Selasa, 17 September 2013

MEI


Hanya seperti malam-malam dimana kita terjaga lebih lama

Tentang cinta pertama, tentang impian masa dewasa, tentang sekelumit kejadian atau bahkan remeh temehnya alasan

Waktu begitu saja berjalan, berjalan pada hidupmu dan hidupku. Bukan hidup kita. Kenapa? Salah ku? Atau salah mu? Bukan. Aku lebih suka menyebutnya “Jalan Allah untuk hidup kita”

Ada banyak rasa dan cerita ketika teringat tentang mu. Teringat, walaupun terkadang memang sengaja mengingat. Iya aku tau, seharusnya sudah tidak lagi. Tentu saja, ini versi teringat yg jauh lebih dewasa dari pada tahun-tahun sebelumnya.

Lebih dewasa. Teman ku tertawa saat ku katakan aku telah dewasa sekarang. Dia tertawa terbahak-bahak. Katanya aku terlalu percaya diri. Tapi aku tetap percaya bahwa aku lebih dewasa sekarang. Tentu saja, masa yang ku lewati adalah masa yg luar biasa untuk kategori si pemilik hati rumit sepertiku. Mungkin, hal yg biasa utk mereka yg lain, tapi ini khusus untukku. 

Keikhlasan itu datang dengan seiring berjalannya waktu dan seiring dengan menghambarnya rasa. Iya, rasa yang menghambar. Insya Allah rasa yang akan hilang dan tergantikan. Insya Allah, karena sekali lagi, Allah punya jalan untuk hidup kita. Tapi yang pasti, aku berkata pada diriku bahwa “ini baik jika kita sembuh”. Dan seluruh tubuhku setuju. Sembuh, adalah hal yg baik untukku. 

Bulan Mei, seperti tahun sebelumnya, aku juga teringat tentang bulan Mei. Entah bagaimana seorang yang otaknya lemah menghapal, pelupa juga, cuek juga, ga perasa juga, tapi bisa mengingat semua jalan cerita ini dengan sangat detail. 

Hanya seperti malam-malam dimana kita akan terjaga lebih lama.
Tentang impian masa dewasa. Tentang tanggung jawab dan amanah. Tentang cinta terakhir. Tentang alasan yang tak beralasan, dan tentang bisikan-bisikan syahdu pada yg kuasa.

Waktu akan terus berjalan. Memakan setiap hal. Memakan diriku dan memakan dirimu. Memakan kita. Dan sedetik kemudian adalah rahasia. Dan Allah selalu punya maksud pada setiap kejadian. Maka, aku ingin jauh lebih dewasa sekarang. Maka, aku memutuskan untuk terus belajar. 

Aku masih belajar. Dan bertekad untuk belajar. Walaupun dalam prosesnya aku masih sering gagal. Tapi, aku masih mau belajar. Untuk mereka yang aku cintai dan memutuskan untuk mencintaiku.  Iya, Mereka yang mencintaiku dengan berani.

Aku percaya, apapun itu, Allah selalu memberikan yang terbaik. Walaupun terasa tak enak awalnya, tapi pada akhirnya kita akan sama-sama sadar bahwa skenario Allah adalah yang terbaik. Dan saat itu kita akan bersyukur.

Aku hidup dengan berjuang. Buatku, hidup adalah perjuangan. Berjuang semaksimal mungkin hingga suatu ketika Allah berkata pada ku “Sudah cukup, ini yang terbaik untukmu”. Maka saat itu aku memilih untuk berfikir positif dan bersyukur. 

Lalu kenapa aku tak pernah memperjuangkanmu? Apa kau tak berharga? Bukan. Bukan kau yang tak berharga, tapi hubungannya lah yang tak berharga untuk diperjuangkan. 

Lalu kemudian, Allah membalikkan hatimu begitu cepat. Salah ku, salah mu, atau salah dia? Tidak, tak ada yang salah. Aku lebih suka menyebutnya “Jalan Allah untuk hidup kita”

Ada banyak rasa jika teringat tentang mu. Mulai dari Desember 2010 hingga masa saat ini. Ah, kadang aku rindu. Sungguh. Tapi..  baiknya tidak. Aku ingin sembuh. Aku ingin rasa ini hilang dan tergantikan. Seperti dirimu yang sudah sejak awal tahun-tahun lalu berhasil melakukannya. Maka baiklah, aku masih terus berjuang dan berdoa. 

Aku hidup dengan sangat baik. Tidak kesepian, memiliki teman, punya sahabat, keluarga yang hangat, dan impian yang berharga untuk diperjuangkan. Ku harap kau pun begitu. 

Mungkin setelah ini, kita akan semakin tidak pernah bertemu. Kau ke ujung dunia mana, aku ke ujung dunia mana. Kau dengan hidupmu dan aku dengan hidupku. Entahlah, terserah Allah saja. Kita hanya bisa berusaha. 

Baiklah, tulisan ini aku akhiri. Entah bagaimana saat aku terbangun di malam hari sekitar jam 22.00 WIB di tanggal 1 Mei 2013, aku teringat pada 1 Mei 2011. Saat itu aku juga tertidur cepat dan terbangun pada pukul 23.00 WIB. Aku tertidur dengan membiarkan mu menunggu di bawah asrama dalam waktu lama hingga kau pun tertidur juga di mobil. Lalu semua cerita bergulir begitu saja. Maka tulisan ini kubuat. Untuk mu yang pertama kali hatiku pilih. Hiduplah dengan baik dan bahagia. Aku mendoakan yang terbaik untukmu ^^

Tidak ada komentar :

Posting Komentar