Selasa, 28 Januari 2014

Diam (2)

Diam. Diam itu emas, atau malah diam itu bau. Iya, diam diam tiba-tiba bau, haha.. Baiklah, rasanya sejak pulang dari gunung gue cuma diam di kostan sembari sesekali ke kota buat ketemu dosen pembimbing, atau sesekali juga muncul di akun sosial untuk menimpali obrolan-obrolan sederhana. Obrolan sederhana saja karena gue tau, Fly over tidak sederhana sehingga hal lainnya baiknya ditanggapi sederhana saja. Namun yang terjadi rupanya tak begitu, diluar sana hal rumit datang menyapa. Ia meniupkan "fuuuuuuhhhhhh", dan taarrrraaaammm gue kaget. Kaget sembari berkata "ini apa lagi", kaget sembari ngasih emot -_____-

Sebenernya tadi baru aja bikin tulisan panjang kali lebar yang maknanya luas, tapi kemudian setelah dipikir-pikir, diam jauh lebih aman. Kabur dan pergi, jauh lebih aman. Loh bukannya sejak kemarin-kemarin kita telah kabur? ternyata itu masih belum cukup loh, masih belum cukup. Buktinya, meski kabur, hal rumit pun masih saja dihubung-hubungkan dengan dirimu. Iya kan? meski cuma diam di kostan, ga ngapa-ngapain, masih aja kena imbasnya. Meski udah pergi bahkan sejak peringatan dilayangkan, ternyata masih saja diseret masuk ke zona ini. Zona yang jujur saja paling gue benci.
 AAhhh,, bukannya kita mau diam? ya terus kenapa malah ngoceh. Diamlah, entah diam emas atau diam bau. Yang penting kita diam. Diam saja, dan terserah mereka mau apa, terima saja. Stay Cool. Semangat penelitian, semangat punya mimpi lagi. Semangat. Hwaiting.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar