Yanuar teknik geomatika. ternyata yang milih pak Yanuar banyak banget. sekitar 10 orang yang ketauan, yang ketauan loh. dari sepuluh ini, cuma diambil 4 orang untuk menjadi bimbingan beliau dan dari bersepuuluh itu, saya perempuan satu-satunya. anak-anak cewek dikelas pada ngambil apa ya? bingung juga.
besoknya,temen-temen yang milih pak yanuar pada nepok jidat sambil bilang " aduuuhhh" pas tau saya juga milih pak yanuar. ga ngerti juga itu maksudnya apa,hahaha..
well, pilihan udh dijatuhin, apapun hasilnya nanti, insya Allah yang terbaik. cukup maksimalin aja deh
Tidak ada komentar :
Posting Komentar