Hari ini, sama seperti hari-hari sebelumnya
Duduk menunggumu menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan
Duduk dengan ear phone bertengger dikedua telinga
Mengayunkan kaki sambil bernyanyi riang
Menunggu mu terlihat oleh kedua mata
Sekadar hanya untuk melihatmu dari kejauhan
Menunggu untuk melihatmu dari kejauhan
Kemudian pulang dan hari berganti menjadi esok
Aku berharap kegiatan menunggu ini akan terus ada
Namun
Bukan seperti ini
lagi
Tapi menunggumu pulang kerumah
Aku dengan secangkir
teh hangat disore hari dan seulas senyum untukmu yang telah halal
Ahh,, malunya ketika ku akui harapanku
Bolehkah aku berjuang untuk memantaskan diriku
Duhai kau yang berkaca mata
Tidak ada komentar :
Posting Komentar