Alhamdulillah.. Allah selalu ngasih sesuatu yang tak terduga. Sekejap mata, dan tak terduga. Hal ini, bisa jadi hal yg membuat tawa atau malah duka, tapi apapun itu percayalah itu yang terbaik.
2 hari yang lalu, gue sempet murung seharian. Sedih, menyesal, sekaligus marah ke diri sendiri. Sedih karena impian untuk 2 orang terkasih di bulan September (insya Allah) harus dikuburkan, menyesal karena kesempatan disia-siakan begitu saja, serta marah atas kelalaian diri sendiri. Sedih, menyesal dan marah yang kemudian menyadarkan gue "Kau terlalu sombong gadis kecil".
Iya, jika diingat, seberapa sering diri ini sombong, seberapa sering diri ini merasa hebat, seberapa sering diri ini meremehkan, jawabnya sering sekali. Berjalan arogan, melihat dengan arogan, dan berpola dengan arogan. Sering kali diri ini lalai, arogan yang membawa kelalaian.
Maka 2 hari yang lalu, ketika kenyataan hampir didepan mata, ketika otak mulai menganalisis kemudian menerka, air mata jatuh begitu saja. Ternyata buah dari kesombongan begitu pahit rasanya. Ah, 2 hari yang lalu, bahkan mata memancarkan kekosongan ketika tertawa.
Namun, 2 hari yang lalu, Alhamdulillah menyadarkan bahwa diri bukan apa-apa, bahwa diri bukan siapa-siapa. Gue ga hebat, gue ga wah, gue ga super sekali. Gue biasa aja, gue punya sejuta kekurangan, bahkan dalam beberapa hal gue jauh dibawah rata-rata. Itu artinya, apapun yang gue mimpikan, harus mengeluarkan keringat ketika ingin menggapainya. Itu artinya, tanpa keringat gue tak akan menghasilkan apa-apa. Pun ketika impian itu tergenggam, maka gue harus ingat langkah tertatih-tatih diantara keringat dan tangisan-tangisan lemah diantara doa pengharapan, bahwa semua yang kita genggam adalah hadiah dari Sang Maha Pencipta. Bahwa segala yang kita punya adalah Pemberian dari Dia dengan segala kemurahan-Nya.
Alhamdulillah, sedikit goncangan di 2 hari yang lalu menyadarkan diri. Mengingatkan kembali pada sebuah nasehat tulus yang diucapkan kepada diri "Kedepannya, pujian akan banyak berdatangan, tapi harus tetap rendah hati ya Kak". Ini pesan yang selalu gue ingat (entah kenapa) dari sekian banyak pesan yang dititipkan kala itu. Dan akibat pujian, sejenak gue pernah lupa pada pesan itu, namun Alhamdulillah Allah mengingatkannya kembali.
Maka kemarin, gue tersenyum haru. Haru sekali. Diantara keputus-asaan pada impian sedari TPB, gue menemukan kemurahan dari Ia yang maha lembut. Lagi-lagi gue takjub pada kebaikan dan keajaiban hadiah yang Ia berikan. Alhamdulillah, ketakutan 2 hari yang lalu Ia jawab dengan sebuah kesempatan. Kesempatan sekali lagi, kesempatan sekali lagi setelah berkali-kali kesempatan yang Ia berikan namun selalu gue sia-sia-kan. Disaat hati telah begitu kecil, disaat hati tak ingin lagi berharap pada hal tersebut, kemurahan datang begitu saja. Ia menghadiahkan kesempatan itu begitu saja, sekali lagi kesempatan untuk memperbaiki.
Alhamdulillah, penuh syukur. Lagi-lagi, dan begitu banyak kenikmatan yang Ia limpahkan. Lagi-lagi, dan begitu banyak kasih sayang yang Ia berikan. Patah hati di 2 hari yang lalu serta jawaban pada hari kemarin, membuatku seketika tersadar. Alhamdulillah, Alhamdulillah. Terima kasih Allah.
Terima kasih telah menyadarkan diri ini ketika salah. Terima kasih Allah.
Untuk kedepannya, jika keringat belum pernah ditumpahkan disepanjang perjalanan hingga semester 7, maka sisa terakhir ini keringat harus banyak dicucurkan. Tak boleh lagi lalai, tak boleh lagi meremehkan. Berkeringatlah, karena tanpa keringat kita tak kan pernah menggenggam apa-apa. Berkeringatlah gadis kecil. Untuk 2 orang yang setiap hari selalu berkeringat di tanah kelahiran nun jauh disana. Untuk senyum 2 orang yang tak pernah kehabisan keringat demi dirimu. Semangat, Hwaiting, Fighting. jangan sia-sia-kan nikmat kesempatan dan kemampuan yang Allah titipkan padamu. Maksimalkan!!
Bogor di dini hari, pada akhir bulan Januari ^^
*Januari yang selalu menyimpan banyak makna*
Tidak ada komentar :
Posting Komentar