Hanya seperti malam-malam dimana kita terjaga lebih lama
Tentang cinta pertama, tentang impian masa dewasa, tentang
sekelumit kejadian atau bahkan remeh temehnya alasan
Waktu begitu saja berjalan, berjalan pada hidupmu dan
hidupku. Bukan hidup kita. Kenapa? Salah ku? Atau salah mu? Bukan. Aku lebih
suka menyebutnya “Jalan Allah untuk
hidup kita”
Ada banyak rasa dan cerita ketika teringat tentang mu.
Teringat, walaupun terkadang memang sengaja mengingat. Iya aku tau, seharusnya
sudah tidak lagi. Tentu saja, ini versi teringat yg jauh lebih dewasa dari pada
tahun-tahun sebelumnya.
Lebih dewasa. Teman ku tertawa saat ku katakan aku telah
dewasa sekarang. Dia tertawa terbahak-bahak. Katanya aku terlalu percaya diri.
Tapi aku tetap percaya bahwa aku lebih dewasa sekarang. Tentu saja, masa yang
ku lewati adalah masa yg luar biasa untuk kategori si pemilik hati rumit
sepertiku. Mungkin, hal yg biasa utk mereka yg lain, tapi ini khusus untukku.
Keikhlasan itu datang dengan seiring berjalannya waktu dan
seiring dengan menghambarnya rasa. Iya, rasa yang menghambar. Insya Allah rasa
yang akan hilang dan tergantikan. Insya Allah, karena sekali lagi, Allah punya
jalan untuk hidup kita. Tapi yang pasti, aku berkata pada diriku bahwa “ini baik jika kita sembuh”. Dan seluruh
tubuhku setuju. Sembuh, adalah hal yg baik untukku.
Bulan Mei, seperti tahun sebelumnya, aku juga teringat
tentang bulan Mei. Entah bagaimana seorang yang otaknya lemah menghapal, pelupa
juga, cuek juga, ga perasa juga, tapi bisa mengingat semua jalan cerita ini
dengan sangat detail.
Hanya seperti malam-malam dimana kita akan terjaga lebih
lama.
Tentang impian masa dewasa. Tentang tanggung jawab dan
amanah. Tentang cinta terakhir. Tentang alasan yang tak beralasan, dan tentang
bisikan-bisikan syahdu pada yg kuasa.
Waktu akan terus berjalan. Memakan setiap hal. Memakan
diriku dan memakan dirimu. Memakan kita. Dan sedetik kemudian adalah rahasia. Dan Allah selalu punya
maksud pada setiap kejadian. Maka, aku ingin jauh lebih dewasa sekarang. Maka,
aku memutuskan untuk terus belajar.
Aku masih belajar. Dan bertekad untuk belajar. Walaupun
dalam prosesnya aku masih sering gagal. Tapi, aku masih mau belajar. Untuk
mereka yang aku cintai dan memutuskan untuk mencintaiku. Iya, Mereka yang mencintaiku dengan berani.
Aku percaya, apapun itu, Allah selalu memberikan yang
terbaik. Walaupun terasa tak enak awalnya, tapi pada akhirnya kita akan
sama-sama sadar bahwa skenario Allah adalah yang terbaik. Dan saat itu kita
akan bersyukur.
Aku hidup dengan berjuang. Buatku, hidup adalah perjuangan.
Berjuang semaksimal mungkin hingga suatu ketika Allah berkata pada ku “Sudah cukup, ini yang terbaik untukmu”.
Maka saat itu aku memilih untuk berfikir positif dan bersyukur.
Lalu kenapa aku tak pernah memperjuangkanmu? Apa kau tak
berharga? Bukan. Bukan kau yang tak berharga, tapi hubungannya lah yang tak
berharga untuk diperjuangkan.
Lalu kemudian, Allah membalikkan hatimu begitu cepat. Salah
ku, salah mu, atau salah dia? Tidak, tak ada yang salah. Aku lebih suka menyebutnya
“Jalan Allah untuk hidup kita”
Ada banyak rasa jika teringat tentang mu. Mulai dari Desember
2010 hingga masa saat ini. Ah, kadang aku rindu. Sungguh. Tapi.. baiknya tidak. Aku ingin sembuh. Aku ingin
rasa ini hilang dan tergantikan. Seperti dirimu yang sudah sejak awal tahun-tahun
lalu berhasil melakukannya. Maka baiklah, aku masih terus berjuang dan berdoa.
Aku hidup dengan sangat baik. Tidak kesepian, memiliki
teman, punya sahabat, keluarga yang hangat, dan impian yang berharga untuk
diperjuangkan. Ku harap kau pun begitu.
Mungkin setelah ini, kita akan semakin tidak pernah bertemu.
Kau ke ujung dunia mana, aku ke ujung dunia mana. Kau dengan hidupmu dan aku
dengan hidupku. Entahlah, terserah Allah saja. Kita hanya bisa berusaha.
Baiklah, tulisan ini aku akhiri. Entah bagaimana saat aku
terbangun di malam hari sekitar jam 22.00 WIB di tanggal 1 Mei 2013, aku
teringat pada 1 Mei 2011. Saat itu aku juga tertidur cepat dan terbangun pada
pukul 23.00 WIB. Aku tertidur dengan membiarkan mu menunggu di bawah asrama
dalam waktu lama hingga kau pun tertidur juga di mobil. Lalu semua cerita
bergulir begitu saja. Maka tulisan ini kubuat. Untuk mu yang pertama kali
hatiku pilih. Hiduplah dengan baik dan bahagia. Aku mendoakan yang terbaik
untukmu ^^
Tidak ada komentar :
Posting Komentar