Sabtu, 08 Desember 2012

amanah...


      Sungguh, ingin sekali, merasakan kembali atmosfer seperti setahun atau dua tahun silam. Berkeringat, berpeluh, berpusing, menghabiskan waktu dan disibukkan dengan sesuatu yang bernama ‘amanah’. Mengurangi waktu tidur, memundurkan waktu nge-laporan, menunda untuk bergosip atau tidur-tiduran untuk sesuatu yang bernama ‘amanah’. Iya, sesuatu yg bernama ‘amanah’ dimana tak sepeserpun kita dihargai dengan rupiah, tapi nilai kepuasaan yang tiada terkira saat tujuan kita bersama tercapai.

      Hanya untuk sekedar berkata ‘iya’. Berat sekali rasanya. Bukankah ‘iya’ adalah pertanda kita siap dengan segala konsekuensinya? Bukankah ‘iya’ pertanda kesediaan yang menimbulkan sejuta harapan yang harus diwujudkan? Bukankah kata ‘iya’ adalah sebuah amanah yang harus diemban, dan bukankah amanah itu sesuatu yang akan Ia mintakan pertanggungjawaban? Sungguh, butuh pertimbangan yang tak sedikit untuk berkata ‘iya’.

       Bukan tak peduli, Bukan. bukan tega sekali, bukan. sungguh bukan. namun ada kondisi yang harus diperjuangkan. Ada sekelumit urusan yang harus diperbaiki. Dan, ada harapan mereka yang begitu besar hingga output pada diri pribadi lebih diprioritaskan.

       Maka, menjadi tak tamak dengan semua ‘jadwal’ ini adalah keputusannya. Jika ada yang lebih mampu dalam segala hal, pilihlah. Insya Allah tujuan dan harapan kalian tak akan pudar sedikitpun. Mohon maaf atas segala kekurangan dan ketakberdayaan^^

Tidak ada komentar :

Posting Komentar