Kenapa harus jembatan?
Ahli jembatan, ini impian baru seorang Dian. Impian yang besar namun insya Allah ga ragu untuk diucapkan. Masalah berhasil atau tidak, itu urusan nanti, yang penting yakin untuk bermimpi, itu hal pertama dan terpenting.
Kenapa harus jembatan? awalnya tertarik pada jembatan hanya karena satu alasan "Jembatan itu susah, menguasai jembatan berarti juga menguasai gedung bertingkat". Awalnya hanya memaksakan diri untuk bertindak lebih. Meski jujur aja sadar-sesadar-sadarnya bahwa kemampuan pada jembatan masih NOL besar, namun dengan keras kepalanya memaksakan diri untuk berani mengambil jembatan.
Lalu kemudian, kenapa jembatan? terkesima sekali dengan ucapan pembimbing ke dua, Pak Hotland, seorang ahli jembatan, seorang pembuat jembatan "Insinyur itu, harus bisa membuat jembatan yang bisa dilalui orang. Kalo jembatan yang kamu buat tidak bisa dilalui orang atau malah mencelakakan orang lain, kamu dosa besar. Dosa besar sekali". Ucapan beliau ini menyadarkan gue mengenai satu hal. Jembatan, dia punya fungsi serta makna yang begitu besar. Jembatan bukan cuma sekedar penghubung tempat yang terputus, tapi ia juga berarti banyak. Jembatan bisa jadi penghubung harapan yang putus, bisa jadi penghubung nafkah yang putus, bisa jadi penghubung rindu yang putus. Lebay ya gue mendefinisikan jembatan? tapi ini benar adanya. Insinyur, ia adalah orang yang dituntut dengan segala ilmunya untuk melancarkan dan mempermudah hidup orang lain. Melancarkan dan mempermudah sesuai dengan ilmunya. Satu hal yang terpikirkan setelah mendengar omongan pak Hotland tersebut "kalo berhasil membangun gedung yang megah, indah, menawan, aman, ekonomis, mungkin hasilnya akan membuat orang bilang 'wah', tapi sayangnya gedung ini pasti tidak semua orang bisa memanfaatkan. Namun berbeda dengan jembatan, setiap orang, dari berbagai kelas, tanpa pandang bulu, bisa memanfaatkannya secara gratis, bisa menggunakannya tanpa perlu permisi."
Karena itu, kemudian yang terpikirkan adalah jembatan. Meski tau susah, meski pak Hotland sendiri pun kaget pas tau kita dibangku kuliah GA PERNAH belajar teknik transportasi tapi masih ngotot mau jembatan, meski apapun yang menghadang didepan, insya Allah berniat untuk belajar jembatan. Bukan seberapa sulit, tapi seberapa ingin belajar ^^
Tidak ada komentar :
Posting Komentar